Terjemah Bulughul Maram (21)

 

بسم  الله الرحمن الرحيم



Terjemah Bulughul Maram (21)

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Berikut lanjutan terjemah Bulughul Maram karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan buku ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.

Dalam menyebutkan takhrijnya, kami banyak merujuk kepada dua kitab; Takhrij dari cetakan Darul ‘Aqidah yang banyak merujuk kepada kitab-kitab karya Syaikh M. Nashiruddin Al Albani rahimahullah, dan Buluughul Maram takhrij Syaikh Sumair Az Zuhairiy –hafizhahullah- yang kami singkat dengan ‘TSZ’.

كِتَابُ اَلصَّلَاةِ

Kitab Shalat

بَابُ صَلَاةِ اَلْخَوْفِ

Bab shalat khauf

501- عَنْ صَالِحِ بْنِ خَوَّاتٍ, , عَمَّنْ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اَللَّهِ r يَوْمَ ذَاتِ اَلرِّقَاعِ صَلَاةَ اَلْخَوْفِ: أَنَّ طَائِفَةً صَلَّتْ مَعَهُ وَطَائِفَةٌ وِجَاهَ اَلْعَدُوِّ, فَصَلَّى بِاَلَّذِينَ مَعَهُ رَكْعَةً, ثُمَّ ثَبَتَ قَائِمًا وَأَتَمُّوا لِأَنْفُسِهِمْ, ثُمَّ اِنْصَرَفُوا فَصَفُّوا وِجَاهَ اَلْعَدُوِّ, وَجَاءَتِ اَلطَّائِفَةُ اَلْأُخْرَى, فَصَلَّى بِهِمْ اَلرَّكْعَةَ اَلَّتِي بَقِيَتْ, ثُمَّ ثَبَتَ جَالِسًا وَأَتَمُّوا لِأَنْفُسِهِمْ, ثُمَّ سَلَّمَ بِهِمْ -  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ . وَوَقَعَ فِي "اَلْمَعْرِفَةِ" لِابْنِ مَنْدَهْ, عَنْ صَالِحِ بْنِ خَوَّاتٍ, عَنْ أَبِيهِ

501. Dari Shalih bin Khawwat radhiyallahu 'anhu dari para sahabat yang ikut shalat khauf bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada peperangan Dzaatur riqaaa’: “Bahwa segolongan para sahabat Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam ikut shalat bersama Beliau, sedangkan segolongan yang lain bersiaga menghadap musuh, maka Beliau pun shalat dengan segolongan yang bersama Beliau satu rakaat, lalu Beliau tetap berdiri dan para sahabat menyempurnakan shalatnya masing-masing, setelah itu mereka semua pergi dan berbaris menghadang musuh. Kemudian datanglah segolongan yang sebelumnya menghadang musuh lalu Beliau shalat dengan mereka satu rakaat kurangnya, Beliau pun tetap dalam keadaan duduk dan para sahabat pun masing-masing menyempurnakan yang kurangnya, setelah itu Beliau salam bersama mereka.” (Muttafaq 'alaih, lafaz ini adalah lafaz Muslim, sedangkan dalam Al Ma’rifah karya Ibnu Mandah disebutkan dari Shalih bin Khawwat dari bapaknya)[i]

502- وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: , غَزَوْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ r قِبَلَ نَجْدٍ, فَوَازَيْنَا اَلْعَدُوَّ, فَصَافَفْنَاهُمْ, فَقَامَ رَسُولُ اَللَّهِ r يُصَلِّي بِنَا, فَقَامَتْ طَائِفَةٌ مَعَهُ, وَأَقْبَلَتْ طَائِفَةٌ عَلَى اَلْعَدُوِّ, وَرَكَعَ بِمَنْ مَعَهُ, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ, ثُمَّ انْصَرَفُوا مَكَانَ اَلطَّائِفَةِ الَّتِي لَمْ تُصَلِّ فَجَاءُوا, فَرَكَعَ بِهِمْ رَكْعَةً, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ, ثُمَّ سَلَّمَ, فَقَامَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ, فَرَكَعَ لِنَفْسِهِ رَكْعَةً, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ -  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَهَذَا لَفْظُ اَلْبُخَارِيِّ

502. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma ia berkata, “Aku pernah ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke bagian arah Nejd, kami berhadapan dengan musuh, kami pun kemudian membuat barisan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri shalat mengimami kami, sekelompok ikut shalat bersama Beliau sedangkan sekelompok yang lain bersiaga menghadang musuh. Sekelompok yang bersama Beliau melakukan ruku dan sujud dua kali lalu mereka pergi ke tempat sekelompok yang belum shalat. Mereka pun datang, lalu Beliau melakukan ruku bersama mereka dan sujud dua kali kemudian salam, maka masing-masing dari kelompok itu berdiri lalu melakukan ruku sendiri-sendiri dan sujud dua kali.” (Muttafaq ‘alaih, lafaz ini adalah lafaz Bukhari)[ii]

503- وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: , شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اَللَّهِ r صَلَاةَ اَلْخَوْفِ، فَصَفَّنَا صَفَّيْنِ: صَفٌّ خَلْفَ رَسُولِ اَللَّهِ r وَالْعَدُوُّ بَيْنَنَا وَبَيْنَ اَلْقِبْلَةِ, فَكَبَّرَ اَلنَّبِيُّ r وَكَبَّرْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ رَكَعَ وَرَكَعْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ اَلرُّكُوعِ وَرَفَعْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ اِنْحَدَرَ بِالسُّجُودِ وَالصَّفُّ اَلَّذِي يَلِيهِ, وَقَامَ اَلصَّفُّ اَلْمُؤَخَّرُ فِي نَحْرِ اَلْعَدُوِّ, فَلَمَّا قَضَى اَلسُّجُودَ, قَامَ اَلصَّفُّ اَلَّذِي يَلِيهِ... -  فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ. وَفِي رِوَايَةٍ: , ثُمَّ سَجَدَ وَسَجَدَ مَعَهُ اَلصَّفُّ اَلْأَوَّلُ, فَلَمَّا قَامُوا سَجَدَ اَلصَّفُّ اَلثَّانِي, ثُمَّ تَأَخَّرَ اَلصَّفُّ اَلْأَوَّلِ وَتَقَدَّمَ اَلصَّفُّ اَلثَّانِي... -  فَذَكَرَ مِثْلَهُ. وَفِي آخِرِهِ: , ثُمَّ سَلَّمَ اَلنَّبِيُّ r وَسَلَّمْنَا جَمِيعًا -  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

503. Dari Jabir radhiyallahu 'anhu ia berkata, “Aku pernah ikut shalat khauf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kami pun berbaris dua shaf, satu shaf di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan musuh berada di antara kami dan kiblat, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir, kami pun semua bertakbir, Beliau ruku maka kami pun ikut ruku’, Beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ maka kami pun mengangkat kepala semuanya, lalu Beliau turun sujud bersama shaf yang dekat dengan Beliau dan shaf terakhir tetap berdiri menghadap musuh, ketika Beliau telah sujud maka  bangunlah shaf yang dekat dengan Beliau…dst. Sedangkan dalam sebuah riwayat disebutkan, “Kemudian Beliau sujud dan sujud bersama Beliau shaf pertama, ketika mereka semua bangun maka sujudlah shaf kedua, lalu shaf bertama mundur dan shaf kedua maju…dst. Sama seperti di atas. Di bagian akhirnya disebutkan, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian salam dan kami pun semua salam.” (Diriwayatkan oleh Muslim)[iii]

504- وَلِأَبِي دَاوُدَ: عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ الزُّرَقِيِّ مِثْلُهُ, وَزَادَ: , أَنَّهَا كَانَتْ بِعُسْفَانَ -

504. Dan dalam riwayat Abu Dawud dari Abu ‘Ayyasy Az Zuraqiy sama seperti itu namun ada tambahan, “Hal itu terjadi ketika di ‘Usfan”.[iv]

505- وَلِلنَّسَائِيِّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ جَابِرٍ , أَنَّ اَلنَّبِيَّ r صَلَّى بِطَائِفَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ رَكْعَتَيْنِ, ثُمَّ سَلَّمَ, ثُمَّ صَلَّى بِآخَرِينَ أَيْضًا رَكْعَتَيْنِ, ثُمَّ سَلَّمَ -

505. Sedangkan dalam riwayat Nasa’i dari jalur yang lain dari Jabir bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat dengan segolongan para shahabat dua rakaat lalu salam, kemudian shalat dengan yang lain juga dua rak’at lalu salam.”[v]

506- وَمِثْلُهُ لِأَبِي دَاوُدَ, عَنْ أَبِي بَكْرَةَ

506. Demikian juga dalam riwayat Abu Dawud dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu.[vi]

507- وَعَنْ حُذَيْفَةَ: , أَنَّ اَلنَّبِيَّ r صَلَّى صَلَاةَ اَلْخَوْفِ بِهَؤُلَاءِ رَكْعَةً, وَبِهَؤُلَاءِ رَكْعَةً, وَلَمْ يَقْضُوا -  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

507. Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat khauf dengan sebagian sahabat satu rakaat dan dengan sebagian sahabat yang lain satu rakaat, mereka semua tidak mengqadhanya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i, serta dishahihkan oleh Ibnu Hibban)[vii]

508- وَمِثْلُهُ عِنْدَ ابْنِ خُزَيْمَةَ: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

508. Sama juga seperti itu dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.[viii]

509- وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ r , صَلَاةُ اَلْخَوْفِ رَكْعَةٌ عَلَى أَيِّ وَجْهٍ كَانَ -  رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ

509. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Shalat khauf itu satu rakaat bagaimana pun keadaannya.” (Diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan isnad yang dha’if)[ix]

510- وَعَنْهُ مَرْفُوعًا: , لَيْسَ فِي صَلَاةِ اَلْخَوْفِ سَهْوٌ -  أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ

510. Darinya (Ibnu Umar) secara marfu’, “Dalam shalat khauf tidak ada (sujud) sahwi.” (Diriwayatkan oleh Daruquthni dengan isnad yang dha’if)[x]

 

Bersambung….

Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Alih Bahasa:

Marwan bin Musa



[i] Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (4130) dalam Al Maghaaziy, Muslim (842) bab Shalatul khauf, sedangkan Muslim di nomor 841 dari Shalih bin Khawwat dari Sahl bin Abi Hatsmah. Lihat Al Misykaat (1421). Dalam Fathul Bariy disebutkan, “Ini adalah zhahirnya riwayat Bukhari, namun yang rajih (kuat) bahwa bahwa bapaknya adalah Khawwat bin Jubair, Karena Abu Uwais meriwayatkan hadits ini dari Yazid bin Rumaan guru Malik, ia berkata, “Dari Shaalih bin Khawwat dari bapaknya,” diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dalam Ma’rifatush Shahaabah dari jalurnya, juga diriwayatkan oleh Baihaqi dari jalan Ubaidullah bin Umar, dari Al Qaasim bin Muhammad, dari Shalih bin Khawwat dari bapaknya. Imam Nawawiy memastikan dalam Tahdzibnya bahwa ia adalah Khawwat bin Jubair, ia katakan, “Ini sudah benar berdasarkan riwayat Muslim dan lainnya.” [lihat Fathul Baariy (7/487)].

Dalam TSZ dijelaskan bahwa dalam Bukhari-Muslim lafaznya adalah “Shaffat (membuat shaf)” sebagai ganti dari “shallat”.

[ii] Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (942) dalam Al Khauf, Muslim (839) bab Shalaatul Khauf .

[iii] Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (840) dalam Shalaatul musaafiriin wa qashruhaa, bab Shalaatul Khauf. Al Misykaat (1423) .

[iv] Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (1236) bab Shalatul Khauf, dan dalam Shahih Abu Dawud karya Al Albani (1236) .

Dalam TSZ disebutkan lafaznya sbb,

عن أبي عياش الزرقي قال: كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بعسفان، وعلى المشركين خالد بن الوليد، فصلينا الظهر، فقال المشركون: لقد أصبنا غرة. لقد أصبنا غفلة، لو كنا حملنا عليهم وهم في الصلاة، فنزلت آية القصر بين الظهر والعصر، فلما حضرت العصر، قام رسول الله صلى الله عليه وسلم، مستقبل القبلة والمشركون أمامه، فصف خلف رسول الله صلى الله عليه وسلم صف، وصف بعد ذلك الصف صف آخر، فركع رسول الله صلى الله عليه وسلم وركعوا جميعا، ثم سجد وسجد الصف الذين يلونه، وقام الآخرون يحرسونهم، فلما صلى هؤلاء السجدتين وقاموا سجد الآخرين الذين كانوا خلفهم، ثم تأخر الصف الذي يليه إلى مقام الآخرين، وتقدم الصف الأخير إلى مقام الصف الأول، ثم ركع رسول الله صلى الله عليه وسلم وركعوا جميعا، ثم سجد وسجد الصف الذي يليه، وقام الآخرون يحرسونهم فلما جلس رسول الله صلى الله عليه وسلم والصف الذي يليه الآخرون، ثم جلسوا جميعا، فسلم عليهم جميعا، فصلاها بعسفان، وصلاها يوم بني سليم

Dari Abu ‘Ayyaasy Az Zuraqiy ia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Usfaan, ketika itu pemimpin kaum musyrikin adalah Khalid bin Al Walid, lalu kami shalat Zhuhur, kaum musyrikin berkata, “Kita lalai, kita lupa, alangkah baiknya kalau kita serang mereka ketika mereka sedang shalat, maka turunlah ayat perintah mengqashar shalat Zhuhur dan ‘Ashar, ketika tiba waktu ‘Ashar, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri menghadap kiblat, sedangkan kaum musyrikin di hadapannya, maka Satu shaf berbaris di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, setelah shaf itu ada shaf lagi yang lain, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ruku’, yang lain pun ruku’ semua, kemudian Beliau sujud dan ikut sujud juga shaf yang di dekat Beliau, sedangkan shaf yang lain berdiri menjaga mereka, ketika shaf (yang dekat dengan Beliau) telah menyelesaikan dua kali sujud, merekapun berdiri, sedangkan shaf yang lain yang berada di belakang mereka sujud, kemudian shaf yang berada di dekat Beliau menggantikan posisi shaf yang berada di belakangnya, sedangkan shaf yang di belakang menggantikan posisi shaf pertama, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ruku dan ikut ruku juga semuanya, kemudian Beliau sujud dan ikut sujud dengan Beliau shaf yang di dekatnya, sedangkan shaf yang lain berdiri menjaga mereka, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk, demikian juga shaf yang berada di dekatnya, maka yang lain pun ikut duduk, lalu Beliau melakukan salam bersama mereka, hal itu Beliau lakukan ketika di Usfan dan ketika hari Bani Salim.”

[v] Shahih, diriwayatkan oleh Nasa’i (1552) dalam Shalaatul Khauf, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih An Nasaa’i dengan no. 1551, dan ia menisbatkan kepada Muslim (2/215) .

[vi] Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (1248) bab man qaala yushalliy bikulli thaa’ifatin rak’atain, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Dawud (1248).

[vii] Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (1246), Nasa’i no. (1529-1530) dalam Shalatul Khauf, Ibnu Abi Syaibah (2/115/1), Thahawiy (1/183), Hakim (1/335) dan Ahmad (5/385, 399) dari jalan Sufyan dari Asy’ats bin Abisy Sya’tsaa’, dari Al Aswad bin Hilal dari Tsa’labah bin Zuhdam Al Hanzhaliy ia berkata,”Kami pernah bersama Sa’id di Thibristan ia pun berdiri dan berkata,”Siapa di antara kalian yang pernah shalat khauf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?” Maka Hudzaifah berkata, “Saya”, ia pun kemudian shalat dengan sebagian golongan satu rakaat dan dengan yang lain satu rakaat, dan mereka tidak mengqadhanya.” Al Albani berkata: “Dan ini isnad yang shahih sebagaimana dikatakan Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabiy serta dishahihkan juga oleh Ibnu Hibban seperti dalam Bulughul Maram, para perawinya adalah tsiqah dan ia adalah perawi Muslim selain Al Aswad, Ibnu Hazm (5/35) berkata, ”Ia adalah seorang shahabiy Hanzhaliy, dan jamaah (ahli hadits) memastikan keshahihannya di antaranya Ibnu Hibban dan Ibnus Sakan, namun Bukhari dan lainnya menafikannya. [lihat Shahih Abu Dawud (1246), Al Irwaa’ (3/44)] .

[viii] Isnadnya shahih, Shahih Ibnu Khuzaimah (1344) ta’liq Al Albani, dan isnadnya shahih.

[ix] Al Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawaa’id (2/196), “Diriwayatkan oleh Al Bazzar, dan dalam sanadnya ada Muhammad bin Abdurrahman bin Al Baylamaaniy, Bukhari dan Abu Haatim mengatakan, “Munkar haditsnya.” Sedangkan Daruquthni dan lainnya berkata, “Dha’if” .

[x] Diriwayatkan oleh Daruquthni dalam Sunannya (2/58) ia berkata, ”Abdul Hamid bin As Sirriy menyendiri dalam meriwayatkan, ia adalah orang yang dha’if.”

0 komentar:

 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger