Contoh Materi Ajar Sekolah Islam

Minggu, 28 April 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Contoh Materi Ajar
Sekolah Islam
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini contoh materi Diniyyah sekolah Islam, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Sekolah Islam memiliki peranan penting dalam membina masyarakat Islami. Melalui sekolah, ajaran-ajaran Islam dapat disampaikan lebih mendalam dan melalui sekolah generasi yang Islami dapat terwujud, insya Allah. Tentunya, untuk mencapai ke arah itu, diperlukan materi ajar yang mengantarkan siswa kepadanya, yakni  mengantarkan siswa untuk memiliki pengetahuan Islam yang cukup dan pengamalan terhadap ajaran-ajarannya.
Nah, pada risalah yang singkat ini, penulis ingin memperkenalkan materi ajar dari tingkat SD hingga tingkat SMA yang dapat membantu mengantarkan siswa kepada tujuan di atas, insya Allah.
Materi Diniyyah sekolah Islam tingkat SD
Di samping mata pelajaran umum yang ada, hendaknya diajarkan mata pelajaran agama berikut ini:
1.        Aqidah,
Dalam pelajaran Aqidah, siswa SD diajarkan materi Aqidah yang ringan, dari mulai mengenal Allah, mengenal Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mengenal agama Islam (berikut tingkatannya: Islam, Iman, dan Ihsan). Kemudian diperkenalkan kepada siswa secara bertahap kandungan rukun iman yang enam, dan diperkenalkan pula tentang tauhid dan syirk, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
2.        Fiqh,
Dalam pelajaran fiqh, siswa SD diajarkan materi fiqh ibadah, terutama rukun Islam yang lima. Diajarkan kepada mereka tatacara wudhu, tatacara tayammum, tatacara bersuci dari najis, tatacara shalat, macam-macam shalat sunat, kewajiban zakat dan macam-macamnya, puasa Ramadhan dan puasa-puasa sunat, umrah, haji, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
3.        Adab dan Akhlak,
Dalam pelajaran adab dan akhlak, siswa diajarkan beberapa adab seperti adab makan dan minum, adab berpakaian, adab berbicara, adab menuntut ilmu, adab tidur, dsb. Demikian pula diajarkan materi-materi akhlak seperti akhlak jujur, akhlak rahmah (berkasih sayang), akhlak sabar, akhlak ihsan, akhlak tawadhu'. Demikian pula diajarkan doa-doa harian, seperti doa hendak tidur, doa bangun tidur, doa memakai pakaian, doa keluar-masuk rumah, doa keluar-masuk masjid, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
4.        Sirah,
Dalam pelajaran sirah, siswa SD diperkenalkan sirah 25 Nabi 'alaihimush shalatu wassalam secara ringkas. Lihat contoh bukunya di sini.
5.        Bahasa Arab,
Dalam pelajaran bahasa Arab, siswa SD diperkenalkan mufradat (kosa-kota) sehari-hari yang ada di lingkungannya, seperti anggota tubuh, perabotan di rumah, alat-alat tulis, nama-nama benda, angka-angka, dsb.
Demikian pula diajarkan kepada siswa percakapan ringan bahasa Arab, seperti tentang tahiyat dan ta'aruf (salam dan perkenalan), usrah (tentang keluarga), dirasah (tentang belajar), dsb.
6.        Tilawah Al Qur'an wa hifzhuhu (membaca dan menghapal Al Qur'an).
Hendaknya siswa terus diajarkan cara membaca Al Qur'an dan diperhatikan pula bacaannya. Demikian pula mereka diminta untuk menghapalkan Al Qur'an.
Buatlah target hapalan mereka, misalnya ditetapkan, bahwa setiap satu semester siswa harus hapal 1/2 juz, dsb. Lihat contoh modelnya di sini.
Materi Ajar Diniyyah sekolah Islam tingkat SMP
Mata pelajaran Diniyyah tingkat SMP yang perlu diajarkan di antaranya adalah:
1.        Aqidah
Dalam mata pelajaran Aqidah, siswa SMP diajarkan materi Aqidah yang lebih meningkat daripada sebelumnya. Misalnya diajarkan kepada mereka kandungan rukun iman yang enam, pembagian tauhid, syurut Laailaahaillallah, macam-macam syirk, hakikat kufur, hakikat nifak, nawaqidhul Islam, sunnah dan bid'ah, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
2.        Fiqh
Dalam pelajaran Fiqh, siswa SMP diajarkan materi fiqh yang lebih meningkat daripada sebelumnya. Diajarkan materi-materi fiqh kepada mereka secara tertib, dari fiqh ibadah  ahkamul jana'iz, fiqh mu'amalah, dst. Untuk referensi bukunya, bisa digunakan buku-buku berikut: Al Wajiz, AlFiqhul Muyassar, atau Mulakhkhashat Fiqhiyyah Muyassarah, dsb.
3.        Hadits
Dalam pelajaran hadits, siswa SMP disuruh menghapal hadits, misalnya menghapal hadits Arba'in, dimana dalam satu semester siswa harus hapal tujuh buah hadits, dst. Lihat contoh bukunya di sini.
4.        Adab dan Akhlak
Pada pelajaran adab dan akhlak, siswa SMP diajarkan beberapa adab Islam. Demikian pula diajarkan materi-materi akhlak dan diajarkan doa-doa harian. Sebagai tambahan referensi, bisa dilihat buku ini dan ini.
5.        Tilawah Al Qur'an wa hifzhuhu
Untuk mata pelajaran ini, siswa SMP diminta untuk membaca Al Qur'an dengan diperhatikan bacaannya oleh guru, dan diminta pula untuk menghapalnya. Demikian pula dibuatkan target hapalan, misalnya setiap satu semester siswa harus hapal 1 juz. Lihat contoh model pembelajarannya di sini.
6.        Sirah
Untuk mata pelajaran ini, siswa SMP diajarkan materi kisah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kisah Khulafa'ur Rasyidin. Lihat di antara contoh bukunya di sini dan di sini.
7.        Bahasa Arab
Pada mata pelajaran bahasa Arab ini, siswa diajarkan muhadatsah (percakapan) tingkat menengah. Dipilih buku-buku pelajaran bahasa Arab yang mengarah kepada percakapan, seperti Silsilah Ta'limil Lughatil 'Arabiyyah, Al 'Arabiyyah baina yadaik, Durusullughah, atau Al 'Arabiyyah lin Nasyi'in.
8.        Nahwu dan Sharf
Pada mata pelajaran ini, siswa diperkenalkan tata bahasa Arab agar mampu membaca kitab gundul, dan mampu menerjemahkan dengan baik. Lihat contoh bukunya di sini.
9.        Khath
Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan beberapa macam khath, seperti khath naskhi, tsulutsi, dan riq'ah.
10.     Tajwid
Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan teori tajwid yang pada tingkat sebelumnya (dasar) lebih mengedepankan praktek saja. Lihat contoh bukunya di sini.
11.     Tafsir
Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan tafsir surat-surat tertentu, terutama yang biasa mereka baca seperti tafsir surat Al Fatihah dan Juz Amma. Lihat contoh bukunya di sini.
Materi Ajar Diniyyah sekolah Islam tingkat SMA yang mengarah kepada tafaqquh fiddin
Mata pelajaran Diniyyah tingkat SMA (yang mengarah kepada tafaqquh fiddin) yang perlu diajarkan di antaranya adalah:
1.    Aqidah
Untuk pelajaran Aqidah tingkat SMA, siswa SMA diajarkan materi Aqidah yang lebih mendalam daripada tingkat SMP. Misalnya diajarkan kepada mereka kandungan rukun iman yang enam, pembagian tauhid, macam-macam syirk, manhaj Ahlussunnah, sunnah dan bid'ah, At Takfir syuruthuhu wa mawani'uh, Tawassul, Tabarruk, Al Wala' wal Bara', dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
2.    Fiqh
Dalam pelajaran Fiqh tingkat SMA, siswa diajarkan materi fiqh yang lebih mendalam daripada materi sebelumnya. Diajarkan materi-materi fiqh kepada mereka secara tertib setelah diajarkan kepada mereka fiqh Ibadah, dst. Misalnya diajarkan kepada mereka fiqh mu'amalah secara mendalam, seperti fiqh buyu' (jual-beli), fiqh nikah, fiqh jihad, fiqh ijarah, fiqh hiwalah, fiqh dhaman, fiqh jinayat, hudud, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
3.    Hadits
Dalam pelajaran hadits, siswa SMA disuruh menghapal beberapa hadits, seperti menghapal hadits yang ada dalam buku Mi'ah Hadits Lil Hifzh. Dibuatkan target untuk mereka. Misalnya ditetapkan untuk menghapal 20 hadits/semester.  Lihat contoh bukunya di sini.
4.    Adab dan Akhlak
Pada pelajaran adab dan akhlak ini, siswa SMA diajarkan beberapa adab Islam. Demikian pula diajarkan materi-materi akhlak dan diajarkan doa-doa harian. Sebagai tambahan referensi, bisa dilihat buku ini.
5.    Tilawah Al Qur'an wa hifzhuhu
Untuk mata pelajaran ini, siswa SMP diminta untuk membaca Al Qur'an dengan diperhatikan tajwidnya oleh guru, dan diminta pula untuk menghapalnya. Misalnya ditargetkan, bahwa setiap semester siswa harus hapal 1 juz. Lihat salah satu modelnya di sini.
6.    Sirah/Tarikh
Untuk mata pelajaran ini, siswa SMA diajarkan materi kisah para sahabat dan pengenalan secara singkat daulah-daulah Islam, seperti Daulah Umawiyyah, Daulah Abbasiyyah, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
7.    Bahasa Arab
Pada mata pelajaran bahasa Arab ini, siswa diajarkan muhadatsah (percakapan) tingkat atas. Dipilih buku-buku pelajaran bahasa Arab lanjutan setelah selesai tingkat menengah. Misalnya menggunakan kitab Al Arabiyyah lin Nasyi'in jilid 4,5, dan 6.
8.    Nahwu dan Sharf
Pada mata pelajaran ini, siswa diperkenalkan tata bahasa Arab yang belum diajarkan pada tingkat menengah, seperti tentang ni'ma dan bi'sa, ighra', isim fi'il, dsb. Lihat contohnya di sini.
9.    Al Balaghah
Pada mata pelajaran ini, siswa dikenalkan kalimat bahasa Arab yang fasih, mengenal bayan, ma'ani, badi', dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
10. Tajwid
Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan tajwid secara nazhari dan tathbiqi (teori dan praktek), dan diperkenalkan bacaan-bacaan gharib, seperti isymam, tas-hil, imalah, dsb. Sebagai contoh, Anda bisa download software tajwid sebagai pelengkap materi tajwid di sini.
11. Tafsir
Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan tafsir surat-surat tertentu, seperti tafsir Al 'Usyril Akhir (seperempat terakhir dari Al Qur'an), dari surat Al Mujadilah, dst. Lihat contoh bukunya di sini.
12. Musthalah Hadits
Pada mata pelajaran ini, siswa SMA dikenalkan istilah-istilah ilmu hadits dirayah, seperti hadits shahih, hadits dha'if, hadits mutawatir, hadits ahad, dan seterusnya. Lihat contoh bukunya di sini.
13. Ushul Fiqh
Pada mata pelajaran ini, siswa SMA dikenalkan kaedah-kaedah dan dalil-dalil ijmali untuk menggali fiqh yang sebelumnya tersembunyi. Lihat contoh bukunya di sini.
14. Al Fara'idh
Pada mata pelajaran ini, siswa SMA dikenalkan ilmu pembagian waris, as-habul furudh, ashabah, hijb-mahjub, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
15. Al Qawa'idul Fiqhiyyah
Pada mata pelajaran ini, siswa SMA dikenalkan kaedah-kaedah fiqh, dimana dengan mengenali kaedah-kaedah tersebut, maka siswa diharapkan mampu menggolongkan beberapa masalah juz'iyyah ke dalam kaedah-kaedah fiqh yang bersifat kulliyah (menyeluruh). Lihat contoh bukunya di sini.
16. Ulumul Qur'an
Dalam mata pelajaran ini, siswa diperkenalkan beberapa ilmu Al Qur'an, seperti tentang asbabun nuzul, makkiyyah dan madaniyyah, jam'ul Qur'an, fadha'ilus suwar, tartibussuwar, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
17. Ushul Tafsir
Dalam mata pelajaran ini, siswa SMA dikenalkan kaedah-kaedah tafsir, seperti kaedah al 'ibrah bi umumil lafzhi laa bikhususissabab, dikenalkan thariqathul Qur'an fi Taqriril Ma'ad, dsb. Lihat contoh bukunya di sini.
Wallahu a'lam, wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa

Masukan dan Saran Untuk Sekolah-Sekolah Islam

Selasa, 09 April 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Masukan dan Saran Untuk Sekolah-Sekolah Islam
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini masukan dan saran untuk sekolah-sekolah Islam dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Sekolah-sekolah berlabel Islam di Indonesia cukup banyak. Ini menunjukkan masih adanya kesadaran masyarakat kita terhadap agama, wal hamdulillah. Akan tetapi, di sini saya ingin menyoroti tentang keadaan kurikulum dan kondisi lingkungan sebagian sekolah-sekolah Islam, dimana sebagiannya ada yang hanya sekedar berlabel Islam, namun untuk prakteknya kurang, padahal tambahan kata "Islam" setelah kata "sekolah" menghendaki agar kurikulum dan kondisi lingkungan sekolah itu bersesuaian dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur'an dan As Sunnah; tidak sekedar nama. Maka di sini –sambil memohon hidayah dan taufiq kepada Allah Azza wa Jalla-, saya ingin memberikan masukan dan saran kepada saudara-saudara saya pengelola sekolah-sekolah Islam.

Keutamaan Qiyamul Lail

Sabtu, 06 April 2013

بسم الله الرحمن الرحيم

Keutamaan Qiyamul Lail
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini pembahasan tentang keutamaan Qiyamul Lail (shalat malam) agar kita terdorong untuk melakukannya. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Saudaraku, Qiyamullail adalah kebiasaan orang-orang saleh dan amalan orang-orang yang sukses. Dalam Qiyamullail, seorang mukmin bermunajat (berbisik-bisik) dengan Tuhannya, menghadapkan hati dan badannya kepada-Nya, mengeluhkan kebutuhannya, meminta kepada-Nya karunia-Nya, berdiri di hadapan-Nya, merasakan kesejukan di dalamnya, mendapatkan sinar-sinar dan cahaya dari pendekatan diri yang dilakukannya sambil mengharapkan pemberian-Nya yang besar. Oleh karenanya, Qiyamullail memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupannya sehari-hari.

Kumpulan Hadits Tentang Tauhid (8)


بسم الله الرحمن الرحيم
Kumpulan Hadits Tentang Tauhid (8)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits tentang tauhid dan bahaya syirk. Kami kumpulkan hadits-haditsnya agar kita dapat mencapai kesempurnaan tauhid dan terhindar dari syirk.  Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
LARANGAN MEMBUAT PATUNG DAN MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA[i]
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Manusia yang paling keras azabnya pada hari Kiamat adalah orang-orang yang membuat penyerupaan dengan ciptaan Allah[ii].” (HR. Bukhari dan Muslim).
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ و قَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَاصْنَعْ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ
Dari Ibnu Abbas ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Setiap penggambar di neraka. Akan diadakan untuknya pada setiap gambar yang dibuatnya sebuah nyawa untuk menyiksanya di neraka Jahanam.” Ia (Ibnu Abbas) berkata, “Jika kamu harus melakukannya, maka buatlah pohon dan sesuatu yang tidak bernyawa.” (HR. Muslim)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengambar satu gambar di dunia, maka ia akan dibebani untuk meniupkan ruh ke dalamnya pada hari Kiamat, padahal ia tidak mampu meniupnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kumpulan Hadits Tentang Tauhid (7)

Senin, 01 April 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Kumpulan Hadits Tentang Tauhid (7)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits tentang tauhid dan bahaya syirk. Kami kumpulkan hadits-haditsnya agar kita dapat mencapai kesempurnaan tauhid dan terhindar dari syirk.  Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
BERSENDA GURAU DENGAN MENGOLOK-OLOK ALLAH, RASUL DAN AL QUR’AN MERUPAKAN KEKAFIRAN
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، وَمُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ، وَزَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، وَقَتَادَةَ – دَخَلَ حَدِيْثُ بَعْضِهِمْ فِي بَعْضٍ - : أَنَّهُ قَالَ رَجُلٌ فِي غَزْوَةِ تَبُوْكَ: مَا رَأَيْنَا مِثْلَ قُرَّائِنَا هَؤُلاَءِ، أَرْغَبُ بُطُوْناً، وَلاَ أَكْذَبُ أَلْسُناً، وَلاَ أَجْبَنُ عِنْدَ اللِّقَاءِ ـ يَعْنِي رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابَهُ الْقُرَّاءَ ـ فَقَالَ لَهُ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ مُنَافِقٌ، لَأُخْبِرُنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَذَهَبَ عَوْفٌ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم لِيُخْبِرَهُ فَوَجَدَ الْقُرْآنَ قَدْ سَبَقَهُ. فَجَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَقَدِ ارْتَحَلَ وَرَكِبَ نَاقَتَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَتَحَدَّثُ حَدِيْثَ الرَّكْبِ، نَقْطَعُ بِهِ عَنَاءَ الطَّرِيْقِ. فَقَالَ ابْنُ عُمَرُ: كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ مُتَعَلِّقاً بِنَسَـعَةِ نَاقَةِ رَسُــوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَإِنَّ الْحِجَارَةَ تَنْكِبُ رِجْلَيْهِ – وَهُوَ يَقُوْلُ: إِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُ – فَيَقُوْلُ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُنَ) مَا يَلْتَفِتُ إِلَيْهِ وَمَا يَزِيْدُهُ عَلَيْهِ.
Dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qataadah meriwayatkan hadits –masing-masing hadits mereka dirangkum- sebagai berikut: Bahwa dalam perang Tabuk ada seorang yang berkata, “Kami tidak pernah melihat orang-orang seperti halnya para pembaca Al Qur’an ini, di mana mereka adalah orang yang paling besar perutnya (rakus), paling dusta lisannya dan paling pengecut ketika bertemu musuh (yang dimaksud adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya).” Maka ‘Auf bin Malik mengatakan, “Kamu dusta! Kamu adalah munafik. Sungguh, saya akan laporkan (kamu) kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” ‘Auf pun pergi menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melaporkan hal itu, namun ternyata Al Qur’an telah turun lebih dulu memberitahukan hal tersebut. Orang itu kemudian datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan Beliau sudah beranjak dari tempatnya dan menunggangi untanya. Orang itu berkata, “Wahai Rasulullah! Kami hanya bersendagurau dan berbincang-bincang saja sebagaimana berbincangnya sebuah kafilah untuk melupakan kelelahan dalam perjalanan.” Ibnu Umar berkata, “Sepertinya aku melihat orang itu berpegangan dengan tali pelana unta Rasulullah, dan kedua kakinya tersandung bebatuan hingga terluka, sambil berkata, “Sesungguhnya kami hanya bersendagurau dan bermain-main saja”, Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu berolok-olok?" Beliau tidak menoleh kepadanya dan tidak berkata lebih dari itu.” (HR. Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir, Ibnu Mardawaih dan Abusy Syaikh. Isnad Ibnu Abi Hatim adalah hasan sebagaimana dikatakan Syaikh Muqbil dalam Ash Shahihul Musnad hal. 71)
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger