Khutbah Jumat: Makna Beriman Kepada Qadar

Minggu, 26 Maret 2023

 بسم الله الرحمن الرحيم



Khutbah Jumat

Makna Beriman Kepada Qadar

Oleh: Marwan Hadidi, M.Pd.I

Khutbah I

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا --يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فقَدْ فَازَ فوْزًا عَظِيمًا.

 أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاثُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

 

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Pertama-tama kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat, terutama nikmat Islam, nikmat iman, nikmat hidayah, nikmat taufiq, nikmat sehat wa afiyat dan nikmat-nikmat lainnya yang sama-sama kita rasakan yang semuanya patut untuk kita syukuri.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti Sunnahnya hingga hari Kiamat.

Khatib berwasiat baik kepada diri khatib sendiri maupun kepada para jamaah sekalian; marilah kita tingkatkan terus takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa dalam arti melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena orang-orang yang bertakwalah yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia di di akhirat.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Termasuk rukun iman adalah beriman kepada qadar atau takdir Allah Azza wa Jalla. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang iman,

«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»

 “Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (Hr. Muslim)

Semua rukun iman tersebut wajib diimani, tidak sah hanya beriman kepada sebagiannya namun ingkar kepada sebagian lagi sebagaimana seorang yang shalat tidak sah shalatnya jika meninggalkan salah satu rukun shalat.

Di akhir periode sahabat setelah masa Khulafa Rasyidin muncul pemikiran Qadariyyah, yang diawali oleh seorang yang berasal dari Basrah di Irak bernama Sansuwaih (Susan) bin Yunus Al Aswari yang sebelumnya sebagai seorang Nasrani, lalu masuk Islam dan kembali menjadi Nasrani. Dari orang tersebut Ma’bad Al Juhanniy mengambil pemikiran Qadariyyah, dan kemudian diambil pemikiran ini dari Ma’bad Al Juhanniy oleh Ghailan bin Muslim Ad Dimasyqi.

Ketika pemikiran Qadariyyah ini dilaporkan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma oleh dua orang tabiin bernama Yahya bin Ya’mar dan Humaid bin Abdurrahman Al Himyari, maka ia (Ibnu Umar) berkata,

«فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ، وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي» ، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ «لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا، فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ»

 “Jika engkau bertemu mereka (yang berpemikiran Qadariyyah), maka sampaikan kepada mereka bahwa aku berlepas diri dari mereka sebagaimana mereka juga berlepas diri dariku. Demi Allah yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan nama-Nya, kalau sekiranya salah seorang di antara mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu ia infakkan emas itu, maka Allah tidak akan menerimanya sampai ia mau beriman kepada qadar.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Kita meyakini bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini yang baik mapun yang buruk adalah dengan takdir Allah Azza wa Jalla. Semuanya telah diketahui Allah, telah ditulis, telah dikehendaki, dan diciptakan-Nya. Dia berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Terj. QS. Al Hadid: 22)

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berbuat adil dalam takdir-Nya. Semua yang ditakdirkan-Nya adalah sesuai hikmah yang sempurna yang diketahui-Nya. Allah  tidaklah menciptakan keburukan tanpa adanya maslahat, namun keburukan dari sisi buruknya tidak bisa dinisbatkan kepada-Nya. Tetapi keburukan masuk ke dalam ciptaan-Nya. Jika dihubungkan kepada Allah Ta’ala, maka hal itu adalah keadilan, kebijaksanaan dan sebagai rahmat(kasih-sayang)-Nya.

Perlu diketahui, bahwa beriman kepada takdir termasuk tauhid rububiyyah, dimana dalam takdir terdapat dalil bahwa Allah yang mengatur alam semesta ini, di samping sebagai Penciptanya dan Pengusanya.

Takdir termasuk rahasia Allah yang tidak diketahui kecuali oleh-Nya saja, dan ia tertulis dalam Al Lauhul Mahfuzh. Kita tidaklah mengetahui takdir yang ditetapkan Allah bagi kita kecuali setelah terjadinya.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Beriman kepada qadar tidaklah sempurna kecuali dengan beriman kepada empat perkara:

Pertama, beriman bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala sesuatu baik secara garis besar maupun secara terperinci, Dia juga mengetahui semua makhluk-Nya sebelum menciptakan mereka, mengetahui rezki mereka, ajal, ucapan dan amal mereka, mengetahui rahasia dan yang terang-terangan dari mereka juga mengetahui siapa penghuni surga dan siapa penghuni neraka. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

“Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Qs. Ath Thalaq: 12).

Kedua, beriman bahwa Allah Ta’ala telah mencatat taqdir segala sesuatu dalam sebuah kitab (Al Lauhul Mahfuzh). Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalilnya di surat Al Hadid ayat 22. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (Hr. Muslim)

Ketiga, beriman bahwa semua yang terjadi adalah dengan kehendak (masyi’ah) Allah Ta’ala antara rahmat dan hikmah-Nya. Apa yang dikehendaki-Nya akan terjadi dan yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (Qs. At Takwir: 29).

Keempat, beriman bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman,

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

“Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”  (Qs. Al Furqan: 2),

termasuk Dia juga yang menciptakan perbuatan hamba-hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu." (Qs. Ash Shaaffat: 96)

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Dalam masalah takdir, umat Islam terbagi menjadi tiga golongan:

Pertama, golongan yang ghuluw (berlebihan) dalam masalah takdir, dalam arti bahwa manusia sama sekali tidak memiliki kemampuan maupun pilihan. Menurut golongan ini, manusia ibarat sebuah pohon yang bergerak karena hembusan angin. Mereka yang berkeyakinan seperti ini terkenal dengan nama Jabriyyah. Tampaknya, mereka tidak bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi oleh kehendaknya dengan perbuatan yang terjadi tanpa kehendaknya. Tidak diragukan lagi, bahwa golongan ini tersesat, karena sudah kita maklumi bersama, bahwa manusia bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi oleh kehendaknya dengan perbuatan yang terjadi tanpa kehendak darinya.

Kedua, golongan yang ghuluw dalam menetapkan adanya kemampuan dan pilihan dalam diri manusia, sampai-sampai mereka meniadakan kekuasaan Allah di sana. Golongan ini beranggapan, bahwa manusia berkuasa mutlak dalam tindakannya. Golongan ini dikenal dengan sebutan golongan Qadariyyah. Mereka juga tersesat sebagaimana golongan Jabriyyah. Terhadap golongan ini, Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma pernah berkata:

“Demi Allah yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan nama-Nya, kalau sekiranya salah seorang di antara mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu ia infakkan emas itu, maka Allah tidak akan menerimanya sampai ia mau beriman kepada qadar.”

Ketiga, golongan yang beriman kepada takdir, dimana mereka menempuh jalan tengah antara Jabriyyah dan Qadariyyah, dan berjalan di atas dalil naqli (Al Qur'an dan As Sunnah) maupun dalil 'aqli (akal). Mereka inilah Ahlussunnah wal Jama'ah. Mereka berpandangan, bahwa perbuatan-perbuatan yang terjadi di alam semesta terbagi menjadi dua bagian:

1.     Perbuatan yang dilakukan oleh Allah Ta'ala pada makhluk-Nya. Maka dalam hal ini, tidak ada kehendak (pilihan) bagi makhluk-Nya. Misalnya diturunkan-Nya hujan, ditumbuhkan-Nya tanaman, ada makhluk yang dihidupkan-Nya dan ada yang dimatikan-Nya, ada yang ditimpakan penyakit dan ada yang diberi kesehatan dan lain sebagainya.

2.     Perbuatan yang dilakukan makhluk yang memiliki kehendak. Maka dalam hal ini, perbuatan tersebut terjadi oleh pilihan pelakunya dan kehendaknya, karena Allah Ta'ala telah mengadakan kehendak untuk mereka, seperti firman Allah Ta'ala,

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ

"Bagi siapa saja di antara kamu yang ingin menempuh jalan yang lurus." (QS. At Takwir: 28)

مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ

"Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat." (Terj. QS. Ali Imran: 152)

Manusia bisa merasakan antara perbuatan yang terjadi dengan pilihannya dan perbuatan yang terjadi tanpa ada pilihan (kehendak)nya.

Seorang yang turun dari atas genting dengan tangga merasakan bahwa ia berbuat atas kehendaknya. Sedangkan seorang yang terjatuh dari atas genting merasakan bahwa dirinya tidak menghendaki demikian.

Demikian makna beriman kepada takdir, semoga Allah membimbing kita ke jalan yang lurus, aamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الْقَوِيِّ الْمَتِيْنِ، الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، فَإِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، سَيِّدُ الْمُرْسَلِيْنَ وَإِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى محمد، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Pada kesempatan khutbah kedua ini, kita coba mengkritisi pemikiran  golongan Jabriyyah dan Qadariyyah

Jika kita mengikuti pendapat golongan Jabriyyah yang berlebihan dalam menetapkan qadar, tentu syariat Islam menjadi sia-sia. Hal itu, karena menganggap bahwa manusia tidak memiliki pilihan menghendaki tidak perlu dipuji dan diberikan balasan kebaikan orang yang mengerjakan perbuatan baik, serta tidak perlu dicela dan diberikan siksaan orang yang mengerjakan keburukan, karena perbuatan itu bukan mereka yang melakukannya. Dan jika ternyata diberikan siksa, maka sama saja Allah menzalimi mereka, Mahasuci dan Maha Tinggi Dia dari keyakinan rusak seperti ini. Padahal Allah Subhaanahu wa Ta'aala Maha Adil dan tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya, Dia berfirman saat orang-orang zalim dimasukkan ke dalam neraka, Allah Ta’ala  berfirman,

أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ (24) مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ (25) الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ (26) قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ (27) قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ (28) مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ (29)

"Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,--Yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,-- Yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang keras ".—(Setan) yang menyertainya berkata (pula), "Ya Tuhan Kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh".-- Allah berfirman, "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu." -- Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Ku." (Qs. Qaaf: 24-29)

Dalam ayat di atas, Allah Azza wa Jalla menerangkan bahwa hukuman tersebut bukanlah karena Dia menzalimi mereka, bahkan yang demikian merupakan keadilan-Nya, karena sebelumnya Dia telah memberikan ancaman, bahwa jika mereka menolak ajakan rasul, mereka akan ditimpa azab yang pedih. Allah telah menerangkan kepada mereka jalan yang benar dan jalan yang salah dengan mengutus para rasul, namun mereka lebih memilih jalan yang salah atas pilihan mereka sendiri tanpa dipaksa. Dari sini kita mengetahui batilnya orang yang beralasan dengan takdir ketika bermaksiat.

Adapun golongan Qadariyyah, yakni mereka yang beranggapan bahwa manusia berkuasa mutlak terhadap tindakannya dan bahwa Allah sama sekali tidak berkuasa. Maka pendapat ini tertolak berdasarkan nash-nash syar'i  dan waaqi' (realita). Dalam Al Qur'an disebutkan,

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29)

"(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.-- Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (QS. At Takwir: 28-29)

Sedangkan realita di lapangan menunjukan bahwa ketika seseorang berniat melakukan sesuatu, ternyata apa yang diniatkannya tidak terlaksana. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak menghendakinya.

Dengan demikian, jalan yang benar adalah jalan yang ditempuh Ahlussunnah wal jama'ah, dimana jalan tersebut merupakan jalan As Salafush Shalih, yakni bahwa manusia berbuat sesuai kehendak dan pilihannya, namun kehendak dan pilihannya mengikuti kehendak Allah Ta'ala, jika Dia menghendaki, maka akan terjadi perbuatan itu dan jika tidak menghendaki, maka tidak akan terjadi perbuatan itu.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Beriman kepada takdir memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:

1.       Beriman kepada takdir menunjukkan adanya keimanan dalam hati.

Yang demikian adalah karena iman tidaklah sah tanpa beriman kepada takdir, karena ia termasuk rukunnya.

2.       Membuat hati menjadi tenang.

Bagaimana hati seseorang tidak tenang, ketika seseorang merasakan bahwa betapa pun manusia semuanya berusaha mencelakakan dirinya, namun jika Allah tidak menghendakinya, maka mereka tidak akan sanggup melakukannya.

3.       Membantunya untuk bersikap sabar.

Dengan meyakini adanya takdir, seseorang akan menjadi lebih sabar terhadap musibah yang dihadapinya, karena semuanya terjadi atas keterapan Allah Azza wa Jalla. Ia ridha atau tidak, ketetapan itu tetap berjalan terhadapnya. Jika ridha ia akan mendapatkan pahala, dan jika tidak menerima, ia akan mendapatkan dosa.

4.       Membuatnya selalu mengembalikan urusan kepada Allah Azza wa Jalla.

Dengan beriman kepada takdir, ia akan selalu menyerahkan urusannya kepada Allah Azza wa Jalla; ia berharap kepada Allah agar ditetapkan takdir yang baik baginya.

Demikianlah kandungan beriman kepada takdir. Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang diridhai-Nya, memberikan kita taufiq untuk dapat menempuhnya, serta memberikan kita istiqamah di atasnya, aamin.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Khutbah Jumat : Keutamaan Puasa Syawwal

Kamis, 23 Maret 2023

 بسم الله الرحمن الرحيم



Khutbah Jumat

Keutamaan Puasa Syawwal

Oleh: Marwan Hadidi, M.Pd.I

Khutbah I

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا --يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فقَدْ فَازَ فوْزًا عَظِيمًا.

 أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاثُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

 

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Pertama-tama kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat, terutama nikmat Islam dan nikmat taufiq sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita menuju rumah-Nya melaksanakan salah satu perintah-Nya, yaitu shalat Jumat berjamaah.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti Sunnahnya hingga hari Kiamat.

Khatib berwasiat baik kepada diri khatib sendiri maupun kepada para jamaah sekalian; marilah kita tingkatkan terus takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa dalam arti melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena orang-orang yang bertakwalah yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia di di akhirat.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Seusai kaum muslimin melaksanakan puasa sebulan penuh, maka untuk menyempurnakan pahala, ada amal yang disyariatkan di bulan Syawwal, yaitu berpuasa enam hari.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ 

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR. Jamaah Ahli hadits selain Bukhari dan Nasa’i)

Hadits ini menunjukkan dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawwal. Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Ahmad, Imam Syafi’i dan lainnya. Namun Imam Malik mengatakan makruh. Akan tetapi menurut Ibnu Abdil Bar, bahwa Imam Malik berpendapat begitu karena belum sampai hadits ini kepadanya.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Dalam pelaksanaan puasa Syawwal terdapat kelonggaran, yakni bisa di bagian awal, tengah, atau akhir bulan Syawwal. Demikian pula boleh berturut-turut maupun tidak.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata, “Sahabat-sahabat kami (yang semadzhab) berkata, “Afdhalnya melakukan puasa enam hari secara berturut-turut setelah Idul Fithri (yakni dimulai pada tanggal 2 Syawwal)”. Mereka juga berkata, “Kalau pun tidak berturut-turut atau ditunda tidak di awal-awal bulan Syawwal, tetapi di akhirnya maka ia tetap mendapatkan keutamaan “mengiringi”, karena masih bisa dikatakan “mengiringi dengan enam hari di bulan Syawwal.”

Para ulama mengatakan, “Dianggap seperti berpuasa setahun adalah karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, bulan Ramadhan dihitung sepuluh bulan, sedangkan enam hari di bulan Syawwal dihitung dua bulan.”

Ini adalah karunia dari Allah dan kemurahan-Nya, dengan amal kita yang sedikit, namun jika mengerjakan amalan tersebut, kita dianggap mengerjakan amalan yang banyak. Sungguh sangat beruntung orang yang memanfaatkan kesempatan ini sebelum waktunya habis.

Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila menerima amal seorang hamba, maka Dia akan memberikan taufiq (membantunya) untuk mengerjakan amal salih lainnya.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Al Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah menerangkan, bahwa kembali berpuasa setelah Ramadhan memiliki banyak faedah, di antaranya:

1. Puasa enam hari di bulan Syawwal setelah Ramadhan menjadikan pahala orang yang berpuasa sempurna seperti puasa setahun.

2. Puasa Syawwal dan Sya'ban seperti shalat sunah rawatib sebelum shalat fardhu dan setelahnya, sehingga dapat menyempurnakan kekurangan pada shalat fardhu, karena kekurangan pada shalat fardhu dapat ditutupi atau disempurnakan dengan shalat sunah pada hari Kiamat.

3. kembali berpuasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterima puasa Ramadhan, karena apabila Allah menerima amal seorang hamba, Dia memberinya taufik untuk beramal saleh lagi setelahnya sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, bahwa pahala kebaikan adalah kebaikan lagi setelahnya.

4. Puasa Ramadhan dapat menghapuskan dosa yang telah lalu, dan bahwa orang-orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahala sempurna saat Idul Fitri, sehingga kembali berpuasa setelah Idul Fitri merupakan tanda syukur terhadap nikmat itu, dan tidak ada nikmat yang lebih besar daripada diampuni dosa.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika qiyamullail sampai bengkak kedua kakinya lalu ditanya, "Mengapa engkau melakukan hal ini padahal dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni?" Beliau bersabda, "Tidak patutkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?!"

5. Termasuk bentuk syukur seorang hamba kepada Rabbnya karena diberi-Nya taufik untuk berpuasa Ramadhan, dibantu-Nya, serta diampuni dosa-dosanya adalah dia melakukan puasa sebagai bentuk syukur terhadapnya."

(Latha'iful Ma'arif hal. 219)

Demikianlah keutamaan, praktek, dan hikmah puasa Syawwal, semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya, aamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ عَظِيْمِ الْإِحْسَانِ ، وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْإِمْتِنَانِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَجُنْدِهِ أَمَّا بَعْدُ:

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Para fuqaha (ahli fiqh) berbeda pendapat tentang hukum melakukan puasa sunnah sedangkan puasa  Ramadhan belum diqadhanya’ hingga timbul 3 pendapat:

Pendapat pertama, tidak mengapa melakukan puasa sunnah meskipun belum mengqadha' puasa Ramadhan. Ini adalah pendapat ulama madzhab Hanafi. Di antara alasannya adalah penjelasan Aisyah radhiyallahu 'anha yang melakukan qadha' puasanya di bulan Sya'ban, dan tidak mungkin antara bulan Ramadhan sebelumnya dengan bulan Sya'ban ia tidak melakukan puasa sunah, wallahu a'lam.

Pendapat kedua, tidak mengapa namun makruh (kurang utama), karena sama saja ia menunda yang wajib. Ini pendapat ulama madzhab Maliki dan ulama madzhab Syafi'i.

Pendapat ketiga, haram melakukan puasa sunnah jika puasa Ramadhan belum diqadha' dan tidak sah puasanya, ia harus mengerjakan puasa wajib lebih dahulu lalu berpuasa sunnah. Ini pendapat ulama madzhab Hanbali.

Oleh karena itu, sebaiknya jika kita hendak berpuasa sunnah, hendaknya kita kerjakan dahulu puasa yang wajib yang belum diqadha’, setelah itu mengerjakan puasa sunnah.

Ma'asyiral muslimin sidang shalat Jum'at rahimakumullah

Perlu diketahui, masing-masing ibadah termasuk puasa wajib disertai niat, untuk puasa wajib, niat harus sudah ada sebelum terbit fajar, namun untuk puasa sunnah, niatnya boleh setelah terbit fajar. Dan niat ini tempatnya di hati, bukan di lisan.

Demikianlah yang bisa khatib sampaikan, semoga bermanfaat. Kita meminta kepada Allah agar Dia selalu membimbing kita ke jalan yang diridhai-Nya dan memberikan kita taufiq untuk dapat menempuhnya, aamin.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الْكُفْرَ وَالْكَافِرِيْنِ، وَأَعْلِ رَايَةَ الْحَقِّ وَالدِّيْنِ، اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَنَا وَالْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ بِعِزٍّ فَاجْعَلْ عِزَّ الْإِسْلاَمَ عَلَى يَدَيْهِ، وَمَنْ أَرَادَنَا وَالْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ بِكَيْدٍ فَكِدْهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَرُدَّ كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ، وَاجْعَلْ تَدْبِيْرَهُ فِي تَدْمِيْرِهِ، وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ تَدُوْرُ عَلَيْهِ، اَللَّهُمَّ اهْدِنَا وَاهْدِ بِنَا وَانْصُرْنَا وَلاَ تَنْصُرْ عَلَيْنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيْنَا.

 وَصلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى محمد وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا.

Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Daftar Kitab-Kitab Dalam Telegram wawasan_muslim (1)

Senin, 20 Maret 2023

 بسم الله الرحمن الرحيم



*Daftar Kitab-Kitab Dalam Telegram wawasan_muslim*

Bagian 1

 

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

 

Berikut beberapa kitab yang telah diupload dalam telegram wawasan_muslim (install dulu aplikasi telegram dari play store kemudian cari channel wawasan_muslim), semoga Allah menjadikan usaha ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.

 

Upload dimulai dari tanggal 9 Sya’ban 1444 H/02 Maret 2023.

 

*Al Qur’an, Tafsir dan ilmunya*

 

1. Mu’jam gharibil Qur’an mustakhrajan min Shahihil Bukhari

معجم غريب القرآن مستخرجا من صحيح البخاري

https://t.me/wawasan_muslim/14334  

 

2. At Tibyan fii Tafsir Gharibil Qur’an

التبيان في تفسير غريب القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/14338

 

3. At Taisirul ‘Ajiib fii Tafsiril Gharib

https://t.me/wawasan_muslim/14340

 

4. As Siraj fii bayan Gharibil Qur’an

https://t.me/wawasan_muslim/14342

 

5. Al Umdah fii Gharibil Qur’an

https://t.me/wawasan_muslim/14344

 

6. Al Gharibain fil Qur’an wal hadits

https://t.me/wawasan_muslim/14346

 

7. Al Mufradat karya Al Ashfahani tahqiq Kaylani

https://t.me/wawasan_muslim/14348

 

8. Al Mufradat karya Al Ashfahani cet. Al Baz

https://t.me/wawasan_muslim/14350

 

9. Al Hadiy ilaa Tafsir Gharibil Qur’an

https://t.me/wawasan_muslim/14352

 

10. Bahjatul Arib Fi Bayan Maa fii Kitabilllahil Aziz minal Gharib

https://t.me/wawasan_muslim/14354

 

11. Tuhfatul Arib bimaa fil Qur’ani minal Gharib

https://t.me/wawasan_muslim/14355

 

12. Tafsir Al Musykil min Gharibil Qur’an tahqiq Al Bawwab

https://t.me/wawasan_muslim/14358

 

13. Tafsir Al Musykil min Gharibil Qur’an tahqiq Al Mara’syali

https://t.me/wawasan_muslim/14360

 

14. Tafsir Gharibil Qur’an karya Ibnu Qutaibah

https://t.me/wawasan_muslim/14364

 

15. Tahdzib As Sijistani fii Gharibil Qur’an

https://t.me/wawasan_muslim/14366

 

16. Gharibul Qur’an

https://t.me/wawasan_muslim/14368

 

17. Kutub Gharibil Qur’an

كتب غريب القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/14370

 

18. Nafsush Shabah fii Gharibil Qur’an wa Nasikhihi wa mansukhihi

نفس الصباح في غريب القرآن وناسخه ومنسوخه

https://t.me/wawasan_muslim/14372

 

19. Ahkamul Qur’an karya Al Jashshash

أحكام القرآن للجصاص

 

https://t.me/wawasan_muslim/14389

 

20. Ahkamul Qur’an karya Imam Syafi’i, dikumpulkan oleh Baihaqi

أحكام القرآن للشافعي

https://t.me/wawasan_muslim/14395 

 

21. Ahkamul Qur’an karya Thahawi

أحكام القرآن للطحاوي

https://t.me/wawasan_muslim/14400

 

22. Ahkamul Qur’an karya Al Kayya Al Harrasiy

أحكام القرآن للكيا الهراسي

 

https://t.me/wawasan_muslim/14402

 

23. Aara Ibni Hazm fit Tafsir

آراء ابن حزم فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14407 

 

24. Aplikasi Tafsir

https://t.me/wawasan_muslim/14413 

 

25. Kitab Tafsir Adhwa'ul Bayan karya Asy Syinqithi

أضواء البيان

https://t.me/wawasan_muslim/14435

 

26. Kitab Tafsir Al Bahrul Muhith karya Abu Hayyan Al Andalusi

البحر المحيط

https://t.me/wawasan_muslim/14449 

 

27. Kitab Tafsir At Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur

التحرير والتنوير

https://t.me/wawasan_muslim/14459

 

28. At Tashil Li Ulumit Tanzil karya Ibnu Juzay

التسهيل لعلوم التنزيل

https://t.me/wawasan_muslim/14512

 

29. Ta'liq terhadap Tafsir Al Jalalain karya Abdul Karim Al Khadhir

التعليق على تفسير الجلالين

https://t.me/wawasan_muslim/14516

 

30. At Tafsir Al Kabir karya Ibnu Taimiyah

التفسير الكبير

https://t.me/wawasan_muslim/14542 

 

31. At Tafsir Al Muyassar

التفسير الميسر

https://t.me/wawasan_muslim/14551

 

32. At Tafsir Al Muyassar Mulawwan (berwana)

التفسير الميسر ملون

https://t.me/wawasan_muslim/14554

 

33. At  Tafsir Al Wajiz ala Hamisy Al Qur’anil Azhim karya Dr. Wahbah Az Zuhailiy

التفسير الوجيز على هامش القرآن العظيم

https://t.me/wawasan_muslim/14559 

 

34. Ad Durrul Mashun fii Ulumil Kitabil Maknun

الدر المصون في علوم الكتاب المكنون

https://t.me/wawasan_muslim/14562

 

35. Ad Durrul Mantsur karya As Suyuthi

الدر المنثور للسيوطي

https://t.me/wawasan_muslim/14577

 

36. Ash Shahihul Masbur minat Tafsir bil Ma'tsur

الصحيح المسبور من التفسير بالمأثور

https://t.me/wawasan_muslim/14596

 

37. Adh Dhaul Munir alat Tafsir (Tafsir Ibnul Qayyim)

الضوء المنير على التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14602

 

38. Al ‘Adzbun Namir min Majalis Asy Syinqithi fit Tafsir

العذب النمير من مجالس الشنقطي فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14610

 

39. Tafsir Al Kasysyaf karya Az Zamakhsyari

تفسير الكشاف

https://t.me/wawasan_muslim/14616

 

40. Tafsir Al Kasysyaf cet. Kalkata

https://t.me/wawasan_muslim/14626

 

41. Al Lubab fii Ulumil Kitab karya Ibnu Adil Ad Dimasyqi

اللباب في علوم الكتاب

https://t.me/wawasan_muslim/14629

 

42. Al Muharrar Al Wajiz karya Ibnu Athiyyah Al Andalusi

المحرر الوجيز

https://t.me/wawasan_muslim/14651

 

43. Al Muharrar Al Wajiz Cet. Daulah Qathar

المحرر الوجيز

https://t.me/wawasan_muslim/14660

 

44. Al Muqtathaf min Uyunit Tafasir

المقتطف من عيون التفاسير

https://t.me/wawasan_muslim/14670

 

45. An Nukat fil Qur’an

النكت فى القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/14677

 

46. Al Hidayah ilaa Bulughin Nihayah

الهداية إلى بلوغ النهاية

 https://t.me/wawasan_muslim/14680

 

47. Al Wasith fii Tafsiril Qur’anil Majid

الوسيط في تفسير القرآن المجيد

https://t.me/wawasan_muslim/14683

 

48. Badai’ut Tafsir karya Ibnul Qayyim

بدائع التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14689 

 

49. Tarjihat Ibnu Juzay fit Tafsir

ترجيحات ابن جزي فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14700

 

50. Tarjihat Abi Hayyan fit Tafsir

ترجيحات أبي حيان فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14705

 

51. Tarjihat Al Qurthubi fit Tafsir

ترجيحات القرطبي فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/14708

 

52. Tafsir Ibnu Abi Hatim

تفسير ابن أبي حاتم

https://t.me/wawasan_muslim/14717

 

53. Tafsir Ibnu Abi Zamanain

تفسير ابن أبي زمنين

https://t.me/wawasan_muslim/14722

 

54. Tafsir Ibnul Arabi

تفسير ابن العربي

https://t.me/wawasan_muslim/14729

 

55. Tafsir Ibnu Rajab

تفسير ابن رجب

https://t.me/wawasan_muslim/14736

 

56. Tafsir Ibnu Sa’diy

تفسير ابن سعدي

https://t.me/wawasan_muslim/14740

 

57. Tafsir Ibnu Utsaimin

تفسير ابن عثيمين

https://t.me/wawasan_muslim/14743

 

58. Tafsir Ibnu Katsir

تفسير ابن كثير

https://t.me/wawasan_muslim/14750

 

59. Tafsir Ibnu Katsir Tahqiq Sami As Salamah

تفسير ابن كثير ت. السلامة

https://t.me/wawasan_muslim/14768

 

60. Tafsir Abi Mas’ud

تفسير أبي مسعود

https://t.me/wawasan_muslim/14779 

 

61. Tafsir Al Baghawi

تفسير البغوي

https://t.me/wawasan_muslim/14787

 

62. Tafsir Al Baidhawi Ma’a Hasyiyah Syaikh Zaadah

تفسير البيضاوي مع حاشية شيخ زاده

https://t.me/wawasan_muslim/14797

 

63. Tafsir Al Baidhawi cet. Ihya At Turats Al Arabiy

تفسير البيضاوي ط. إحياء التراث العربي

https://t.me/wawasan_muslim/14803

 

64. Tafsir Ats Tsa’alibi

تفسير الثعالبي

https://t.me/wawasan_muslim/14814

 

65. Tafsir Al Jalalain

تفسير الجلالين

https://t.me/wawasan_muslim/14821

 

66. Tafsir Al Khazin wa bihamisyihi tafsir An Nasafiy

تفسير الخازن وبهامشه تفسير النسفي

https://t.me/wawasan_muslim/14825 

 

67. Tafsir Ar Raaziy

تفسير الرازي

https://t.me/wawasan_muslim/14832

 

67. Tafsir Ar Raaziy cet. Al Bahiyyah

 تفسير الرازي ط. البهية

https://t.me/wawasan_muslim/14866

 

68. Tafsir Asy Syarbini

تفسير الشربيني

https://t.me/wawasan_muslim/14883

 

69. Tafsir Asy Sya’rawi

تفسير الشعراوي

https://t.me/wawasan_muslim/14888

 

70. Tafsir Hidayatul Insan

هداية الإنسان بتفسير القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/18033?single

Pelengkapnya (Tafsir Minnatur Rahman):

https://t.me/wawasan_muslim/23178

 

71. Tafsir Muhammad Syami

تفسير الشيخ محمد شامي

https://t.me/wawasan_muslim/14918

 

72. Tafsir Ath Thabari

تفسير الطبري

https://t.me/wawasan_muslim/14927

 

73. Tafsir Ath Thabari tahqiq Syakir

تفسير الطبري تحقيق شاكر

https://t.me/wawasan_muslim/14955

 

74. Tafsir Abdurrazzaq Ash Shan’ani

تفسير عبد الرزاق الصنعاني

https://t.me/wawasan_muslim/14975

 

75. Tafsir Al Qurthubi tashih Hisyam Al Bukhari

تفسير القرطبي تصحيح هشام سمير البخاري

https://t.me/wawasan_muslim/14980 

 

76. Tafsir Al Qurthubi tahqiq At Turkiy

تفسير القرطبي ت. التركي

https://t.me/wawasan_muslim/15004

 

77. Tafsir Al Maraghiy

تفسير المراغي

https://t.me/wawasan_muslim/15042

 

78. Tafsir Al Manar

تفسير المنار

https://t.me/wawasan_muslim/15074

 

79. Tafsir Al Mahayimiy

تفسير المهايمي

https://t.me/wawasan_muslim/15088

80. Tafsir An Nasa’i

تفسير النسائي

https://t.me/wawasan_muslim/15091

 

81. Tafsir Ruhul Bayan

تفسير روح البيان

https://t.me/wawasan_muslim/15095

 

82. Tafsir Mubhamatil Qur’an

تفسير مبهمات القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15107

 

83. Tafsir min Nasamatil Qur’an

تفسير من نسمات القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15110

 

84. Taisirul Aliyyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibni Katsir

تيسير العلي القدير لاختصار تفسير ابن كثير

https://t.me/wawasan_muslim/15113

 

85. Hasyiyah Al Jamal ala Tafsir Al Jalalain

حاشية الجمل على تفسير الجلالين

https://t.me/wawasan_muslim/15120

 

86. Hasyiyah Asy Syihah ala Tafsir Al Baidhawi

حاشية الشهاب على تفسير البيضاوي

https://t.me/wawasan_muslim/15126

 

87. Hasyiyah Syaikh Zaadah ala Tafsir Al Baidhawi

حاشية الشيخ زاده على تفسير البيضاوي

https://t.me/wawasan_muslim/15136

 

88. Hadaiqur Ruh war Raihan

حدائق الروح والريحان

https://t.me/wawasan_muslim/15146

 

89. Dirasat Li Uslubil Qur’anil Karim

دراسات لأسلوب القرآن الكريم

https://t.me/wawasan_muslim/15181

 

90. Daqa’iqut tafsir Al Jami Li Tafsiril Imam Ibni Taimiyah

دقائق التفسير الجامع لتفسير الإمام ابن تيمية

https://t.me/wawasan_muslim/15194

 

91. Daurah Tadabbur Al Qur’an

دورة تدبر القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15200

 

92. Rawa’i’ul Bayan Tafsir Aayatil Ahkam

روائع البيان تفسير آيات الأحكام

https://t.me/wawasan_muslim/15206

 

93. Ruhul Ma’ani

روح المعاني

https://t.me/wawasan_muslim/15210

 

94. Zaadul Masir

زاد المسير

https://t.me/wawasan_muslim/15242

 

95. Tafsir Syaikh Shalih Aalusy Syaikh

تفسير الشيخ صالح آل الشيخ

https://t.me/wawasan_muslim/15254

 

96. Shafwatul Aatsar wal Mafahim min tafsiril Qur’anil Azhiim

صفوة الآثار والمفاهيم من تفسير القرآن العظيم

https://t.me/wawasan_muslim/15256

 

97. Shuwar min Balaghah wa Bayanil Qur’an

صور من بلاغة وبيان القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15267

 

98. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir

https://t.me/wawasan_muslim/15294

 

99. Umdatut Tafsir

عمدة التفسير عن الحافظ ابن كثير

https://t.me/wawasan_muslim/15331

 

100. Fathul Qadir karya Imam Syaukani

فتح القدير للشوكاني

https://t.me/wawasan_muslim/15336

 

101. Fii Rihabit Tafsir

في رحاب التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15336

 

102. Mahasinut Ta’wil karya Al Qasimiy

محاسن التأويل لمحمد جمال الدين القاسمي

https://t.me/wawasan_muslim/15376

 

103. Qatadah bin Di’amah, aqwaluhu wa marwiyyatuhu fit tafsir

قتادة بن دعامة أقواله ومروياته فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15384

 

104. Majazul Qur’an karya Mu’ammar bin Al Mutsanna

مجاز القرآن لمعمر بن المثنى

https://t.me/wawasan_muslim/15387

 

105. Masyru Al Usyril Akhir

مشروع العشر الأخير

https://t.me/wawasan_muslim/15390 

 

106. Ma’anil Qur’an karya An Nahhas

معاني القرآن للنحاس

https://t.me/wawasan_muslim/15405

 

107. Ma’anil Qur’an wa I’rabuhu karya Az Zajjaj

معاني القرآن وإعرابه للزجاج

https://t.me/wawasan_muslim/15412

 

108. Ma’anil Qur’an karya Al Farra’

معاني القرآن للفراء

https://t.me/wawasan_muslim/15420

 

109. Ma’anil Qur’an karya Al Kisa’i

معاني القرآن للكسائي

https://t.me/wawasan_muslim/15424

 

110. Nazhmud Durar fii Tanasubil Aayat was Suwar

نظم الدرر في تناسب الآيات والسور

https://t.me/wawasan_muslim/15427

 

111. Nukatul Qur’an lil Qashshab

نكت القرآن للقصاب

https://t.me/wawasan_muslim/15451 

 

112. Waki bin Al Jarrah, aqwaluhu wa marwiyyaatuhu fit tafsir

وكيع بن الجراح أقواله ومروياته فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15457

 

113. Ithaful Ilf bidzikril Fawaid min Surati Yusuf

إتحاف الإلف بذكر الفوائد من سورة يوسف

https://t.me/wawasan_muslim/15465

 

114. Ahkamul Qur’an Libni Ishaq Al Maliki

أحكام القرآن لابن إسحاق المالكي

https://t.me/wawasan_muslim/15467

 

115. Ikhtiyarat Abi Ja’far An Nahhas fit Tafsir

اختيارات أبي جعفر النحاس فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15469

 

116. As-ilah Bayaniyyah Fil Qur’anil Karim

أسئلة بيانية فى القرآن الكريم

https://t.me/wawasan_muslim/15471

 

117. Aqwal Ibn Sirin Fit Tafsir

أقوال ابن سيرين فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15473

118. Ghaitsul Qulub wa Rabi’ush Shudur

غيث القلوب وربيع الصدور

https://t.me/wawasan_muslim/15479

 

119. Zawaya wa Kharaith Suwaril Qur’anil Karim

زوايا وخرائط سور القرآن الكريم

https://t.me/wawasan_muslim/15481

 

120. Aqwal Ibn Qutaibah fi Tafsir

أقوال ابن قتيبة فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15483

 

121. Aqwal Atha Al Khurasani fit Tafsir

أقوال عطاء الخراساني فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15490

 

122. Al Iklil fistinbatit Tanzil karya As Suyuthi

الإكليل فى استنباط التنزيل

https://t.me/wawasan_muslim/15495

 

123. Al Bayyinaat fii Bayan ba’dhil aayaat

البينات في بيان بعض الآيات

https://t.me/wawasan_muslim/15497

 

124. At Ta’liqul Mutqan fii Tafsir Aayaat min Ba’dhi Suwaril Qur’an Al Muhkam

التعليق المتقن في تفسير آيات من بعض سور القرآن المحكم

https://t.me/wawasan_muslim/15499

 

125. At Tafsirul Qayyim Lil Imam Ibnil Qayyim

التفسير القيم للإمام ابن القيم

https://t.me/wawasan_muslim/15501

 

126. At Tafsirul Munir karya Wahbah Az Zuhailiy

التفسير المنير  لوهبة الزحيلي

https://t.me/wawasan_muslim/15503 

 

130. Al Haawi fii Tafsiril Qur’anil Karim

الحاوي في تفسير القرآن الكريم

https://t.me/wawasan_muslim/15505 

 

131. Al Huruful Muqaththa’ah fii Awaailis Suwar

الحروف المقطعة في أوائل السور

https://t.me/wawasan_muslim/15516

 

132. Al Lubab fi Tafsiril Isti’adzah wal Basmalah wa Fatihatil Kitab

اللباب في تفسير الإستعاذة والبسملة وفاتحة الكتاب

https://t.me/wawasan_muslim/15518 

 

133. Al Mukhtar min Tafsiril Qur’anil Karim

المختار من تفسير القرآن الكريم

https://t.me/wawasan_muslim/15520

 

134. Al Mufashshal fii Tafsir Juz Amma

المفصل في تفسير جزء عم

https://t.me/wawasan_muslim/15522 

 

135. Al Muhadzdzab fii Tafsir Suratil Mulk

المهذب في تفسير سورة الملك

https://t.me/wawasan_muslim/15524

 

136. Al Muhadzdzab fii Tafsir Surah Yaasiin

المهذب في تفسير سورة يس

https://t.me/wawasan_muslim/15528

 

137. Al Mawahib Ar Rabbaniyyah minal Aaayatil Qur’aniyyah

المواهب الربانية من الآيات القرآنية

https://t.me/wawasan_muslim/15530

 

138. Al Maurid Az Zallal fit Tanbih alaa Akhtha Tafsir Azh Zhilal

المورد الزلال فى التنبيه على أخطاء تفسير الظلال

https://t.me/wawasan_muslim/15542

 

139. An Nukat fil Qur’anil Karim

النكت فى القرآن الكريم للمجاشعي

https://t.me/wawasan_muslim/15545

 

140. Tafsir Juz Amma, An Nurul Bahir min Kalamil Aliyyil Qaahir

النور الباهر من كلام العلي الكبير – تفسير جزء عم

https://t.me/wawasan_muslim/15547

 

141. Al Yasir fikhtishar Tafsir Ibni Katsir

اليسير فى اختصار تفسير ابن كثير

https://t.me/wawasan_muslim/15549

 

142. Awdhahul Bayan fii Syarh Mufradat wa Jumalil Qur’an

أوضح البيان في شرح مفردات وجمل القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15554

 

143. Ta’ammulat fi Aayatin Nuur

تأملات في آيات النور

https://t.me/wawasan_muslim/15556

 

144. Ta’ammulat fi Surah Ali Imran

تأملات في سورة آل عمران

https://t.me/wawasan_muslim/15558

 

145. Ta’ammulat Qur’aniyyah min Naba’i Musa wa Fir’aun

تأملات قرآنية من نبأ موسى وفرعون

https://t.me/wawasan_muslim/15560

 

145. Tadabburul Ma’ani fis Sab’il Matsani

تدبر المعاني فى السبع المثاني

https://t.me/wawasan_muslim/15562

 

146. Tarjihat Ibn Utsaimin fit Tafsir

ترجيحات ابن عثيمين فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15564

 

147. Ta’qibat wa Mulahazhat alaa Shafwatit Tafasir

تعقيبات وملاحظات على صفوة التفاسير

 https://t.me/wawasan_muslim/15566

 

148. Tafsir Ibnil Mundzir

تفسير ابن المنذر

https://t.me/wawasan_muslim/15568

 

149. Tafsir Ibnu Juraij

تفسير ابن جريج

https://t.me/wawasan_muslim/15572

 

150. Tafsir Ibnu Sa’diy

تفسير ابن سعدي

https://t.me/wawasan_muslim/15578

 

151. Tafsir Ibn Abbas wa Marwiyyatuhu fit Tafsir

تفسير ابن عباس ومروياته فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15584

 

152. Tafsir Ibnu Faurak

تفسير ابن فورك

https://t.me/wawasan_muslim/15592

 

153. Tafsir Al Aayat Al Qur’aniyyah Al Khaashshah bidzikrit Tasyri’at wal Ahkam Al ‘Amaliyyah Li Ahlil Kitab

تفسير الآيات القرآنية الخاصة بذكر التشريعات والأحكام والعملية لأهل الكتاب

https://t.me/wawasan_muslim/15597

 

154. Tafsir Ats Tsa’labi – surah Al An’aam

تفسير الثعلبي – سورة الأنعام

https://t.me/wawasan_muslim/15598

 

155. Tafsir As Suddil Kabir

تفسير السدي الكبير

https://t.me/wawasan_muslim/15600

 

156. Tafsir Imam Syafi’i

تفسير الشافعي

https://t.me/wawasan_muslim/15602

 

157. Tafsir Adh Dhahhak

تفسير الضحاك

https://t.me/wawasan_muslim/15604

 

158. Tafsir Al Mu’awwidzatain

تفسير المعوذتين

https://t.me/wawasan_muslim/15606

 

159. Tafsir Aayat Asykalat

تفسير آيات أشكلت   لابن تيمية

https://t.me/wawasan_muslim/15608 

 

160. Tafsir Aayatil Ahkam

تفسير آيات الأحكام

https://t.me/wawasan_muslim/15610 

 

161. Tafsir Aayaat ar Riba

تفسير آيات الربا

https://t.me/wawasan_muslim/15612

 

162. Tafsir Aayatil Qur’an ‘an Alaqatil Malaikati bil Insan

تفسير آيات الأحكام عن علاقة الملائكة بالإنسان

 https://t.me/wawasan_muslim/15614

 

163. Tafsir Juz Amma karya Al ‘Adawi

تفسير جزء عم للعدوي

https://t.me/wawasan_muslim/15616

 

164. Tafsir Sufyan Ats Tsauri

تفسير سفيان الثوري

https://t.me/wawasan_muslim/15620

 

165. Tafsir Surah Al Ashr

تفسير سورة العصر – عبد العزيز قارئ

https://t.me/wawasan_muslim/15622

 

166. Tafsir Surah Al ‘Alaq

تفسير سورة العلق  - لشيخ الإسلام ابن تيمية

https://t.me/wawasan_muslim/15624

 

167. Tafsir surah An Nashr

تفسير سورة النصر  لابن رجب

https://t.me/wawasan_muslim/15626

 

168. Tafsir Surah Luqman

تفسير سورة لقمان للددو

https://t.me/wawasan_muslim/15628

 

169. Tafsir Mujahid bin Jabr

تفسير مجاهد بن جبر

https://t.me/wawasan_muslim/15631

 

170. Tafsir Surah Al Baqarah karya Dr. Amir Abdul Aziz

تفسير سورة البقرة  للدكتورأمير عبد العزيز

https://t.me/wawasan_muslim/15633

 

171. Tanbihat Hammah ‘alaa Shafwatit Tafasir

تنبيهات هامة على صفوة التفاسير

https://t.me/wawasan_muslim/15635

 

172. Jawahirul Afkar wa Ma’adinul Asrar

جواهر الأفكار ومعادن الأسرار

https://t.me/wawasan_muslim/15652

 

173. Zahratut Tafasir

زهرة التفاسير

https://t.me/wawasan_muslim/15654

 

174. Ta’ammulat fii Surah Ali Imran

تأملات في سورة آل عمران

https://t.me/wawasan_muslim/15656 

 

175. Ta’ammulat Qur’aniyyah fi surah Al Baqarah

تأملات قرآنية في سورة البقرة

https://t.me/wawasan_muslim/15658

 

176. Surah Al Maidah dirasah uslubiyyah fiqhiyyah muqaranah

سورة المائدة دراسة أسلوبية مقارنة

https://t.me/wawasan_muslim/15660

 

177. Shafwatul Bayan Li Ma’anil Qur’an

صفوة البيان لمعاني القرآن

https://t.me/wawasan_muslim/15662

 

178. Qurratul ‘Ainain alaa Tafsiril Jalalain

قرة العينين على تفسير الجلالين

https://t.me/wawasan_muslim/15664

 

179. Lamhat fi I’jazi suratil Ahzaab

لمحات في سورة الأحزاب

https://t.me/wawasan_muslim/15669

 

180. Mabahits fii Qaulihi Ta’ala walakum fil qishashi hayaah

مباحث في قوله تعالى ولكم فى القصاص حياة

https://t.me/wawasan_muslim/15671

 

181. Majazul Qur’an Lil Izz bin Abdissalam

مجاز القرآن للعز بن عبد السلام

https://t.me/wawasan_muslim/15673

 

182. Majalisut Tadzkir min Kalamil Hakimil Khabir

مجالس التذكير من كلام الحكيم الخبير

https://t.me/wawasan_muslim/15675

 

183. Majalis fii Tafsir Qaulihi Ta’ala ‘Laqad Mannallahu alal mu’miniin’

مجالس في تفسير قوله تعالى لقد من الله على المؤمنين إذ بعث فيهم رسولا من أنفسهم

https://t.me/wawasan_muslim/15680

 

184. Marwiyyat wa Aqwal ibni Juraij fit Tafsir

مرويات وأقوال ابن جريج فى التفسير

https://t.me/wawasan_muslim/15682

 

185. Ma’anil Qur’an karya Al Akhfasy Al Awsath

معاني القرآن للأخفش الأوسط

https://t.me/wawasan_muslim/15684

 

186. Min Kulli Suratin Faidah

من كل سورة فائدة

https://t.me/wawasan_muslim/15686

 

187. Muntahal Maram syarh Ayatil Ahkam

منتهى المرام شرح آيات الأحكام

https://t.me/wawasan_muslim/15688

 

188. Nikatul Qur’an lil Muqri’

نكات القرآن للمقرئ

https://t.me/wawasan_muslim/15690

 

189. Waqafat ma’a suratil An’aam

وقفات مع سورة الأنعام

https://t.me/wawasan_muslim/15692

 

Bersambung…

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Marwan bin Musa
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger