100 Hadits Shahih Pendek Untuk Hafalan

 بسم الله الرحمن الرحيم



100 Hadits Shahih Pendek Untuk Hafalan

Oleh: Marwan Hadidi, M.Pd.I

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Berikut 100 hadits pendek untuk hafalan. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.

1- إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

1. Sesungguhnya amal tergantung niat, dan seseorang mendapatkan sesuai niatnya. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khaththab)

2- مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

2. Barang siapa yang mengerjakan amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan itu tertolak. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

3- الْحَلاَلُ بَيِّنٌ، وَالحَرَامُ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى المُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ

3. Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan antara keduanya ada perkara yang tidak jelas (syubhat) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat, maka dia telah menjaga agama dan kehormatannya. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Nu’man bin Basyir)

4- مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

4. Barang siapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

5-  أَكْبَرُ الكَبَائِرِ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ

5. Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan persaksian palsu. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah)

6- بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

6. Batas pemisah antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (Hr. Muslim dari Jabir)

7- الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ - أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ - شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

7. Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih. Paling utamanya adalah ucapan Laailaahaillallah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan paling rendahnya menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu itu salah satu cabang keimanan. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

8- الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

8. Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

9- لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

9. Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sampai dia menginginkan kebaikan didapatkan saudaranya sebagaimana dia menginginkan kebaikan untuk dirinya. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

10- خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

10. Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. (Hr. Bukhari dari Utsman)

11- مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

11. Barang siapa yang Allah inginkan memperoleh kebaikan, maka Dia akan menjadikan orang itu faham terhadap agamanya. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah)

12-لَعْنُ المُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ

12. Melaknat seorang mukmin sama seperti membunuhnya. (Hr. Bukhari dari Tsabit bin Dhahhak)

13-اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

13. Berhati-hatilah terhadap kezaliman, karena ia merupakan kegelapan pada hari Kiamat. (Hr. Muslim dari Jabir bin Abdillah)

14-كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ

14. Setiap muslim bagi muslim lainnya adalah terpelihara darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

15-إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ

15. Jauhilah dari berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

16- مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

16. Barang siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).  

17- مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

17. Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beribadah kepada tandingan selain Allah, maka dia akan masuk neraka. (Hr. Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)

18- مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

18. Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia akan masuk surga, dan barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk neraka. (Hr. Muslim dari Jabir)

19- آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ  

19. Tanda orang munafik itu tiga; ketika berbicara berdusta, ketika berjanji mengingkari, dan ketika diamanahkan khianat. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

20- «لاَ تُطْرُونِي، كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ، وَرَسُولُهُ»

20. Janganlah kalian memujiku berlebihan sebagaimana kaum Nasrani memuji berlebihan kepada Isa putera Maryam, aku hanyalah hamba-Nya. katakanlah ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’. (Hr. Bukhari dari Umar)

21- كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

21. Cukuplah seorang dikatakan sebagai pendusta ketika ia menyampaikan setiap yang dia dengar. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

22- إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

22. Sesungguhnya Allah tidak memperhatikan kepada rupa dan hartamu, tetapi Dia memperhatikan hati dan amalmu. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

23- لاَ يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

23. Tidak patut bagi orang mukmin terpatuk dua kali di lobang yang sama. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

24- «إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ»

24. Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sessuatu kecuali akan menghiasnya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya jelek. (Hr. Muslim dari Aisyah)

25- يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا، وَلاَ تُنَفِّرُوا

25. Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

26- «الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ، وَجَنَّةُ الْكَافِرِ»

26. Dunia adalah penjara orang mukmin dan surga bagi orang kafir.  (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

27- «لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ»

27. Janganlah meremehkan perbuatan baik meskipun kecil sekalipun hanya berwajah ceria ketika bertemu dengan saudaramu. (Hr. Muslim dari Abu Dzar)

28- «المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»

28. Orang mukmin satu dengan lainnnya seperti sebuah bangunan, dimana yang satu dengan yang lain saling menguatkan. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

29- الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

29. Beribadah di masa terjadi fitnah dan kekacauan seperti berhijrah kepadaku. (Hr. Muslim dari Ma’qil bin Yasar)

30- أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا، وَإِنْ قَلَّ

30. Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling rutin meskipun sedikit. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

31- بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

31. Islam pada mulanya asing dan akan kembali asing sebagaimana pada awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

32-  لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِي كِتَابِهِ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ: إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي

32. Ketika Allah telah menciptakan makhluk, maka Dia mencatat dalam kitab-Nya yang ada di sisi-Nya di atas Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

33- «مَنْ صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ»

33. Barang siapa yang shalat Subuh dan Ashar, maka dia akan masuk surga (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

34- دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ، وَإِنَّ الكَذِبَ رِيبَةٌ

34. Tinggalkanlah yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan dusta adalah keraguan. (Hr. Tirmidzi dari Al Hasan bin Ali, dishahihkan oleh Tirmidzi dan Al Albani).

35- اتَّقِ اللهَ حَيْثُما كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُها وخالِقِ النّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ

35. Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan orang lain dengan akhlak yang baik. (Hr. Tirmidzi dari Abu Dzar, dihasankan oleh Al Albani)

36- احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ،

36. Jagalah (perintah) Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu (dengan memberikan pertolongan-Nya). Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. (Hr. Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Al Albani)

37- تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ،

37. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah.” (Hr. Abul Qasim bin Basyran dalam Amalinya, Ahmad, Thabrani, Abu Nu’aim, dan Hakim dari Ibnu Abbas, serta Al Ajurriy dari Abu Sa’id, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami no. 2961)

38- ازْهَدْ في الدُّنْيا، يُحِبَّكَ اللهُ. ازْهَدْ فِيْمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ، يُحِبَّكَ النّاسُ.

38. Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya orang lain akan mencintaimu. (Hr. Ibnu Majah dari Sahl bin Sa’ad As Saa’idiy, dishahihkan oleh Al Albani)

39- قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

39. Katakanlah yang benar meskipun pahit (Hr. Ibnu Hibban dari Abu Dzar, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

40- قُلْ: آمَنْتُ باللهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ.

40. Katakalah, “Aku beriman kepada Allah,” kemudian beristiqamahlah. (Hr. Muslim dari Sufyan bin Abdullah Ats Tsaqafi).

41- مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ.

41. Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak sanggup, maka rubahlah dengan lisannya, dan jika tidak sanggup, maka ingkarilah dengan hatinya. Namun yang demikian adalah selemah-lemah iman. (Hr. Muslim dari Abu Sa’id)

42- كُنْ فِي الدُّنْيا كَأنَّكَ غَرِيْبٌ أو عَابِرُ سَبيلٍ.

42. Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir (Hr. Bukhari dari Ibnu Umar).

43- لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

43. Hendaknya lisanmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah. (Hr. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani)

44- «اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»

44. Berhati-hatilah terhadap doa orang yang teraniaya, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah. (Hr. Bukhari dari Ibnu Abbas)

45- لا تَغْضَبْ.

45. Janganlah kamu marah. (Hr. Bukhari dari Abu Hurairah)

46- «سِبَابُ المُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ»

46. Mencaci-maki seorang muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah sebuah kekufuran. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

47- لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

47. Tidak masuk surga orang yang mengadu domba. (Hr. Muslim dari Hudzaifah)

48- «لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ»

48. Tidak masuk surga orang yang memutuskan tali silaturrahim. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Jubair bin Muth’im)

49- إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ

49. Sesunguhnya Allah Mahalembut, Dia menyukai kelembutan. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

50- إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ اَلنَّاسُ مِنْ كَلَامِ اَلنُّبُوَّةِ اَلْأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ, فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.

Sesungguhnya di antara yang didapatkan oleh manusia yang termasuk ucapan kenabian adalah “Apabila kamu tidak punya malu maka berbuatlah sekehendakmu.” (Hr. Bukhari dari Abu Mas’ud)

51- إِنَّ الدِّينَ يُسْر، وَلَنْ يَشادَّ الدينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فسَدِّدوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بالغُدْوة وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلَجة

51. Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika sebagian malam tiba.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

-52 حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

52. Surga dikelilingi dengan sesuatu yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi dengan sesuatu yang disenangi.” (Hr. Muslim dari Anas bin Malik)

53- «المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»

53. Seorang muslim (yang sempurna Islamnya) adalah orang yang kaum muslim lainnya dapat terjaga dari gangguan lisan dan tangannya. Orang yang berhijrah yang sesungguhnya adalah orang yang meninggalkan larangan Allah. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr)

54- «مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ»

54. Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan, jika Beliau suka maka Beliau makan, dan jika Beliau tidak suka, maka Beliau tinggalkan. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

55-«السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ القَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ»

55. Orang yang menanggung janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang melakukan qiyamullail dan berpuasa di siang hari. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

56-«أَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا» وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى

56. Aku dan orang yang mengurus anak yatim di surga itu seperti ini. Beliau berisyarat dengan kedua jarinya; jari telunjuk dan jari tengah (Hr. Bukhari dari Sahl bin Sa’ad)

57-«لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ»

57. Orang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika marah. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

58- نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

58. Dua nikmat yang banyak orang tertipu pada keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)

59-«مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ»

59. Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat-Nya seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

60-  أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ

60. Perkara yang paling banyak memasukkan seseorang ke surga adalah bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia. (Hr. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani)

61- مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

61. Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

62 - منْ قَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

61. Barang siapa yang menghidupkan malam Ramadhan (dengan ibadah, seperti dengan shalat tarawih dan membaca Al Qur’an) karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

62- «أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ»

62. Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

63- «العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ»

63. Umrah yang satu ke umrah berikutnya menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan untuknya selain surga. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

64- مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ، وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

64. Barang siapa yang berhaji karena Allah, tidak berkata kotor dan tidak melakukan kefasikan, maka dia akan pulang seperti keadaan ketika dilahirkan oleh ibunya. (Hr. Bukhari dari Abu Hurairah)

65- «لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ»

65. Ajarkanlah orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian untuk mengucapkan Laailaahaillallah. (Hr. Muslim dari Abu Sa’id Al Khudriy)

66- «يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ»

66. Setiap hamba dibangkitkan sesuai keadaannya saat meninggal dunia. (Hr. Muslim dari Jabir)

67- «لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللهِ الظَّنَّ»

67. Janganlah salah seorang di antara kamu meninggal dunia kecuali dalam keadaan bersangka baik kepada Allah. (Hr. Muslim dari Jabir)

68- تَهَادَوْا تَحَابَّوْا

68. Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai. (Hr. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, Ad Daulabiy dalam Al Kuna, Tammam dalam Al Fawaid, Ibnu ‘Addiy, ibnu Asakir, dan Baihaqi dari Abu Hurairah, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 1601)

69-  يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

69. Ada tiga yang mengantarkan mayit; dua akan pulang dan satu akan bersamanya. Keluarga, harta, dan amalnya akan mengantarkannya, lalu keluarga dan hartanya akan pulang, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

70- " إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

70. Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga; sedekahnya yang mengalir, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

71- «مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ العُلْيَا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

71. Barang siapa yang berperang agar kalimat Allah tinggi, maka dia di jalan Allah Azza wa Jalla (fii sabilillah). (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)

72- «كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ»

72. Cukuplah seorang telah berdosa besar ketika menyia-nyiakan orang yang ditanggungnya. (Hr. Abu Dawud dari Abdullah bin Amr, dihasankan oleh Al Albani)

73- مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ .

73. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

74- «يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ»

74. Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya dalam sehari seratus kali. (Hr. Muslim dari Abdullah bin Umar)

75- إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

75. Sesungguhnya Allah Ta’ala memaafkan umatku untukku, yaitu pada kesalahan yang tidak sengaja, lupa dan apa saja yang dipaksa.“ (Hr. Ibnu Majah, Baihaqi dan lainnya, dihasankan oleh Imam Nawawi)

76- أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ، أَوْ نَفْسِهِ

76. Orang yang paling bahagia mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan Laailaahaillallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya. (Hr. Bukhari dari Abu Hurairah)

77- «مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، تَابَ اللهُ عَلَيْهِ»

77. Barang siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima tobatnya. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

78- «إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ»

78. Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di tenggorokan. (Hr. Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar, dihasankan oleh Al Albani)

79- «مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ»

79. Sedekah tidaklah mengurangi harta, Allah tidaklah menambahkan kepada hamba-Nya yang mau memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu karena Allah melainkan Allah akan tinggikan. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

80- «انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ»

80. Lihatlah orang yang berada di bawahmu, jangan lihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

81- «الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ، أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ، وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ»

81. Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar terhadap gangguan mereka lebih besar pahalanya daripada orang mukmin yang tidak mau bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap gangguan mereka. (Hr. Ibnu Majah dari Ibnu Umar, dishahihkan oleh Al Albani)

82- «يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لاَ يُبَالِي المَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الحَلاَلِ أَمْ مِنَ الحَرَامِ»

82. Akan datang zaman bagi manusia, dimana seseorang tidak peduli lagi terhadap harta yang diambilnya, apakah dari yang halal atau dari yang haram. (Hr. Bukhari dari Abu Hurairah)

83- «لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ»

83. Tidak bergeser dua kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai ia ditanya tentang usianya; untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya; apa saja yang sudah diamalkan? Tentang hartanya; dari mana ia peroleh dan ke mana ia keluarkan? Serta tentang badannya; untuk apa ia kerahkan? (Hr. Tirmidzi dari Abu Barzah Al Aslami, dishahihkan oleh Al Albani)

84- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ: «صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ»

84. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, “Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) berpesan kepadaku tiga hal, yaitu: berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, melakukan dua rakaat di waktu Dhuha, dan berwitir sebelum tidur.” (Hr. Bukhari)

85- «عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ»

85. Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, semuanya baik baginya, dan hal itu hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur, maka hal itu baik baginya dan jika dia mendapatkan musibah dia bersabar, dan hal itu baik baginya. (Hr. Muslim dari Shuhaib)

86- «يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ»

86. Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan kepada manusia, sambunglah tali silaturrahim, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan sejahtera. (Hr. Ibnu Majah dari Abdullah bin Salam, dishahihkan oleh Al Albani)

87- «لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ»

87. Sungguh, hancurnya dunia lebih ringan bagi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim. (Hr. Tirmidzi dan Nasa’i dari Abdullah bin Amr, dishahihkan oleh Al Albani)

 -88حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ

88. Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada 6; jika bertemu ucapkanlah salam kepadanya, jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika ada yang bersin dan memuji Allah maka doakanlah, jika ada yang sakit maka jenguklah, dan jika ada yang meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.” (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

89- إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً, فَلَا يَتَنَاجَى اِثْنَانِ دُونَ اَلْآخَرِ, حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ

89. Apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik meninggalkan yang lain, sehingga kamu bergaul (bersama-sama) dengan yang lain, karena hal itu akan membuatnya sedih.” (Hr. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud. Lafaz ini adalah lafaz Muslim)

90- مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

90. Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturrahim.” (Hr. Bukhari)

91- إِنَّ اَللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ اَلْأُمَّهَاتِ, وَوَأْدَ اَلْبَنَاتِ, وَمَنْعًا وَهَاتِ, وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ, وَكَثْرَةَ اَلسُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ اَلْمَالِ.

91. Sesungguhnya Allah mengharamkan durhaka kepada orang tua, mengubur bayi wanita hidup-hidup, mencegah dan meminta, serta membenci “dikatakan dan katanya”, banyak bertanya juga menyia-nyiakan harta. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Mughirah bin Syu’bah)

92- رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ.

92. Ridha Allah ada pada keridhaan kedua orang tua, dan murka Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.” (Hr. Tirmidzi dari Abdullah bin Umar, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim)

93- لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ.

93. Tidak halal bagi seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga malam, ketika bertemu yang satu berpaling dan yang satunya lagi berpaling, dan orang yang paling baik di antara keduanya adalah orang yang memulai memberi salam. (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Ayyub)

94- كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ .

94. Setiap perbuatan baik adalah sedekah. (Hr. Bukhari dari Jabir)

95- مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ اَلدُّنْيَا, نَفَّسَ اَللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اَلْقِيَامَةِ , وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ, يَسَّرَ اَللَّهُ عَلَيْهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ.

95. Barang siapa yang menghilangkan sebuah derita dari derita-derita dunia yang menimpa seorang muslim, maka Allah akan menghilangkan sebuah derita dari derita-derita pada hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan orang yang susah, niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya apabila hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (Hr. Muslim dari Abu Hurairah)

96- مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

96. Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti yang mengerjakannya. (Hr. Muslim dari Ibnu Mas’ud)

97- تَعِسَ عَبْدُ اَلدِّينَارِ, وَالدِّرْهَمِ, وَالْقَطِيفَةِ, إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ, وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

97. Celaka hamba dinar, dirham dan kain beludru (yang mahal), jika diberi ia senang dan jika tidak diberi ia tidak ridha (marah).” (Hr. Bukhari)

98- مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ

98. Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (Hr. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

99- كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

99. Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah Allahumma Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah…dst. (artinya: Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari azab neraka.). (Hr. Bukhari dari Anas)

100- كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى اَلرَّحْمَنِ, خَفِيفَتَانِ عَلَى اَللِّسَانِ, ثَقِيلَتَانِ فِي اَلْمِيزَانِ, سُبْحَانَ اَللَّهِ وَبِحَمْدِهِ , سُبْحَانَ اَللَّهِ اَلْعَظِيمِ

100. Dua kalimat yang dicintai Allah Ar Rahman, ringan di lisan, dan memberatkan timbangan yaitu ‘Subhaanallahi wa bihamdih- Subhaanallahil ‘Azhim’ (artinya: Mahasuci Allah sambil memuji-Nya- Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (Hr. Bukhari dari Abu Hurairah).

Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Marwan bin Musa

0 komentar:

 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger