Pintu-Pintu Pahala (5)

Senin, 27 Mei 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Pintu-Pintu Pahala (5)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits yang kami ambil dari kitab kecil Abwabul Ujur (pintu-pintu pahala) yang disusun oleh Kantor Penyuluhan Al Jaliyat di Zulfi-Saudi Arabia yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
51.   Jujur.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا. 
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Kalian harus jujur, karena jujur membawa seseorang kepada kebaikan, dan kebaikan membawa seseorang ke surga. Jika seseorang tetap jujur dan memilih kejujuran, sehingga nanti akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur…dst.” (Muttafaq 'alaih: 6094, 6639, ini adalah lafaz Muslim)
52.   Berakhlak mulia.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو - رضى الله عنهما - قَالَ : اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ :« إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقاً » . 
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (Muttafaq 'alaih: 3559, 6033)
53.         Manis muka.
عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِىَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم « لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ » . 
Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Janganlah kamu meremehkan perkara ma’ruf sedikit pun, meskipun hanya bertemu saudaramu dengan muka yang manis.” (HR. Muslim: 6690)

Salah Paham Tentang Syi'ah


بسم الله الرحمن الرحيم
Hasil gambar untuk ‫ضلالات الشيعة‬‎
Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Syi'ah
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Sebagian saudara-saudara kita kaum muslimin menganggap bahwa Syi'ah adalah salah satu di antara madzhab-madzhab fiqh yang ada dan bahwa perbedaan kita dengan mereka hanyalah perbedaan dalam masalah furu' (cabang atau fiqh), bukan masalah ushul (dasar atau akidah). Maka dari itu, di sini penulis ingin menjelaskan, bahwa perbedaan kita dengan Syi'ah, bukan hanya dalam masalah furu', bahkan mereka pun berbeda dengan kita dalam masalah ushul.
Berikut ini penulis akan menyebutkan sebagian perbedaan kita kaum muslimin dengan Syi'ah dalam masalah ushul atau akidah.
Tentang Rukun Islam
Kita kaum muslimin sepakat, bahwa rukun Islam ada lima, yaitu: (1) Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, (2) Mendirikan shalat, (3) Menunaikan zakat, (4) Berpuasa Ramadhan, (5) Berhaji bagi yang mampu.
Adapun kaum Syi'ah menyatakan, bahwa rukun Islam itu adalah (1) shalat, (2) zakat, (3) puasa, (4) Haji, dan (5) Al Wilayah (kepemimpinan) sebagaimana disebutkan dalam kitab Ushulul Kaafi 2/15 karya Al Kulaini.

Pintu-Pintu Pahala (4)

Sabtu, 25 Mei 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Pintu-Pintu Pahala (4)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits yang kami ambil dari kitab kecil Abwabul Ujur (pintu-pintu pahala) yang disusun oleh Kantor Penyuluhan Al Jaliyat di Zulfi-Saudi Arabia yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
33. Menghadiri shalat Jum’at dengan memperbagus wudhu, mendengarkan khutbah, dan diam.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ .
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa berwudhu, lalu memperbagus wudhunya, kemudian menghadiri shalat Jum’at, mendengarkan khutbah dan diam memperhatikan, maka akan diampuni dosa-dosa antara Jum’at tersebut dengan Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari.” (HR. Muslim: 1987)
Sebab ditambah tiga hari adalah karena satu kebaikan dinilai sepuluh kali.
34.    Berangkat lebih pagi untuk shalat Jum’at.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : « إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ، وَقَفَتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الأَوَّلَ فَالأَوَّلَ ، وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِى يُهْدِى بَدَنَةً ، ثُمَّ كَالَّذِى يُهْدِى بَقَرَةً ، ثُمَّ كَبْشاً ، ثُمَّ دَجَاجَةً ، ثُمَّ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ ، وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ » . 
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila tiba hari Jum’at, maka para malaikat berdiri di dekat pintu mencatat siapa yang datang pertama dan setelahnya. Perumpamaan orang yang datang pertama adalah seperti orang yang berkurban dengan unta, lalu yang kedua seperti berkurban dengan sapi, setelahnya seperti berkurban dengan kambing, lalu seperti berkurban dengan ayam, kemudian seperti berkurban dengan telur. Apabila imam sudah datang, mereka pun melipat catatannya dan mendengarkan khutbah.” (Muttafaq 'alaih: 929, 1964)

Pintu-Pintu Pahala (3)


بسم الله الرحمن الرحيم
Pintu-Pintu Pahala (3)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits yang kami ambil dari kitab kecil Abwabul Ujur (pintu-pintu pahala) yang disusun oleh Kantor Penyuluhan Al Jaliyat di Zulfi-Saudi Arabia yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Keutamaan Wudhu dan Shalat
20.   Memperbagus wudhu.
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ » . 
Dari Utsman bin ‘Affan ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa berwudhu, lalu ia memperbagus wudhunya, maka akan keluar kesalahannya dari jasadnya sehingga ada yang keluar dari bawah kukunya.” (HR. Muslim: 578)
وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ أَتَمَّ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى فَالصَّلوَاتُ الْمَكْتُوبَاتُ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ » .
Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa menyempurnakan wudhu sebagaimana yang diperintahkan Allah Ta’ala dan shalat yang wajib, maka hal itu akan menebus dosa antara masing-masingnya.” (HR. Muslim)
21.    Mengucapkan syahadat setelah berwudhu.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ  الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ {{مُحَمَّدًا}} عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ » .  
Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, setelah itu ia berkata, “Asyhadu allaa ilaaha illallah….dst. sampai wa rasuuluh,” kecuali akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan, ia bisa masuk dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Muslim: 553)

Pintu-Pintu Pahala (2)

Selasa, 21 Mei 2013

بسم الله الرحمن الرحيم
Pintu-Pintu Pahala (2)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kumpulan hadits yang kami ambil dari kitab kecil Abwabul Ujur (pintu-pintu pahala) yang disusun oleh Kantor Penyuluhan Al Jaliyat di Zulfi-Saudi Arabia yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Keutamaan Dzikrullah
12. Ucapan Tasbih
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : « مَنْ قَالَ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ » . 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan “Subhaanallah wa bihamdih” (artinya “Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya”) dalam sehari seratus kali, maka akan digugurkan kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.” (Muttafaq ‘alaih: 6405, 6842)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِى سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ . لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ » . 
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan di pagi hari dan sore hari, “Subhaanalllah wa bihamdih” seratus kali, maka tidak ada seorang pun yang dapat menandingi yang dibawanya pada hari kiamat, kecuali orang yang mengucapkan seperti yang diucapkannya atau lebih.” (HR. Muslim: 6843)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ » .
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallalllahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan dan dicintai Ar Rahman; Subhaanallah wa bihamdih, Subhaanallahil ‘azhiim (artinya: Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (Muttafaq ‘alaih: 6406, 6846, dan ini adalah lafaz Muslim)
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger