100 Hadits Dha’if dan Maudhu’ (3)

Selasa, 24 Desember 2013
بسم الله الرحمن الرحيم
100 Hadits Dha’if dan Maudhu’ (3)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan 100 hadits dha’if (lemah) dan maudhu (palsu) yang dikumpulkan oleh Ihsan bin Muhammad bin 'Aayisy Al 'Utaibiy yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
اُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
51.  "Carilah ilmu meskipun ke negeri Cina."
Maudhu', [Al Maudhuu'at oleh Ibnul Jauziy (1/215), Tartiibul Maudhuu'aat oleh Adz Dzahabiy (111) dan Al Fawaa'idul Majmuu'ah (852)].
شَاوِرُوْهُنَّ - يَعْنِي: النِّسَاءَ - وَخَالِفُوْهُنَّ
52.  "Bermusyawarahlah dengan mereka –yakni kaum wanita- dan selisihilah."
Tidak ada asalnya, [Al Lu'lu'ul Marshuu' (264), Tadzkiratul Maudhuu'aat (128) dan Al Asraarul Marfuu'ah (240)].
يُدْعَى النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأُمَّهَاتِهِمْ سِتْراً مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِمْ
53.  "Manusia akan dipanggil pada hari kiamat dengan menyebut ibu mereka sebagai penutupan aib dari Allah Azza wa Jalla kepada mereka."
Maudhuu' (palsu), [Al La'aali'ul Mashnuu'ah oleh As Suyuuthiy (2/449), Al Maudhuu'at oleh Ibnul Jauziy (3/248) dan Tartiibul Maudhuu'at (1123)].
اَلسُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِي أَرْضِهِ، مَنْ نَصَحَهُ هُدِيَ ، وَمَنْ غَشَّهُ ضَلَّ
54.  "Sultan (pemerintah) adalah naungan Allah di muka bumi, barang siapa yang bersikap tulus kepadanya, maka ia akan mendapat petunjuk dan barang siapa yang melakukan curang terhadapnya, maka ia akan tersesat."
Maudhuu', [Tadzkiratul Maudhuu'at oleh Al Fataniy (182), Al Fawaa'idul Majmuu'ah oleh Asy Syaukaani (623) dan Adh Dha'iifah (475)].
مَنْ خَافَ اللهَ خَوَّفَ اللهُ مِنْهُ كُلَّ شَيْءٍ ، وَمَنْ لَمْ يَخَفَ اللهَ خَوَّفَهُ اللهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
55.  "Barang siapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya, dan barang siapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu."
Dha’if, [Takhrij Al Ihyaa' oleh Al 'Iraaqiy (2/145), Tadzkiratul Maudhuu'at (20) dan Adh Dha'iifah (485)].
قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَيَصْبِرْ عَلَى بَلاَئِي، فَلْيَلْتَمِسْ رَبّاً سِوَائِيْ
56.  Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman, "Barang siapa yang tidak ridha dengan keputusan-Ku serta tidak bersabar dengan cobaan-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku."
Dha’if, [Al Kasyful Ilaahiy oleh Ath Tharablisiy (1/625), Tadzkiratul Maudhuu'at (189) dan Al Fawaa'idul Majmuu'ah (746)].
لَيْسَ لِفَاسِقٍ غِيْبَةٌ
57.  "Orang fasik tidak berhak dighibahi (dibicarakan aibnya)."
Maudhu', [Al Asraarul Marfuu'ah oleh Al Harawiy (390), Al Manaarul Muniif oleh Ibnul Qayyim (301) dan Al Kasyful Ilaahiy (1/764)].
إِذَا مَاتَ الرَّجُلُ مِنْكُمْ فَدَفَنْتُمُوْهُ فَلْيَقُمْ أَحَدُكُمْ عِنْدَ رَأْسِهِ. فَلْيَقُلْ: يَا فُلَانَ بْنُ فُلَانَةَ! فَإِنَّهُ سَيَسْمَعُ ، فَلْيَقُلْ : يَا فُلاَنَ بْنُ فُلَانَةَ! فَإِنَّهُ سَيَسْتَوِيْ قَاعِداً …. اُذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا: شَهَادَةَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُالخ
58.  Apabila seorang di antara kamu meninggal, lalu kamu menguburkannya, maka hendaknya salah seorang di antara kamu berdiri di dekat kepalanya dan ucapkanlah, "Wahai fulan bin Fulanah!” Sesungguhnya ia mendengar kata-kata itu, kemudian katakanlah, "Wahai fulan bin fulanah!" maka ia akan berubah posisi menjadi duduk....ucapkanlah apa yang kamu ucapkan ketika berpisah dari dunia, "(yaitu) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah saja; tidak ada sekutu bagi-Nya…dst."
Dha’if, [Takhrij Al Ihyaa' (4/420), Zaadul Ma'aad oleh Ibnul Qayyim (1/206) dan Adh Dha'iifah (599)].
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ، وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ
59.  "Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak akan miskin orang yang hemat."
Maudhu', [Al Kasyful Ilaahiy (1/775) dan Afh Dha'iifah (611)].
كَانَ إِذَا أَخَذَ مِنْ شَعْرِهِ أَوْ قَلَمَ أَظْفَارَهُ ، أَوِ احْتَجَمَ بَعَثَ بِهِ إِلَى الْبَقِيْعِ فَدُفِنَ
60.  "Beliau apabila mencabut rambutnya atau menggunting kukunya atau berbekam, membawanya ke Baqii' lalu ditanam."
‏‏Maudhu' [Al 'Ilal oleh Ibnu Abi Hatim (2/337) dan Adh Dha'iifah (713)].
اَلْمُؤْمِنُ كَيِّسٌ فَطِنٌ حَذِرٌ
61.  "Orang mukmin adalah seorang yang cerdas, pandai, dan selalu waspada."
Maudhu', [Kasyful Khafaa' oleh Al 'Ijluuniy (2/2684), Al Kasyful Ilaahiy oleh Ath Tharaablisiy (1/859) dan Adh Dha'iifah (760)].
يَا جِبْرِيْلُ صِفْ لِيَ النَّارَ، وَانْعَتْ لِيْ جَهَنَّمَ: فَقَالَ جِبْرِيْلُ: إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَمَرَ بِجَهَنَّمَ فَأُوْقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَأُوْقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى احْمَرَّتْ، ثُمَّ أَمَرَ فَأُوْقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاءٌ مُظْلِمَةٌ..الخ
62.  "Wahai Jibril! Beritahukanlah kepada kami tentang sifat neraka dan sifat neraka jahannam!" Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah Tabaaraka wa Ta'ala memerintahkan kepada neraka jahannam agar dinyalakan (apinya), lalu dinyalakanlah selama 1.000 tahun sehingga warnanya berubah putih, kemudian diperintahkan lagi untuk dinyalakan, maka dinyalakan selama 1.000 tahun hingga warnanya berubah merah, lalu diperintahkan lagi agar dinyalakan, maka dinyalakan selama 1.000 tahun sehingga warnanya berubah hitam. Oleh karena itu, neraka jahannam berwarna hitam kelam…dst.
Maudhu', [Al Haitsami (10/387) dan Adh Dha'iifah (910)]..
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلَةٍ تَطَوُّعاً..الخ
63.  "Wahai manusia! Sesungguhnya bulan yang agung akan datang menaungi kalian, bulan dimana di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban dan qiyamullailnya sebagai amalan sunat…dst.
Dha’if, [Al 'Ilal oleh Ibnu Abi Hatim (1/249) dan Adh Dha'iifah (871)].
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ، وَإِنَّ أَبعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي
64.  "Janganlah banyak berbicara selain dzikrullah, karena banyak berbicara selain dzikrullah dapat membuat hati menjadi keras, dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras."
Dha’if, Adh Dha'iifah (920).
إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّفِّ وَقَدْ تَمَّ فَلْيَجْبَذْ إِلَيْهِ رَجُلاً يُقِيْمُهُ إِلَى جَنْبِهِ
65.  "Apabila salah seorang di antara kamu tiba di shaf (barisan), sedangkan shaf tersebut sudah penuh, maka tariklah seseorang kepadanya (ke belakang) agar berdiri di sebelahnya.
Dha'iif [At talkhiishul Habiir oleh Ibnu Hajar (2/37) dan Adh Dha'iifah (921)].
اَلْأَبْدَالُ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ ثَلاَثُوْنَ. مِثْلُ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّمَا مَاتَ رَجُلٌ أَبْدَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَكَانَهُ رَجُلاً
66.  "Para pengganti dalam ummat ini ada tiga puluh orang seperti Ibrahim kekasih Ar Rahman Azza wa Jalla. Setiap kali pengganti itu meninggal, maka Allah mengadakan lagi gantinya seorang."
Maudhu', [Al Asraarul Marfuu'ah oleh Ali Al Qaariy (470), Tamyizuth Thayyib minal Khabiits oleh Ibnud Daiba' (7) dan Al Manaarul Muniif oleh Ibnul Qayyim (308)].
مَا فَضَلَكُمْ أَبُوْ بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقُرَ فِي صَدْرِهِ
67.  "Abu Bakar tidaklah mengalahkan kalian karena banyak berpuasa dan shalat, akan tetapi karena sesuatu yang ada dalam hatinya."
Tidak ada asalnya, [Al Asraarul Marfuu'ah oleh Ali Al Qaariy (452), Al Ahaadits Allatii laa ashla lahaa fil ihyaa' oleh As Subkiy (288) dan Al Manaarul Muniif (246)].
تَحِيَّةُ الْبَيْتِ الطَّوَافُ
68.  "Tahiyatul masjid di Baitullah adalah thawaf."
Tidak ada asalnya [Al Asraarul Marfuu'ah (130), Al Lu'lu'ul Marshuu' (143) dan Al Maudhuu'aat Ash Shughraa oleh Al Qaariy (88)].
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ بَيْنَ عَيْنَيِ الرَّحْمَنِ فَإِذَا الْتَفَتَ قَالَ لَهُ الرَّبُّ: يَا ابْنَ آدَمَ إِلَى مَنْ تَلْتَفِتُ؟ إِلَى مَنْ هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنِّي؟ ابْنَ آدَمَ أَقْبِلْ عَلَى صَلاَتِكَ فَأَنَا خَيْرٌ لَكَ مِمَّنْ تَلْتَفِتُ إِلَيْهِِ
69.  "Sesungguhnya seorang hamba ketika berdiri dalam shalat, maka sesungguhnya ia berada di antara kedua mata Ar Rahman. Ketika ia menoleh, Allah berfirman kepadanya, "Wahai anak Adam! Ke siapa kamu menoleh? Apakah kepada yang lebih baik daripada-Ku? Wahai anak Adam! Hadapkanlah shalatmu, sesungguhnya Aku lebih baik bagimu daripada yang kaum pandang ke arahnya."
Dha'if jiddan (sangat dha'if), [Al Ahaadits Al Qudsiyyah Adh Dha'iifah wal Maudhuu'ah oleh Al 'Iysawiy (46) dan Adh Dha'iifah (1024)].
وَقَعَ فِي نَفْسِ مُوْسَى: هَلْ يَنَامُ اللهُ تَعَالَى ذِكْرُهُ؟ فَأَرْسَلَ اللهُ إِلَيْهِ مَلَكاً. فَأَرَقَهُ ثَلَاثاً، ثُمَّ أَعْطَاهُ قَارُوْرَتَيْنِ فِي كُلِّ يَدٍ قَارُوْرَةٌثُمَّ نَامَ نَوْمَةً فَاصْطَفَقَتْ يَدَاهُ وَانْكَسَرَتِ اْلقَارُوْرَتَانِ قَالَ: ضَرَبَ اللهُ لَهُ مَثَلاً أَنَّ اللهَ لَوْ كَانَ يَنَامُ لَمْ تَسْتَمْسِكِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
70.  Pernah terlintas di hati Musa, "Apakah Allah Ta'ala dzikruh tidur?" Maka Allah mengutus seorang malaikat kepadanya, lalu dibangunkanlah Musa di malam hari sebanyak tiga kali, diberikan kepadanya dua buah botol, ditaruh di masing-masing tangannya sebuah botol…lalu Musa tidur, dan bergeraklah kedua tangannya sehingga kedua botol itu (terjatuh) pecah. Disebutkan, bahwa  Allah membuatkan sebuah perumpamaan kepadanya, yakni kalau sekiranya Allah tidur, tentu langit dan bumi lepas."
Dha'if [Al 'Ilalul Mutanaahiyah oleh Ibnul Jauziy dan Adh Dha'iifah (1034)].
اَلنَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ مَنْ تَرَكَهَا خَوْفاً مِنَ اللهِ آتَاهُ اللهُ إِيْمَاناً يَجِدُ حَلاَوَتَهُ فِي قَلْبِهِ
71.  "Pandangan adalah salah satu panah di antara panah-panah Iblis, barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberikan keimanan kepadanya, dimana ia  merasakan manisnya di hatinya."
Dha'if jiddan (sangat dha'if), [At Targhiib wat Tarhib oleh Al Mundziri (4/106), Majma'uz Zawaa'id oleh Al Haitsami (8/63) dan Talkhis Al Mustadrak oleh Adz Dzahabiy (4/314)].
يُعَادُ الْوُضُوْءُ مِنَ الرُّعَافِ السَّائِلِ
72.  "Wudhu diulang karena darah yang keluar dari hidung."
Maudhu', [Dzakhiiratul Huffazh oleh Ibnu Thaahir (5/6526) dan Adh Dha'iifah (1071)].
Bersambung...
Wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa

100 Hadits Dha’if dan Maudhu’ (2)

بسم الله الرحمن الرحيم
100 Hadits Dha’if dan Maudhu’ (2)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut ini lanjutan 100 hadits dha’if (lemah) dan maudhu (palsu) yang dikumpulkan oleh Ihsan bin Muhammad bin 'Aayisy Al 'Utaibiy yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
أَمَا إِنِّي لاَ أَنْسَى ، وَلَكِنْ أُنَسَّ لِأُشَرِّعَ
24.  "Adapun saya tidaklah lupa, akan tetapi dibuat lupa sehingga saya mengadakan syari'at (yang baru)."
Tidak ada asalnya, termasuk hadits-hadits yang tidak ada asalnya dalam Al Ihyaa' (357), Adh Dha'iifah (101).
اَلنَّاسُ نِيَامٌ فَإِذَا مَاتُوْا انْتَبَهُوْا
25.  "Manusia itu tidur, ketika mereka mati barulah sadar."
Tidak ada asalnya, [Al Asraarul Marfuu'ah (555), Al Fawaa'idul Majmuu'ah (766) dan Tadzkiratul Maudhu'at (200)].
مَنْ حَدَّثَ حَدِيْثاً، فَعَطَسَ عِنْدَهُ ، فَهُوَ حَقٌّ
26.  "Barang siapa yang membawakan sebuah hadits, lalu ia bersin di saat itu, maka hadits itu benar."
Maudhu', [Tanziihusy Syarii'ah (483), Al La'aali'ul Mashnuu'ah (2/286) dan Al Fawaa'idul Majmuu'ah (669)].
تَزَوَّجُوْا وَلاَ تُطَلِّقُوْا، فَإِنَّ الطَّلاَقَ يَهْتَزُّ لَهُ الْعَرْشُ
27.  "Menikahlah dan jangan menthalaq, karena 'Arsy berguncang karenanya."
Maudhu', [Tartiibul Maudhuu'at (694), Al Maudhuu'at oleh Ash Shaghaaniy (97) dan Tanziihusy Syarii'ah (2/202)].
تُعَادُ الصَّلاَةُ مِنْ قَدْرِ الدِّرْهَمِ مِنَ الدَّمِ
28.  "Shalat harus diulang karena darah meskipun hanya sebesar dirham."
Maudhu', [Dhi'aaf Ad Daaruquthniy oleh Al Ghassaaniy (353), Al Asraarul Marfuu'ah (138) dan Al Maudhuu'at oleh Ibnul Jauziy (2/76)].
اَلسَّخِيُّ قَرِيْبٌ مِنَ اللهِ، قَرِيْبٌ مِنَ الْجَنَّةِ. قَرِيْبٌ مِنَ النَّاسِ، بَعِيْدٌ مِنَ النَّارِ، وَالْبَخِيْلُ بَعِيْدٌ مِنَ اللهِ، بَعِيْدٌ مِنَ الْجَنَّةِ، بَعِيْدٌ مِنَ النَّاسِ ، قَرِيْبٌ مِنَ النَّارِ وَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ عَابِدٍ بَخِيْلٍ
29.  "Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia dan jauh dari neraka. Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan neraka. Orang yang jahil namun dermawan lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah yang bakhil."
Dha'if jiddan (sangat dha'if), [Al Manaarul Muniif (284), Tartiibul Maudhuu'aat (564) dan Al La'aali'ul Mashnuu'ah (2/91)].
أَنَا عَرَبِيٌّ وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ وَلِسَانُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ
30.  "Saya orang Arab, Al Qur'an berbahasa Arab dan bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab."
[Tadzkiratul Maudhuu'at (112), Al Maqaashidul Hasanah (31) dan Tanziihusy Syarii'ah (2/30)].
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْباً، وَإِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ (يس) مَنْ قَرَأَهَا، فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ
31.  "Sesungguhnya segala sesuatu memiliki jantung. Sesungguhnya jantung Al Qur'an adalah surat Yaasin, barang siapa yang membaca, maka seakan-akan ia membaca Al Qur'an sepuluh kali."
Maudhu' (palsu), [Al 'Ilal oleh Ibnu Abi Hatim 2/55 dan Adh Dha'iifah (169)].
فِكْرَةُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّيْنَ سَنَةٍ
32.  "Berfikir sejenak lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun."
Maudhu', [Tanziihusy syarii'ah (2/305), Al Fawaa'idul Majmuu'ah (723) dan Tartiibul Maudhuu'at (964)].
لاَ صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلاَّ فِي الْمَسْجِدِ
33.  "Tidak ada shalat bagi tetangga masjid kecuali di masjid."
Dha'if (lemah), [Dhi'aaf Ad Daaruquthni (362), Al La'aali'ul Mashnuu'ah (2/16) dan Al 'Ilal Al Mutanaahiyah (1/693)].
اَلْحَجَرُ اْلأَسْوَدُ يَمِيْنُ اللهِ فِي اْلأَرْضِ يُصَافِحُ بِهَا عِبَادَهُ
34.  "Hajar Aswad adalah Tangan kanan Allah di muka bumi, Allah menyalami hamba-hamba-Nya dengannya."
Maudhu', [Tarikh Baghdad oleh Al Khathiib (6/328), Al 'Ilalul Mutanaahiyah (2/944) dan Adh Dha'iifah (223)].
صُوْمُوْا تَصِحُّوا
35.  "Berpuasalah, kalian akan sehat."
Dha'if, [Takhrij Al Ihyaa' (3/87), Tadzkiratul Maudhuu'at (70) dan Al Maudhuu'at oleh Ash Shaghaaniy (72)].
أَوْصَانِي جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِالْجَارِ إِلَى أَرْبَعِيْنَ دَاراً. عَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا، وَ عَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا ، وَ عَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا ، وَ عَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا
36.  "Jibril 'alaihis salam berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga sampai berjumlah empat puluh tetangga; sepuluh dari sini, sepuluh dari situ, sepuluh dari sana dan sepuluh dari sini."
Dha'if, [Kasyful Khafaa' (1/1054), Takhrij Al Ihyaa' (2/232) dan Al Maqaashid Al Hasanah (170)].
لَوْلَاكَ مَا خَلَقْتُ الدُّنْيَا
37.  "Kalau bukan karena dirimu, tentu Aku tidak akan menciptakan dunia."
Maudhu', [Al Lu'lu'ul Marshuu' oleh Al Masyisyi (454), Tartiibul Maudhuu'at (196) dan Adh Dha'iifah (282)].
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا
38.  "Barang siapa yang membaca surat Al Waaqi'ah di setiap malam, niscaya ia tidak akan tertimpa kemiskinan selama-lamanya."
Dha'if, [Al 'Ilalul Mutanaahiyah (1/151), Tanziihusy Syarii'ah (1/301) dan Al Fawaa'idul Majmuu'ah (972)].
مَنْ أَصْبَحَ وَهَمُّهُ غَيْرَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ، فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَهْتَمَّ لِلْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ
39.  "Barang siapa yang di pagi harinya, harapannya adalah kepada selain Allah Azza wa Jalla, maka ia lepas dari Allah, dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka."
Maudhu', [Al Fawaa'idul Majmuu'ah (233), Tadzkiratul Maudhuu'at (69) dan Adh Dha'iifah (309-312)].
كَمَا تَكُوْنُوْا يُوَلِّيْ عَلَيْكُمْ
40.  "Sebagaimana keadaan kalian, maka Dia akan mengangkat kalian."
Dha’if, [Kasyful Khafaa' (2/1997), Al Fawaa'idul Majmuu'ah (624) dan Tadzkiratul Maudhuu'at (182)].
كَمَا تَكُوْنُوْا يُوَلِّيْ عَلَيْكُمْ
41.  "Sebagaimana keadaan kalian, maka Dia akan mengangkat kalian."
Dha’if, [Al Fawaa'idul Majmuu'ah (624), Tadzkiratul Maudhuu'at (182) dan Kasyful Khafaa' (2/1997)].
مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ. فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
42.  "Barang siapa yang kelahiran seorang anak, lalu ia azankan pada telinga kanan dan ia iqamatkan pada telinga kiri, maka ia tidak akan diganggu oleh Ummush Shibyaan (setan)."
Maudhu', [Al Miizaan oleh Adz Dzahabiy (4/397), Majma'uz Zawaa'id oleh Al Haitsamiy dan Takhrij Al Ihyaa' (2/61)].
مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِيْ ، فَلَهُ أَجْرُ مِئَةِ شَهِيْدٍ
43.  "Barang siapa yang berpegang dengan sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka ia akan memperoleh pahala seratus orang syahid."
Dha'iif jiddan (sangat dha'if), [Dzakhiiratul Huffaazh (4/5174) dan Adh Dha'iifah (326)].
اَلْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِيْ لَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ
44.  "Orang yang berpegang dengan sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka ia akan memperoleh pahala seorang syahid."
Dha’if, [Adh Dha'iifah (372)].
أَنَا ابْنُ الذَّبِيْحَيْنِ
45.  "Saya adalah putera dari dua orang yang hendak disembelih."
Tidak ada asalnya, [Risalah Lathiifah oleh Ibnu Qudaamah (23), Al Lu'lu'ul Marshuu' (81) dan An Nukhbah Al Bahiyyah oleh As Sinbaawiy (43)].
اَلنَّظَرُ فِي الْمُصْحَفِ عِبَادَةٌ، وَنَظَرُ الْوَلَدِ إِلَى الْوَالِدَيْنِ عِبَادَةٌ، وَالنَّظَرُ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عِبَادَةٌ
46.  "Melihat Mus-haf Al Qur'an adalah ibadah, seorang anak melihat kedua orang tuanya adalah ibadah, dan melihat Ali bin Abi Thalib adalah ibadah."
Maudhu' [Adh Dha'iifah (356)].
مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِيْ أَرْبَعِيْنَ صَلاَةً لاَ يَفُوْتُهُ صَلاَةٌ كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ
47.  "Barang siapa yang shalat di masjidku sebanyak empat puluh kali, tidak sampai luput satu pun shalat, kecuali akan dicatat terlepas dari neraka, selamat dari azab dan terlepas dari kemunafikan."
Dha'if, [Adh Dha'iifah (364)].
اَلْأَقْرَبُوْنَ أَوْلَى بِالْمَعْرُوْفِ
48.  "Para kerabat terdekat lebih layak diberikan perkara yang ma'ruf."
Tidak ada asalnya, [Al Asraarul Marfuu'ah (51), Al Lu'lu'ul Marshuu' (55) dan Al Maqaashid Al Hasanah (!41)].
آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَةَ ، يُقَالُ لَهُ: جُهَيْنَةُ ، فَيَسْأَلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ: هَلْ بَقِيَ أَحَدٌ يُعَذَّبُ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ فَيَقُوْلُوْنَ: عِنْدَ جُهَيْنَةَ الْخَبَرُ الْيَقِيْنُ
49.  "Orang yang terakhir masuk surga adalah seorang yang berasal dari suku Juhainah yang bernama Juhainah, lalu penduduk surga bertanya kepadanya, "Masih adakah orang yang disiksa?" ia menjawab, "Tidak,” kemudian mereka berkata, “Sesungguhnya pada si Juhainah ada berita yang meyakinkan."
Maudhu', [Al Kasyful Ilaahiy oleh Ath Tharaablisi (1/161), Tanziihusy Syarii'ah (2/361) dan Al Fawaa'idul Majmuu'ah (1429)].
خَيْرُ الْأَسْمَاءِ مَا عُبِّدَ وَمَا حُـمِّدَ
50.  "Sebaik-baik nama adalah yang diawali 'abdun atau dengan nama Muhammad."
Maudhu', [Al Asraarul Marfuu'ah (192), Al Lu'lu'ul Marshuu' (189) dan An Nukhbah (117)].
Bersambung...
Wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa
 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger