بسم الله الرحمن الرحيم
Khutbah
Jum'at
Di
Mana Letak Kepedulian Kita?
Oleh: Marwan Hadidi, M.Pd.I
Khutbah I
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ
اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ
رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي
تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا --يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فقَدْ فَازَ فوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا
بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَيُ مُحَمَّدٍ
وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاثُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Ma'asyiral
muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah
Pertama-tama kita panjatkan puja dan puji syukur kepada
Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat,
terutama nikmat Islam dan nikmat taufiq, sehingga kita dapat melangkahkan kaki
kita menuju rumah-Nya melaksanakan salah satu perintah-Nya yaitu shalat Jumat
berjamaah.
Shalawat dan salam tidak lupa kita sampaikan kepada Nabi
kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para
sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat.
Khatib berwasiat baik kepada diri khatib sendiri maupun
kepada para jamaah sekalian; marilah kita tingkatkan terus takwa kita kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa dalam arti melaksanakan perintah-perintah
Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena orang-orang yang bertakwalah
yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia di di akhirat.
Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
«يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ
كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا» ، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ
نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ
غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ
الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ» ،
فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ
الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ»
“Hampir saja tiba saatnya bangsa-bangsa
mengerumunimu sebagaimana para undangan mengerumuni makanan yang ada di atas piring,”
lalu ada seorang yang bertanya, “Apakah karena jumlah kita sedikit ketika itu?”
Beliau menjawab, “Bahkan ketika itu jumlah kalian banyak. Akan tetapi kalian
seperti buih, yaitu buih di aliran air. Allah akan mencabut dari dada-dada
musuh kalian rasa takut kepada kalian dan menanamkan ke dalam hati kalian Al
Wahn.” Kemudian ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu wahn?” Beliau
menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (Hr. Ahmad dan Abu Dawud dari Tsauban,
dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 8183)
Benar sekali apa yang disabdakan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umat Islam saat ini menjadi santapan
musuh-musuhnya, mereka diserang, ditindas, dijajah, dizalimi, dan bahkan diusir
dari kampung halamannya. Jika kita bertanya kepada diri kita; apakah jumlah
kita umat Islam saat ini sedikit? jawabnya “Tidak,” bahkan jumlah kita banyak,
tetapi keadaan kita seperti buih di aliran air yang tidak berkualitas sama
sekali karena jauh dari nilai-nilai Islam dan tidak diperhitungkan lagi oleh
musuh-musuh Islam.
Sekarang mari kita tengok keadaan kaum
muslimin di belahan dunia:
Kaum muslimin di Palestina
Dari sejak Oktober 2023 hingga saat ini (Juli
2026 atau 1447/1448 H) telah lebih dari 73.000 kaum muslimin gugur dibantai dan digenosida oleh penjajah Zionis,
rumah-rumah, masjid-masjid, sekolah-sekolah, bahkan rumah sakit pun dihancurkan
oleh mereka, padahal umat Islam dan negara-negara Islam banyak jumlahnya,
tetapi entah di mana mereka dan mengapa banyak yang diam terhadap saudaranya? Apakah
mereka mengira dengan bersikap diam, mereka tidak akan ditanya di hadapan Allah
Azza wa Jalla? Dan apakah demikian sikap yang benar? Tidakkah mereka mendengar
sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ
وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ
سَائِرُ الْجَسَدِ بالْحُمَّى والسَّهَرِ
“Perumpamaan
kaum mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi adalah seperti
sebuah jasad; jika salah satunya sakit, maka yang lain ikut merasakannya dengan
demam dan tidak bisa tidur.” (Hr. Muslim dari Nu’man bin Basyir)
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ
بَعْضُهُ بَعْضًا
"Orang mukmin bagi orang mukmin
lainnya seperti sebuah bangunan, yang satu dengan yang lain saling
menguatkan." (Hr. Bukhari dan Muslim)
«الْمُسْلِمُونَ
كَرَجُلٍ وَاحِدٍ، إِنِ اشْتَكَى عَيْنُهُ، اشْتَكَى كُلُّهُ، وَإِنِ اشْتَكَى، رَأْسُهُ
اشْتَكَى كُلُّهُ»
“Kaum muslim seperti satu orang, jika matanya
sakit, maka akan merasa sakit semua badannya. Jika kepalanya sakit, maka semua
badannya juga ikut merasakan sakit.” (Hr. Muslim)
Tidakkah mereka
takut teguran Allah Subhaanahu wa Ta'ala pada hari Kiamat kepada seorang hamba
karena tidak peduli dengan saudaranya, Dia berfirman dalam hadits Qudsi,
يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ
تَعُدْنِى . قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ .
قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا
عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ
فَلَمْ تُطْعِمْنِى . قَالَ يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ
الْعَالَمِينَ . قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ
فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ
عِنْدِى يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِى . قَالَ يَا رَبِّ
كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ اسْتَسْقَاكَ عَبْدِى
فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى »
.
"Wahai anak Adam! Aku sakit, namun
kamu tidak menjengukku." Ia (anak Adam) berkata, "Wahai Tuhanku,
bagaimana aku menjengukmu, sedangkan Engkau Rabbul 'alamin?" Allah
berfirman, "Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit,
tetapi kamu tidak menjenguknya. Kalau sekiranya kamu mau menjenguk, tentu kamu
akan mendapati-Ku di sisinya. Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu,
namun kamu tidak memberi-Ku makan." Ia berkata, "Wahai Tuhanku,
bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau Rabbul 'alamin?" Allah
berfirman, "Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan
kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberi, tentu
kamu akan mendapatkan yang demikian di sisi-Ku. Wahai anak Adam! aku meminta
minum kepadamu, namun kamu tidak memberi-Ku minuman." Ia berkata,
"Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Rabbul
'alamin?" Allah berfirman, "Hamba-Ku si fulan telah meminta minum
kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberinya,
tentu kamu akan mendapatkan yang demikian itu di sisi-Ku." (Hr. Muslim)
Di samping itu ada 9.000 lebih saudara
kita warga Palestina yang mendekam di penjara Zionis, mereka disiksa, dibuat
kelaparan, dibunuh, dan lain-lain. Di antara tawanan itu ada wanita dan
anak-anak. Di manakah kaum muslimin? Di mana negara-negara Islam yang banyak
jumlahnya? Di mana letak kepedulian kita?”
Tidakkah
mereka menginginkan keselamatan di akhirat, padahal Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ
مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ
كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ
عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ
فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ
فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Barang
siapa yang menghilangkan satu derita (kesulitan) dari derita-derita dunia yang
menimpa seorang mukmin, maka Allah akan menghilangkan satu derita dari derita-derita
hari kiamat, dan barang siapa yang memudahkan orang yang susah, niscaya Allah
akan memudahkannya di dunia dan akhirat, dan barang siapa menutupi aib seorang
muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah
senantiasa menolong hamba-Nya apabila hamba tersebut mau menolong saudaranya.”
(Hr. Muslim)
Kaum
muslimin di Uighur
Demikian
pula yang dialami saudara kita di Uighur, dimana bangsa Cina telah menjajah
mereka, menindas mereka, mengusir mereka, merobohkan masjid-masjid Allah,
memisahkan anak-anak mereka dengan orang tuanya, memenjarakan kaum muslimin,
dan merendahkan syiar-syiar Islam. Di manakah kaum muslimin? Di mana
negara-negara Islam yang banyak jumlahnya? Apakah mereka tetap diam saja
melihat saudaranya ditindas? Di mana letak kepedulian kita?”
Kaum muslimin di Sudan
Demikian
pula yang dialami saudara kita di Sudan, sejak April 2023 hingga saat ini telah
mencapai 150.000 lebih kaum muslimin yang tewas, dan lebih dari 552 ribu
anak-anak meninggal karena kekurangan gizi. Sekali lagi kami bertanya, “Di
manakah kaum muslimin? Di mana Negara-negara Islam yang banyak jumlahnya? Di
mana letak kepedulian kita?”
Sesungguhnya pada cobaan dan ujian
tersebut menghendaki kita bangun dari tidur kita, sadar dari kelalaian kita,
dan bahwa kita sedang dijauhkan dari agama kita oleh musuh-musuh kita. Demikian
pula agar semakin jelas siapa yang membela agama Allah dan menolong
hamba-hamba-Nya, dan siapa yang menelantarkannya, Dia berfirman,
وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ
يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan
rasul-rasul-Nya padahal dia tidak melihat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat
lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al Hadid: 25)
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ
ِللهِ نَاصِرِ الْمَظْلُوْمِيْنَ وَمُنْجِي الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَقَاصِمِ الْجَبَابِرَةِ
وَالْمُتَكَبِّرِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ
عَلَى الظَّالِمِيْنَ. وَأَشْهد
أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
أَرْسَلَهُ اللهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنََ . أَمَّا بَعْدُ:
Ma'asyiral muslimin sidang shalat
Jum'at rahimakumullah
Jika kita ingin memperoleh pertolongan dan
perlindungan Allah serta keselamatan
dari-Nya di dunia dan di akhirat, caranya adalah dengan menolong dan membantu saudara
kita kaum muslimin yang terzalimi. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
«المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ
لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ
فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً
مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ
القِيَامَةِ»
“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, dia
tidak boleh menzaliminya dan membiarkannya terzalimi. Barang siiapa yang
memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang
siapa yang menghilangkan satu penderitaan yang menimpa seorang muslim, maka
Allah akan menghilangkan penderitaannya nanti di hari Kiamat. Barang siapa yang
menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari Kiamat.”
(Hr. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Menolong
orang yang terzalimi adalah fardhu kifayah bagi kaum mukmin. Siapa yang sudah
melakukannya, maka gugur kewajiban itu bagi yang lain. Hal ini menjadi wajib
bagi pemimpin, kemudian bagi orang yang memiliki kemampuan menolong jika tidak
ada yang mau menolong selainnya, baik ia sebagai pemimpin maupun yang lain.” (Umdatul
Qari 6/573)
Terkait Palestina, para ulama yang
tergabung dalam Al Ittihad Al ‘Alami Li Ulama’il Muslimin (Persatuan
Ulama Muslim Dunia) berkata,
وَاجِبٌ شَرْعًا عَلَى كُلِّ
مُسْلِمٍ بَالِغٍ اَنْ يُقَدِّمَ الدَّعْمَ الْعَسْكَرِيَّ وَالْمَالِيَّ وَالسِّيَاسِيَّ
وَالْحُقُوْقِيَّ لِلْمُقَاوَمَةِ اْلفِلِسْطِيْنِيَّةِ فِي غَزَّةَ فَوْرًا دُوْنَ
أَيِّ تَأْخِيْرِ
"Merupakan kewajiban agama bagi setiap Muslim
dewasa untuk memberikan dukungan militer, keuangan, politik, dan hukum kepada
Perlawanan Pembelaan Palestina di Gaza dengan segera dan tanpa menunda.”
Terkait Uighur, perwakilan mereka
telah mendatangi sebagian negeri kaum muslimin untuk meminta bantuannya
sebagaimana kami sebutkan dalam channel kami ini:
https://t.me/wawasan_muslim/3368
Terkait Sudan, Persatuan Ulama
Muslim Dunia menyerukan kepada Organisasi Kerja Sama Islam dan Uni Afrika untuk
menjalankan tanggung jawab historis mereka terhadap Sudan dan pemerintah yang
sah, serta bekerja untuk menghentikan pertempuran dan menyelamatkan warga sipil.
Persatuan Ulama Muslim Dunia juga menyerukan kepada para pemimpin agama, ulama,
dan Dai di Sudan untuk menjalankan peran mereka dalam perbaikan, menghentikan
pertumpahan darah, dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan
pribadi atau kelompok. Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا
بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka
damaikanlah antara kedua saudaramu." (QS Al-Hujurat: 10)
Hal ini sebagaimana yang kami liris fatwanya di link
ini: https://t.me/wawasan_muslim/25670
Dengan demikian, hendaknya kaum muslimin bersatu
membantu saudaranya yang tertindas. Negeri-negeri Islam seperti yang tergabung
dalam OKI jika memungkinkan perlu membentuk pasukan seperti halnya Nato dalam
PBB, demikian pula baik pemerintah maupun rakyat peduli dengan saudaranya
tertindas. Bagi seorang yang memiliki kedekatan dengan pemerintah bisa
menyampaikan kepada pemerintah akan kewajiban menolong saudaranya yang tertindas,
bagi kaum muslimin hendaknya membantu baik dengan doa, harta, maupun tenaga.
Demikian pula para khatib hendaknya mendorong kaum muslimin untuk membantu
mereka dengan apa yang bisa mereka bantu.
Khatimah
Sebagai penutup, kami sampaikan kisah menarik bagaimana
Ibnu Taimiyah datang langsung ke hadapan pemerintah untuk membela kaum muslimin
yang tertindas sebagaimana dalam kitab Dzail Thabaqat Al Hanabilah sebagai
berikut:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah bersafar memakan
perjalanan satu barid (kurang lebih 20 km lebih) ke Mesir guna meminta
pemerintah (Sultan Bani Mamalik An Nashir Muhammad Qalawun) menghadapi pasukan
Tartar yang datang pada tahun tertentu, lalu beliau membacakan ayat-ayat
tentang jihad, ia berkata, “Jika kalian
biarkan Syam dan tidak menolong penduduknya serta tidak membela mereka, maka
Allah Ta’ala akan menampilkan orang-orang yang menolong mereka; bukan kalian,
dan mengganti dengan selain kalian.” Kemudian beliau membacakan ayat,
وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ
قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan
mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu
ini.”
(Terj. Qs. Muhammad ayat 38) dan ayat,
إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ
عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا
“Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan
menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang
lain, dan kamu tidak akan dapat merugikan-Nya sedikit pun.” (Qs. At Taubah: 39)
Berita ini pun sampai ke telinga Syaikh Taqiyyuddin
ibnu Daqiqil ‘Ied yang ketika itu menjabat sebagai hakim, maka ia menganggap
baik hal itu dan membuatnya kagum terhadap istinbath (kesimpulan fiqih) dari ayat
tersebut, ia juga kagum dengan sikap Syaikhul Islam yang menghadap Sultan
menyampaikan kalimat tersebut.” (Adz Dzail ‘ala Thabaqatil Hanabilah
hal. 510)
Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla, agar Dia
memunculkan kembali orang-orang yang membela agama-Nya semisal Umar bin
Khaththab yang berhasil melumpuhkan dua negara adidaya dunia; Romawi dan
Persia, Shalahuddin Al Ayyubi yang berhasil mengembalikan izzah Islam dalam
perang salib, dan Saifuddin Al Qutz yang berhasil menaklukkan Mongol dalam
perang ‘Ain Jalut. Kita meminta kepada Allah Azza wa jalla agar Dia memunculkan
kembali orang-orang yang semisal dengan mereka; yang memuliakan agama-Nya,
meninggikan kalimat-Nya, dan membela hamba-hamba-Nya. Yaa Dzal Jalaali wal
Ikram.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
صَلَّيْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى
آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدُ
مَجِيْدٌ،
اَللَّهُمَّ بَارِكْ
عَلَى
مُحَمَّدٍ
وَعَلَى
آلِ
مُحَمَّدٍ
كَمَا
بَارَكْتَ
عَلَى
إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى
آلِ
إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ
حَمِيْدُ
مَجِيْدٌ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا لَا
تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً
إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
عِبَادَ
اللهِ: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي
الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ
عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.