بسم الله الرحمن الرحيم
Terjemah Bulughul Maram (25)
Segala puji bagi
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
Kiamat, amma ba’du:
Berikut lanjutan terjemah Bulughul Maram karya
Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan
buku ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Dalam menyebutkan
takhrijnya, kami banyak merujuk kepada dua kitab; Takhrij dari cetakan Darul
‘Aqidah yang banyak merujuk kepada kitab-kitab karya Syaikh M. Nashiruddin
Al Albani rahimahullah, dan Buluughul Maram takhrij Syaikh Sumair Az
Zuhairiy –hafizhahullah- yang kami singkat dengan ‘TSZ’.
بَابُ
اَللِّبَاسِ
Bab
Pakaian
548- عَنْ أَبِي عَامِرٍ اَلْأَشْعَرِيِّ t
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ r , لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ
يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيرَ -
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ، وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيِّ
548.
Dari Abu Amir Al Asy’ari radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya akan ada pada umatku beberapa orang
yang menganggap halal zina dan sutera.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan
asalnya di Bukhari)[i]
549-وَعَنْ حُذَيْفَةَ t
قَالَ: , نَهَى
اَلنَّبِيُّ r
أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ اَلذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ, وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهَا,
وَعَنْ لُبْسِ اَلْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ, وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ - رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ
549.
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam melarang kami minum dengan bejana emas dan perak, dan melarang kami
makan dengannya, serta melarang memakai sutera tipis dan tebal, dan melarang
kami duduk di atasnya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)[ii]
550- وَعَنْ عُمَرَ t قَالَ: , نَهَى اَلنَّبِيُّ r
عَنْ لُبْسِ اَلْحَرِيرِ إِلَّا مَوْضِعَ إِصْبَعَيْنِ, أَوْ ثَلَاثٍ, أَوْ
أَرْبَعٍ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
550.
Dari Umar radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam melarang kami memakai sutera melainkan sekedar lebar dua jari atau tiga
atau empat.” (Muttafaq 'alaih, lafadz ini lafaz Muslim)[iii]
551- وَعَنْ أَنَسٍ t , أَنَّ اَلنَّبِيَّ r
رَخَّصَ لِعَبْدِ اَلرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ, وَالزُّبَيْرِ فِي قَمِيصِ
اَلْحَرِيرِ, فِي سَفَرٍ, مِنْ حَكَّةٍ كَانَتْ بِهِمَا -
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
551.
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
memberikan keringanan kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair memakai baju sutera
dalam safar, karena ada penyakit gatal pada mereka.” (Muttafaq 'alaih)[iv]
552- وَعَنْ عَلِيٍّ t
قَالَ: , كَسَانِي
اَلنَّبِيُّ r
حُلَّةً سِيَرَاءَ, فَخَرَجْتُ فِيهَا, فَرَأَيْتُ اَلْغَضَبَ فِي وَجْهِهِ,
فَشَقَقْتُهَا بَيْنَ نِسَائِي -
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ
552.
Dari Ali radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
pernah memberikan pakaian kepada saya yaitu kain sutera genggang (bergaris),
saya keluar dengan memakainya tetapi saya melihat sikap marah tampak di
mukanya, maka saya bagi-bagikan kepada perempuan-perempuan (di rumah) saya.”
(Muttafaq 'alaih, lafaz ini adalah lafadz Muslim)[v]
553- وَعَنْ أَبِي مُوسَى t
أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ r قَالَ: , أُحِلَّ اَلذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ
أُمَّتِي, وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهِمْ. - رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالنَّسَائِيُّ,
وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ
553.
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda, “Dihalalkan emas dan sutera untuk perempuan-perempuan dari
umatku dan diharamkan bagi laki-lakinya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’i dan
Tirmidzi serta ia shahihkan)[vi]
554-وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا;
أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ r قَالَ: , إِنَّ اَللَّهَ يُحِبُّ إِذَا أَنْعَمَ
عَلَى عَبْدٍ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَيْهِ -
رَوَاهُ اَلْبَيْهَقِيُّ
554.
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah suka apabila memberikan nikmat kepada
hamba-Nya dilihatnya bekas nikmat itu tampak padanya.” (Diriwayatkan oleh
Baihaqi)[vii]
555- وَعَنْ عَلِيٍّ t , أَنَّ رَسُولَ
اَللَّهِ r
نَهَى عَنْ لُبْسِ الْقَسِيِّ وَالْمُعَصْفَرِ -
رَوَاهُ مُسْلِمٌ
555.
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
melarang memakai pakaian yang ada sutera dan kain yang dicelup kuning.
(Diriwayatkan oleh Muslim)[viii]
556- وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ رَضِيَ اَللَّهُ
عَنْهُمَا, قَالَ: , رَأَى عَلَيَّ اَلنَّبِيُّ r
ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ, فَقَالَ: "أُمُّكَ أَمَرَتْكَ بِهَذَا?" - رَوَاهُ مُسْلِمٌ
556.
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma ia berkata, “Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam melihat dua kain yang dicelup dengan warna kuning pada diri
saya.” Maka sabdanya, “Apakah ibumu menyuruhmu memakai ini?” (Diriwayatkan oleh
Muslim)[ix]
557- وَعَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اَللَّهُ
عَنْهُمَا , أَنَّهَا
أَخْرَجَتْ جُبَّةَ رَسُولِ اَللَّهِ r مَكْفُوفَةَ اَلْجَيْبِ وَالْكُمَّيْنِ
وَالْفَرْجَيْنِ, بِالدِّيبَاجِ -
رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَأَصْلُهُ فِي "مُسْلِمٍ", وَزَادَ: , كَانَتْ عِنْدَ
عَائِشَةَ حَتَّى قُبِضَتْ, فَقَبَضْتُهَا, وَكَانَ اَلنَّبِيُّ r
يَلْبَسُهَا, فَنَحْنُ نَغْسِلُهَا لِلْمَرْضَى نَسْتَشْفِي بِهَا - وَزَادَ
اَلْبُخَارِيُّ فِي "اَلْأَدَبِ اَلْمُفْرَدِ". , وَكَانَ يَلْبَسُهَا لِلْوَفْدِ
وَالْجُمُعَةِ -
557.
Dari Asma binti Abu Bakr radhiyallahu 'anhuma, bahwa ia mengeluarkan jubah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang leher dan lengan bajunya serta
dua belahanya bersulam sutera. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan asalnya di
Muslim. Dan ia (Muslim) menambahkan: “Sebelumnya ada pada Aisyah, setelah ia
wafat, maka aku mengambilnya, jubah itu adalah jubah yang dipakai Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, kami basuh jubah itu buat orang-orang yang sakit
agar dipakai buat pengobatan.” Bukhari menambahkan dalam Al Adabul Mufrad,
“Beliau biasanya memakai jubah itu untuk menemui para utusan dan untuk shalat
Jum’at.”[x]
Bersambung….
Wa
shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Alih Bahasa:
[i] Shahih,
diriwayatkan oleh Abu Dawud (4039) bab Maa jaa’a fil khazz, hadits
tersebut dalam Bukhari secara mu’allaq (tanpa sanad) dan
dijazmkannya/dianggapnya shahih (10/51/5590), dari jalan Abdurrahaman bin
Ghanam Al Asy’ariy ia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu ‘Amir atau Abu
Malik Al Asy’ariy –demi Allah, dia tidak berdusta kepadaku- ia mendengar Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ليكونن من أمتي
أقوام يستحلون الخز (الحر -ذكره أبو موسى في
باب الحاء والراء المهملتين وهو الفرج) والحرير والخمر والمعازف، ولينزلن أقوام
إلى جنب علم يروح عليهم بسارحة لهم، يأتيهم -يعني: الفقير- لحاجة، فيقولوا: ارجع
إلينا غدا، فيبيتهم الله، ويضع العلم، ويمسخ آخرين قردة وخنازير إلى يوم القيامة
“Sungguh,
akan ada di kalangan umatku orang-orang yang akan menganggap halal khaz (baju
yang ditenun dengan woll dan sutera mahal, sedangkan Abu Musa menyebutkannya dalam
bab haa dan raa’ tanpa titik yang artinya (menganggap halal) zina-), sutera,
khamr dan alat musik dan akan ada orang-orang yang singgah ke samping gunung
lalu didatangi sore hari oleh pengembala yang membawa ternak mereka, datang
kepada mereka –yakni orang fakir- untuk suatu keperluan, namun mereka
mengatakan, “Kembalilah kepada kami besok”, lalu di malam harinya Allah
membinasakan mereka dan menjatuhkan gunung serta merubah bentuk mereka sehingga
seperti monyet dan babi sampai hari kiamat.”
Hadits ini dishahihkan oleh lebih dari
seorang dan tidak benar yang mendha’ifkannya –TSZ-.
Sedangkan lafaz Bukhari adalah sbb,
ليكونن من أمتي
أقوام يستحلون الخز والحرير والخمر والمعازف... الحديث
“Akan
ada di kalangan ummatku orang-orang yang akan menganggap halal khazz, sutera,
khamr (arak) dan alat musik…dst.
Hadits di atas juga dishahihkan oleh Al
Albani dalam Shahih Abu Dawud dan Ash Shahihah (91).
[ii] Shahih,
diriwayatkan oleh Bukhari (5837) dalam Al Libaas bab iftiraasyil hariir.
Al Misykaat (4321) .
[iii] Shahih, diriwayatkan
oleh Bukhari (5828) dalam Al Libaas bab lubsul hariir lir rijaal wa nadzru
maa yajuuzu minh, Muslim (2069) bab Tahriim isti’maali inaa’idz dzahab
wal fidhdhah. Al Misykaat (4324) .
[iv] Shahih,
diriwayatkan oleh Bukhari (2919) dalam Al Jihaad was sair, (5839) dalam Al
Libaas, Muslim (2076) bab Ibaahatu lubsil hariir lir rajul. Al
Misykaat (4326) .
[v] Shahih,
diriwayatkan oleh Bukhari (5840) bab lubsil hariir lin nisaa’, Muslim
(2071) dalam Al Libaas waz Ziinah. Al Misykaat (4322) .
Dalam TSZ dijelaskan bahwa lafaz ini
sama-sama dimiliki oleh Bukhari dan Muslim.
[vi] Shahih,
diriwayatkan oleh Tirmidzi (1720) bab Maa jaa’a fil hariir wadz dzahab,
ia mengatakan, “Hadits hasan shahih”, Nasa’i (5148) dalam Az Ziinah, Ath
Thayaalisiy (506), Ahmad (19009), Baihaqi (3/275), Thahaawiy (2/346) dalam Syarhul
Ma’aaniy dari beberapa jalan dari Naafi’ dari Sa’id bin Abi Hind dari Abu
Musa. Para perawinya adalah tsiqah, yaitu perawi Bukhari-Muslim namun terputus,
karena Ibnu Abi Hind tidak mendengar dari Abu Musa sama sekali sebagaimana kata
Daruquthni, juga diikuti oleh Al Haafizh dalam Ad Diraayah (hal. 328)
dan lainnya. Hadits ini memiliki beberapa jalan yang saling menguatkan,
banyaknya kelemahannya dapat tertutupi meski masing-masingnya tidak lepas dari
kelemahan. Al Irwaa’ (277), Al Misykaat (4341) dan dishahihkan
oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi (1720).
[vii] Shahih,
diriwayatkan oleh Baihaqi (3/271), lihat Shahihul Jaami’ (17120) –TCDA-,
dalam TSZ dijelaskan bahwa hadits tersebut meskipun dha’if sanadnya, tetapi
memiliki syahid-syahid yang menjadikannya shahih.
[viii] Shahih,
diriwayatkan oleh Muslim (2078) bab An Nahyu ‘an lubsir rajulits tsaub al
mu’ashfar, Al Misykaat (8443).
Dalam TSZ disebutkan lengkap hadits
tersebut sbb.:
وعن
تختم الذهب. وعن قراءة القرآن في الركوع
“Juga
melarang memakai cincin dari emas dan melarang membaca Al Qur’an ketika ruku.”
[ix] Shahih,
diriwayatkan oleh Muslim (2077) bab An Nahyu ‘an lubsir rajulits tsaub al
mu’ashfar, Al Misykaat (4327).
Dalam TSZ disebutkan lengkap hadits
tersebut sbb,
قال
عبد الله بن عمرو: قلت: أغسلهما. قال: "بل أحرقهما
Abdullah bin ‘Amr berkata: Akupun bertanya,
“Apa perlu saya cuci.” Beliau menjawab, “Bahkan bakarlah.”
[x] Shahih,
diriwayatkan oleh Abu Dawud (4054) bab Ar Rukhshah fil ‘alam wa khaitil
hariir, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Dawud (4054),
hadits Muslim (2069) dalam Al Libaas waz ziinah, Bukhari dalam Al
Adabul Mufrad (348), hadits ini ada pada Shahih Al Adabul Mufrad
karya Al Albani, ia mengatakan di sana “Hasan”, sedangkan dalam Al Misykaat
di no. 4325.