Beberapa Prinsip Dalam Memahami Tauhid

Rabu, 17 Juli 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
Beberapa Prinsip Dalam Memahami Tauhid
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba'du:
Berikut ini beberapa prinsip dalam memahami tauhid, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.
1.    Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya.
Dalil terhadap prinsip ini adalah firman Allah Ta'ala,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzaariyaat: 56)
Maksudnya adalah agar mereka hanya menyembah dan mengarahkan semua ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala saja (melakukan tauhid) dan meniadakan sesembahan selain-Nya serta mengisi kehidupan mereka di dunia dengan beribadah, yang nantinya Allah Azza wa Jalla akan memberikan balasan terhadap ibadah yang mereka jalankan dengan surga yang penuh kenikmatan.
Ketika manusia lengah terhadap tujuan ini, maka Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya dan menurunkan kitab-Nya untuk mengingatkan manusia terhadap tujuan ini.
2.    Kalimat tauhid (Laailaahaillallah) terdiri dari nafyu dan itsbat.
Kalimat tauhid terdiri dari nafyu, yakni meniadakan sesembahan selain Allah apa pun bentuknya, dan menetapkan bahwa ibadah hanya ditujukan kepada Allah Azza wa Jalla saja.

Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (4)

Minggu, 14 Juli 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (4)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini hadits-hadits tentang tazkiyatun nufus, yang kami kumpulkan dari beberapa kitab hadits. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan pengumpulan hadits-hadits ini ikhlas karena-Nya dan menjadikan hati kita bersih, sehingga kita datang menghadap Allah Azza wa Jalla dengan hati yang selamat, Allahumma aamin.
Melihat Ke Bawah Dalam Urusan Dunia
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Bermu'amalah Yang Baik Dengan Orang Lain
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ
Dari Abu Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan masuk ke surga, maka datangilah kematian dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan hendaknya ia bersikap kepada orang lain dengan sikap yang yang ia suka jika dirinya disikapi dengannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (3)

بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (3)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini hadits-hadits tentang tazkiyatun nufus, yang kami kumpulkan dari beberapa kitab hadits. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan pengumpulan hadits-hadits ini ikhlas karena-Nya dan menjadikan hati kita bersih, sehingga kita datang menghadap Allah Azza wa Jalla dengan hati yang selamat, Allahumma aamin.
Berhati-Hati Terhadap Doa Orang Yang Terzalimi
عَنْ خُزَيْمَةَ بن ثَابِتٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ ، يَقُولُ اللَّهُ جَلَّ جَلالُهُ : وَعِزَّتِي وَجَلالِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ "
Dari Khuzaimah bin Tsabit ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Berhati-hatilah dengan doa orang yang terzalimi, karena doanya akan diangkat ke atas langit, Allah Jalla Jalaaluh berfirman, “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan menolongmu meskipun telah berlalu waktu yang lama.”  [HR. Thabrani dalam Al Kabir dan Adh Dhiyaa’, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 117].

Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (2)

Rabu, 10 Juli 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (2)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini hadits-hadits tentang tazkiyatun nufus, yang kami kumpulkan dari beberapa kitab hadits. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan pengumpulan hadits-hadits ini ikhlas karena-Nya dan menjadikan hati kita bersih, sehingga kita datang menghadap Allah Azza wa Jalla dengan hati yang selamat, Allahumma aamin.
Tetap Menyambung Tali Silaturrahim Meskipun Diputuskan
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِى وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَىَّ وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَىَّ . فَقَالَ « لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ ».
Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya punya kerabat yang saya sambung hubungan dengan mereka, tetapi mereka memutuskan hubungan denganku, aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka berbuat buruk kepadaku. Aku memaafkan mereka, tetapi mereka berkata buruk kepadaku. Maka Beliau bersabda, “Sungguh, jika keadaanmu sebagaimana yang engkau katakan, maka engkau seakan-akan memberi makan mereka debu yang panas, dan senantiasa ada penolong bersamamu dari Allah terhadap mereka jika engkau tetap seperti itu.” [HR. Muslim].
Bertakwa Kepada Allah dan Berakhlak Mulia
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَكْثَرَ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الْأَجْوَفَانِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْأَجْوَفَانِ قَالَ الْفَرْجُ وَالْفَمُ قَالَ أَتَدْرُونَ أَكْثَرَ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka adalah dua dua rongga.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu dua rongga?” Beliau menjawab, “Yaitu mulut dan farji (kemaluan).” Beliau juga bersabda, “Tahukah kamu sesuatu yang paling banyak memasukkan (seseorang) ke surga? Yaitu takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.”   [HR. Ahmad].

Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (1)

بسم الله الرحمن الرحيم
Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus (1)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini hadits-hadits tentang tazkiyatun nufus, yang kami kumpulkan dari beberapa kitab hadits. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan pengumpulan hadits-hadits ini ikhlas karena-Nya dan menjadikan hati kita bersih, sehingga kita datang menghadap Allah Azza wa Jalla dengan hati yang selamat, Allahumma aamin.
Mengikhlaskan Amal Karena Allah
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
Dari Umar bin Al Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang  (akan dibalas) berdasarkan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diperolehnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya maka hijrahnya sesuai kepada apa yang diniatkannya. [HR. Bukhari dan Muslim].
Mendahulukan Keridhaan Allah Azza wa Jalla
عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، وَأَرْضَى النَّاسَ عَنْهُ ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِ ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ ».
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan ridha kepadanya dan Dia akan membuat manusia ridha kepadanya. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya” [HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya].
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger