Masing-Masing Kita Adalah Pemimpin

Sabtu, 06 Juli 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
Masing-Masing Kita Adalah Pemimpin
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini pembahasan tentang tanggung jawab pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya atau atasan terhadap bawahannya, semoga Allah Subhaanahu wa Ta'ala menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
«كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Renguasa adalah pemimpin bagi manusia, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin terhadap harta tuannya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta yang diurusnya. Ingatlah, masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar)

40 Hadits Tentang Wanita (Bag. 4)

Rabu, 03 Juli 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
40 Hadits Tentang Wanita (Bag. 4)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan 40 hadits tentang wanita yang disusun oleh Muhammad bin Syakir Asy Syariif yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Bab: Wanita mewarnai kuku tangan dan kaki
عَنْ عَائِشَةَ - رضي الله عنها -قَالَتْ:أَوْمَتِ امْرَأَةٌ مِنْ وَرَاءِ سِتْرٍ بِيَدِهَا كِتَابَ اللهِ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَبَضَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَدَهُ فَقَالَ: مَا أَدْرِىْ أَيَدَ رَجُلٍ أَمْ يَدَ امْرَأَةٍ قَالَتْ: بَلِ امْرَأَةٌ قَالَ: لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظَافِرَكَ يَعْنِي بِالْحِنَّاءِ.
38. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata: Ada seorang wanita yang memberikan kitabullah dengan tangannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari balik tirai, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tangannya dan berkata, “Saya tidak mengetahui apakah ini tangan laki-laki atau tangan wanita?" Ia menjawab, "Bahkan tangan wanita," maka Beliau bersabda, "Kalau kamu wanita seharusnya kamu rubah kuku-kukumu", yakni dengan inai." (Hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i)

Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 3)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 3)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kisah Umar bin Khaththab Al Faruq radhiyallahu 'anhu, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Kisah Umar dan ibu anak yatim
Pada suatu malam, Amirul mukminin Umar keluar berjalan di beberapa jalan Madinah agar hatinya tenteram melihat kondisi rakyatnya yang baik. Tiba-tiba, ia melihat pemandangan yang aneh, ia melihat di tengah kegelapan malam ada sebuah api yang menyala dari jauh.
Saat Umar mendekatinya bersama budaknya yang bernama Aslam, maka ia menemukan seorang wanita yang menyalakan api dan menaruh panci besar di atasnya, sedangkan di sampingnya ada anak-anak yang masih kecil berteriak karena kelaparan. Anak yang satu berkata, "Umi, aku mau makan." Yang satu lagi berkata, "Umi, aku akan mati karena kelaparan." Yang lain lagi hanya berteriak menangis tidak bisa bicara, maka Umar tertegun dengan kejadian itu dan bertanya kepadanya tentang sebab anaknya menangis.

Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 2)

بسم الله الرحمن الرحيم
Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 2)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan kisah Umar bin Khaththab Al Faruq radhiyallahu 'anhu, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Ketika Rasul shallallahhu 'alaihi wa sallam wafat
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, maka Umar belum yakin akan wafatnya Beliau sehingga ia menolak berita tentang wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai Abu Bakar membacakan ayat,
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imraan: 144)
Ketika itulah Umar menerima berita itu.
Dan pada saat terjadi perselisihan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar tentang khalifah bagi kaum muslim setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Umar memutuskan perselisihan itu dengan berkata, "Bukankah kalian tahu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan Abu Bakar untuk shalat mengimami manusia, siapakah di antara kalian yang senang mendahului Abu Bakar?" Mereka menjawab, "Kami berlindung kepada Allah dari mendahului Abu Bakar."

Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 1)

بسم الله الرحمن الرحيم
Kisah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu (Bag. 1)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini kisah Umar bin Khaththab Al Faruq radhiyallahu 'anhu, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Pada masa jahiliyyah
Umar bin Khaththab lahir 13 tahun setelah tahun gajah. Ia berasal dari kabilah Bani 'Addiy. Ia seorang yang kuat dan pemberani, dihormati oleh orang yang dekat dan yang jauh. Ia seorang yang pandai membaca dan menulis, dan sebagai orang yang cerdas dan fasih. Dalam dirinya terdapat bakat dan kemampuan yang menjadikannya cocok menjadi duta orang-orang Quraisy di masa Jahiliyyah antara beberapa kabilah, terutama ketika terjadi peperangan.
Masuk Islamnya Umar
Sebelumnya Umar bin Khaththab sebagai orang yang bersikap keras terhadap Islam dan pemeluknya. Dan ketika itu keadaan kaum muslimin masih lemah. Hingga akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa, "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan orang yang lebih Engkau cintai di antara dua orang ini, yaitu Abu Jahal bin Hisyam atau Umar bin Khaththab." (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Al Misykaat (6036))
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger