بسم
الله الرحمن الرحيم
(Syair Al Baidha, Syair Akidah Ahlussunnah wal Jamaah)
Oleh:
Prof.
Dr. Sulaiman bin Abdul Aziz Al ‘Uyuniy (Dosen Nahwu-Sharaf dan Fiqhul Lughah, Univ. M. bin Su’ud, Saudi
Arabia)
Alih Bahasa:
Marwan Hadidi, M.Pd.I
Segala puji bagi Allah
Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah,
keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat,
amma ba'du:
Berikut nazham (syair) Al Baidha (Yang Putih Bersinar)
tentang akidah kaum salaf (terdahulu) yang menjadi keselamatan
bagi kaum khalaf (mutaakhirin) karya Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Abdul Aziz
Al ‘Uyuniy (Dosen Nahwu-Sharaf dan Fiqhul Lughah fakultas Bahasa Arab di
Universitas Islam M. Bin Su’ud, KSA) semoga Allah menjadikan penerjemahan syair
ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Mukadimah
الْحَمْدُ
لِلْعَظِيْمِ الْوَاحِدِ الْكَرِيْمِ
مُصَلِّيًا
مُسَلِّمَا عَلَى الرَّسُوْلِ مُكْرِمَا
وَالْآلِ
وَالْأَصْحَابِ وَبَعْدُ يَاأَحْبَابِيْ
فَهَذِهِ
الْبَيْضَاءُ مَنْظُوْمَةٌ حَسْنَاءُ
عَلَى
عَقِيْدَةِ السَّلَفْ وَهِيَ النَّجَاةُ
لِلْخَلَفْ
Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung
Yang Mahaesa lagi Mahamulia
Seraya bershalawat, mengucapkan salam
Dan memuliakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
Demikian pula semoga shalawat dan salam terlimpah kepada keluarga
dan para sahabat
Adapun setelah itu, wahai kawan-kawan yang kucintai
Berikut ini adalah nazham Al Baidha yang merupakan syair yang
indah tentang akidah kaum salaf yang merupakan keselamatan bagi kaum khalaf.
Sumber Rujukan Akidah
Islam
قُرْآنُنَا
وَالسُّنّهْ بِفَهْمِ خَيْرِ
الْأُمَّهْ
أَكْرِمْ
بِهِمْ مِنْ سَلَفِ فََاعْضَضْ عَلَيْهِمْ وَاقْتَفِ
وَكُنْ
لَهُمْ مُتَّبِعَا لاَزَائِغً
مُبْتَدِعَا
Rujukannya adalah Al Qur’an dan As Sunnah[i]
Dengan pemahaman sebaik-baik umat (para sahabat, tabiin, dan
tabi’ut tabiin)
Sungguh mulianya kaum salaf itu
Maka gigitlah dengan kuat dan ikutilah
Jadilah pengikut mereka
Bukan sebagai orang yang menyimpang[ii]
lagi mengada—ada
Tiga Dasar Utama
مَنْ رَبُّنَا
؟ الرَّحْمَنُ مَعْبُوْدُنَا الْمَنَّانُ
اللهُ
رَبُّ الْخَلْقِ يُمِدُّنَا بِالرِّزْقِ
وَدِيْنُنَا
الْإِسْلاَمُ مَعْنَاهُ
الْإِسْتِسْلاَمُ
ِللهِ
طَائِعِيْنَا حَقَّا مُوَحِّدِيْنَا
ثُمَّ
مَنِ النَّبِيُّ؟ مُحَمَّدُ الزَّكِيُّ
مُرْشِدُنَا
ِللهِ أَبُوْهُ عَبْدُ اللهِ
صَلِّ
وَسَلِّمْ رَبِّيْ عَلَى حَبِيْبِ الْقَلْبِ
Jika engkau ditanya
‘Siapa Tuhan kita?” Jawablah Allah Ar Rahman (Yang Maha Pengasih)
Tuhan yang kita sembah
Dia Sang Pemberi nikmat
Karena Allah adalah
Tuhan semua makhluk
Dialah yang memberikan
kita rezeki
Di samping itu, agama
kami adalah Islam
Yang artinya menyerahkan
diri
Kepada Allah sambil
menaati
Seraya mentauhidkan-Nya
dengan sesungguhnya (sambil berlepas diri dari syirik dan para pelakunya)
Jika engkau ditanya,
“Siapa Nabimu?”
Jawablah Nabiku Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam seorang yang bersih (hati, akhlak, dan nasab)
Beliaulah yang menuntun
kita kepada Allah
Ayahnya bernama Abdullah
Maka berilah shalawat
dan salam ya Rabbi
Kepada kekasih hati
(Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam)
Tauhid dan Pembagiannya
خُلِقْتُ
لِلتَّوْحِيْدِ وَطَاعَةِ الْمَجِيْدِ
فَاللهُ
رَبِّيى الْأَحَدُ فِي فِعْلِهِ
وَالصَّمَدُ
مُصَرِّفٌ
وَخَالِقُ مُشَرِّعٌ وَرَازِقُ
مُعْتَقِدًا
إِفْرَادَهْ بِالْقَصْدِ وَالْعِبَادَهْ
كَالذَّبْحِ
وَالصَّلاَةِ وَالْحَجِّ وَالزَّكَاةِ
وَالنَّذْرِ
وَالدُّعَاءِ وَالْخَوْفِ وَالرَّجَاءِ
وَصَرْفُهَا
لِغَيْرِهِ شِرْكٌ خِلاَفُ أَمْرِهِ
لَهُ صِفَاتُهُ
الْعُلاَ وَأَسْمَاؤُهُ الْحُسْنَى بِلاَ
تَحْرِيْفِ
أَوْ تَعْطِيْلِ تَكْيِيْفِ أَوْ تَمْثِيْلِ
فَرَبُّنَا
عَظِيْمُ وَوَجْهُهُ كَرِيْمُ
فَوْقَ
السَّمَاءِ قَدْ عَلاَ حَقًّا عَلَى
اْلعَرْشِ اسْتَوَى
وَيَنْزِلُ
الْغَفََّارُ إِذَا تَجِي الْأَسْحَارُ
ذُو
الدَّرَجَاتِ الْعُلْيَا إِلَى السَّمَاءِ
الدُّنْيَا
قُرْآنُهُ
الْمُرَتَّلُ كَلاَمُهُ الْمُنَزَّلُ
وَلَيْسَ
بِالْمَخْلُوْقِ أَوْ نَاِقِصٍ مَلْحُوْقِ
Aku diciptakan untuk mentauhidkan
(mengesakan) Allah
Serta menaati-Nya Yang
Mahamulia
Allah adalah Tuhanku Yang Mahaesa
Dalam perbuatan-Nya
(Seperti Mencipta dan Mengatur alam semesta), Dia adalah Ash Shamad (tempat
bergantung semua makhluk)
Dia juga yang mengatur
alam semesta dan yang menciptakannya
Juga yang menetapkan
syariat dan yang memberikan rezeki
Kita meyakini
keesaan-Nya
dalam perbuatan hamba
yaitu ibadah (dengan hanya menyembah dan beribadah kepada-Nya)
Seperti berkurban,
shalat, haji, dan zakat
Nadzar, doa, rasa takut
dan berharap
Sedangkan mengarahkan
ibadah itu kepada selain-Nya adalah perbuatan syirik yang menyelisihi
perintah-Nya
Allah memiliki
sifat-sifat yang tinggi
Nama-nama-Nya juga indah
Semua itu tanpa kita
menakwilkan dan meniadakan,
Juga tanpa menanyakan
kaifiyatnya dan atau menyerupakan dengan makhluk-Nya
Oleh karenya Tuhan kita
Mahaagung
Wajah-Nya Mahamulia
Dia benar-benar di atas
langit
Bersemayam di atas
Arsyi-Nya
Dia Yang Maha Pengampun
juga turun
Saat tiba waktu sahur
ke langit dunia
Dan Dia pemilik derajat
yang tinggi
Kitab-Nya Al Qur’an yang
dibaca secara tartil
Adalah firman-Nya yanag
diturunkan
Ia bukanlah makhluk
Atau yang berkurang
daripada-Nya atau yang baru menyertai-Nya
Tingkatan Agama dan
Penjelasannya
إِسْلاَمُنَا
السَّعَادَةْ أَوََلُهُ الشَّهَادَهْ
لاَرَبَّ
لاَ إِلَهُ بِالْحَقِّ إِلاَّ اللهُ
أَعْبُدُهُ
بِمَا شَرَعَ رَسُوْلُهُ وَمَا مَنَعَ
أَتْرُكُهُ
جَمِيْعَا مُصَدِّقًا مُطِيْعَا
وَخَمْسََنَا
نُصَلِّيْ وَمَالَنَا نُزَكِّيْ
فِي رَمََضَانَ
صََوْمُنَا لِِبَيْتِ رَبِّيْ حَجُّنَا
إِيْمَانُنَا
بِاللهِ الْوَاحِدِ اْلِإلَهِ
وَبَعْدُ
بِالْمَلاَئِكََهْ وَكُتْبِهِ الْمُبَارَكَهْ
وَرُسْلِهِ
وَالْقَدَرِ وَيَوْمِهِ الْمُؤَخَّرِ
مَلاَئِكٌ
مِنْ نُوْرِ تَعْمَلُ بِالْمَأْمُوْرِ
كَخَازِنِ
الْجِنَانِ وَمَالِكِ النِّيْرَانِ
مِيْكَالُ
إِسْرَافِيْلُ وَخَيْرُهُمْ جِبْرِيْلُ
وَكُتْبُهُ
الدُّسْتُوْرُ الصُّحُفُ وَالزَّبُوْرُ
تَوْرَاةُ
وَالْإِنْجِيْلُ وَخَتْمُهَا التَّنْزِيْلُ
وَرُسْلُهُ
بِالْحَتْمِ أَفْضَلُهُمْ ذُو الْعَزْمِ
نُوْحٌ
فَإِبْرَاهِيْمُ وَبَعْدَهُ الْكَلِيْمُ
وَبَعْدَ
عِيْسَى أَحْمَدُ الْخَاتَمُ الْمُؤَيَّدُ
وَقَدَرُ
الْوَهَّابِ بِالْعِلْمِ فَالْكِتَابِ
فَشَاءَهُ
ثُمَّ بَرَا فَكَوَّنَ الْمُقَدَّرَا
نُؤْْمِنُ
بِالْمُفَصَّلِ فِيْمَا مَضَى وَالْمُجْمَلِ
وَالدِّيْنُ
يَاإِخْوَانُ قِمَّتُهُ الْإِحْسَانُ
أَنْ يُعْبَدَ
الْإِلَهُ كَأَنَّنَا نَرَاهُ
أَوْ نُوْقِنَ
الْإِيْقَانَا بِأَنَّهُ يَرَانَا
إِيْمَانِ
بِاللِّسَانِ وَاْلقَلْبِ وَالْأَرْكَانِ
يَزِيْدُ بِالطَّاعَاتِ يَقِِلُّ
بِالزَّلاَّتِِ
وَلاَ نُكَفِّرْ مُسْلِمَا بِالذَّنْبِ
مَهْمَا عَظُمَا
مَالَمْ يُصِبْ مُكَفِّرَا وَانْصَحْ
لَهُ وَحذِّرَا
وَلْتَحْذَرِ الْإِرْجَاءَ وَالشِّرْكَ
وَالرِّيَاءَا
Agama Islam yang membawa
kepada kebahagiaan
Diawali dengan syahadat
Tidak ada Rabb (Penguasa
dan Pengatur alam semesta) dan tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan
benar kecuali Allah
Aku beribadah kepada-Nya
sesuai syariat Rasul-Nya
Sedangkan yang Beliau
larang, maka aku tinggalkan semua
Sambil membenarkan apa
yang Beliau sabdakan serta menaati perintahnya
Setiap hari kita shalat
yang lima waktu
Dan harta (yang telah
mencapai nishab) kita keluarkan zakatnya
Di bulan Ramadhan kita
berpuasa
Dan ke Baitullah kita
berhaji
Dalam beriman, maka kita
beriman kepada Allah
Yang Mahaesa lagi Yang
berhak disembah satu-satunya
Setelah itu beriman
kepada para malaikat
dan beriman kepada kitab-kitab yang diberkahi
serta beriman kepada
para rasul-Nya juga beriman kepada takdir
demikian juga beriman
kepada hari Akhir
Malaikat diciptakan dari
cahaya
Mengerjakan semua
perintah
Ada malaikat penjaga
surga (Ridwan)
Ada juga malaikat Malik
penjaga neraka
Ada malaikat Mikail dan
Israfil
Yang terbaiknya adalah
malaikat Jibril
Kitab-kitab-Nya adalah
pedoman hidup
Termasuk di dalamnya
lembaran-lembaran wahyu dan kitab Zabur
Demikian juga Taurat dan
Injil
Penutupnya adalah At
Tanzil (Al Qur’an)
Para rasul-Nya yang
paling utama adalah pemilik kesabaran yang tinggi
Yaitu Nabi Nuh, Ibrahim,
Dan Nabi yang diajak
bicara oleh Allah (Nabi Musa alaihis salam)
Selanjutnya Nabi Isa dan
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Sebagai penutup para
nabi yang dikuatkan
Adapun takdir Allah Al
Wahhab, maka itu telah diketahui-Nya, telah dicatat-Nya,
Demikian juga telah
dikehendaki-Nya, dan diciptakan-Nya
Dia mewujudkan apa yang
ditakdirkan-Nya
Kita juga beriman kepada
semua yang dirincikan Al Qur’an dan As Sunnah terhadap semua itu
Demikian juga beriman secara
garis besarnya (yang tidak disebutkan secara rinci)
Agama ini wahai saudara
Puncaknya adalah ihsan
Yaitu kita menyembah
Allah Azza wa Jalla
seakan-akan kita
melihat-Nya
atau kita meyakini bahwa
Dia melihat kita
Iman itu pengakuan di
lisan, pembenaran di hati dan perbuatan dengan anggota badan
Ia bisa bertambah dengan
ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan
Kita juga tidak
mengkafirkan orang muslim
Karena dosa yang
dilakukannya betapa pun besarnya
Selama ia tidak
melakukan dosa yang membuatnya kafir,
Meskipun begitu
nasihatilah dia dan berilah peringatan
Dan jauhilah pemikiran Murji’ah
(yang tidak memasukkan amal ke dalam iman dan bahwa iman menurut mereka tidak
bertambah dan tidak berkurang)
Demikian pula
berhati-hatilah terhadap syirik dan riya (beramal agar dipuji manusia)
Peristiwa di Akhirat
نُؤْمِنُ
بِالْقِيَامَةِ وَالْقَبْرِ فِى
الْبِدَايَةِ
سُؤَالِهِ
وَضَمَّتِهْ عَذَابِهِ وَنِعْمَتِهْ
فَالْبَعْثِ
ثُمَّ الْحَشْرِ عَلَى اخْتِلاَفِ
الْقَدْرِ
فَيَشْفَعُ
النَّبِيُّ مَقَامُهُ الْعَلِيُّ
فَيُنْشَرُ
الْكِتَابُ وَيَبْدَأُ الْحِسَابُ
بِالْعَدْلِ
وَالْمِيْزَانِ وَالْفَضْلِ
وَالْغُفْرَانِ
نُؤْمِنُ
بِالظِّلاَلِ وَالْحََوْضِ
وَالْأَهْوَالِ
وَالْجِسْرِوَالنِّيْرَانِ واَلْخُلْدِ وَالْجِنَانِ
وَرُؤْيَةُ
الْأَبْرَارِ بِالْعَيْنِ لِلْجَبَّارِ
Kita juga beriman kepada
hari Kiamat
Diawali dengan peristiwa
di alam kubur
Berupa pertanyaan
(Munkar dan Nakir tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya) dan
himpitan kubur
Selanjutnya azab kubur
atau nikmatnya
Kemudian kebangkitan dan
dikumpulkannya manusia
Dengan keadaan mereka
yang berbeda-beda
Lalu Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam memberikan syafaat
Dimana kedudukannya
ketika itu sangatlah tinggi
Catatan amal pun dibuka
Dan mulailah terjadi
hisab
Yang berjalan dengan
adil dan disiapkan pula timbangan
Dan ada pula hisab yang
hanya ditunjukkan amal perbuatannya, kemudian mendapatkan karunia dan
ampunan-Nya
Kita juga beriman kepada
naungan yang Allah adakan,
Juga kepada telaga yang
disiapkan serta beriman terhadap berbagai peristiwa yang mengerikan
Termasuk jembatan yang
dibentangkan di atas neraka, dan neraka yang berada di bawahnya
Serta beriman terhadap
kekekalan yang terjadi setelahnya, dan beriman juga terhadap surga-Nya
Orang-orang yang
berbakti nanti akan melihat Allah Yang Mahaperkasa
Dengan mata kepala
mereka
Hak-Hak Yang Harus
Ditunaikan dan Akhlak Mulia
نُوَحِّدُ
الْقَهَّارَا وَنَتْبَعُ الْمُخْتَارَا
تَعْظِيْمُنَا
لِلْمُصْطَفَى بِلاَ غُلُوٍّ أَوْ جَفَا
نُؤْمِنُ
بِالتَّكْرِيْمِ وَالْحُبِّ وَالتَّسْلِيْمِ
لِآلِهِ
وَصَحْبِهِ وَزَوْجِهِ وَحِزْبِهِ
سُبْحَانَهُ
فَضَّلَهُمْ رَبِّي كَمَا اسْتَخْلَفَهُمْ
نَبَرُّ
وَالِدِيْنَا وَالْعُلَمَا
لَدَيْنَا
وَنُكْرِمُ
اْلإِخْوَانَا وَالْأَهْلَ وَالْجِيْرَانَا
وَنَلْزَمُ
الْجَمَاعَهْ باِلنُّصْحِ وَالْإِطَاعَهْ
لِأَوْلِيَاءِ
اْلأَمْرِ فِي مَنْشَطٍ أَوْ عُسْرِ
فِي غَيْرِمَا
عِصْيَانَا وَلْنَدْعُ لِلسُّلْطَانِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَالِهِمْ وَالْكَافِرِيْنَ عَادِهِمْ
بِالْحُبِّ
وَالْإِسْعَافِ وَالْبُغْضِ وَالْإِنْصَافِ
وَلْتَحْفَظِ
اللِّسَانَا وَطَهِّرِالْجَنَانَا
وَاصْبِرْ
لِأَجْلِ الْحَقِّ وَكُنْ جَمِيْلَ الْخَلْقِ
سَهْلاً
حَلِيْمًا رَاحِمَا جَلْدًا كَرِيْمًا
حَازِمَا
مَكَارِمُ
الْأَخْلاَقِ مَفَاتِحُ الْأَرْزَاقِ
وَتَرْفَعُ
الْإِنْسَانَا وَتُثْقِلُ الْمِيْزَانَا
Kami mengesakan Allah
Yang Mahaperkasa
Serta mengikuti Nabi
pilihan (Muhammad shallallahu alaihi wa sallam)
Kami memuliakan Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam[iii]
Namun tanpa berlebihan[iv]
atau meremehkan[v]
Kami juga memuliakan,
mencintai, dan mengucapkan salam
kepada keluarga Nabi,
para sahabatnya, istri-istrinya, dan para pengikutnya
Allah Subhanahu wwa
Ta’ala memuliakan mereka sebagaimana mengangkat mereka sebagai khalifah
Kami juga berbakti
kepada kedua orang tua kami
dan menghormati para
ulama yang ada di sekitar kami
Kami juga memuliakan
saudara kami,
Demikian juga kepada
keluarga dan tetangga
Kami juga tetap bersama
jamaah (kaum muslimin) seraya memberikan nasihat dan menaati
Para pemimpin kami
baik ketika semangat
atau pun ketika sulit
Tentunya dalam hal yang
bukan maksiat
Dan kami juga mendoakan
kebaikan untuk pemimpin
Sedangkan terhadap kaum
muslimin berikanlah sikap wala (loyalitas) kepada mereka
dan kepada orang-orang
kafir berikanlah sikap bara (berlepas diri)
Wala adalah dengan
mencintai dan menolong,
Sedangkan bara adalah
dengan membenci dan berlaku adil
Demikian juga hendaknya
engkau menjaga lisan
Serta membersihkan hati
Bersabar di atas
kebenaran
Dan memiliki akhlak yang
mulia
Ramah, santun, dan
penyayang
tangguh, dermawan, dan teguh
pendirian
Hal itu karena akhlak
yang mulia
adalah kunci rezeki
Juga meninggikan derajat
seseorang
Dan memberatkan
timbangan
Penutup
تَمَّتْ
بِحَمْدِ رَبِّيْ حَبِيْبَةً لِقَلْبِيْ
حَاوِيَةَ
الْأُصُوْلِ مَأْمُوْلَةَ الْقَبُوْلِ
أَحْيَا
بِهَا حَيَاتِيْ أَرْجُوْ بِهَا نَجَاتِيْ
يَارَبِّ
يَسِّرْ عِلْمَهَا وَشَرْحَهَا وَفَهْمَهَا
وَالْحَمْدُ
لِلْحَمِيْدِ خَاتِمَةُ الْقَصِيْدِ
Selesai syair ini sambil
memuji Tuhanku
syair yang sangat
kucintai
Karena memuat berbagai
pokok akidah
Dan semoga diterima oleh
Allah Yang kuasa
Di atas akidah itu aku
hidup sambil berharap memperoleh keselamatan
Ya Rabbi, permudahlah
mengetahuinya, menjelaskannya, dan memahaminya
Dan segala puji bagi
Allah Al Hamid
Yang menjadi akhir tujuanku.
Selesai wal hamdulillahi
rabbil ‘alamin.
Wallahu
a’lam wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammad wa alaa alihi wa shahbihi wa sallam
Alih Bahasa:
Marwan Hadidi, M.PdI
[i] Oleh karenanya
rujukan akidah Islam bukanlah filsafat, ilmu kalam, teologi, mimpi, kasyf
(tersingkap tabir ghaib), ra’yu, pendapat manusia, dsb. Tetapi rujukannya
adalah Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma Salaful Ummah (generasi pertama Islam).
[ii] Seperti mereka yang
menolak Al Qur’an dan As Sunnah, atau membatasi diri dengan Al Qur’an saja,
atau mengutamakan akal di atas Al Qur’an dan As Sunnah, atau mengutamakan
pendapat pribadi di atas pemahaman kaum salaf.
[iii] Seperti dengan
menaati perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan sabdanya, dan beribadah
sesuai contohnya.
[iv] Seperti halnya
orang-orang Nasrani yang berlebihan terhadap nabi mereka sampai menuhankan.
[v] Seperti halnya
orang-orang Yahudi yang meremehkan nabi mereka sampai meenyakiti, mendustakan,
bahkan sampai ada nabi yang mereka bunuh.