Mengenal Kemukjizatan Al Qur’an (2)


بسم الله الرحمن الرحيم
نتيجة بحث الصور عن الإعجاز القرآني
Mengenal Kemukjizatan Al Qur’an (2)

Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'du:
Berikut lanjutan pembahasan singkat tentang kemukjizatan Al Qur’an, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Kemujizatan Al Qur’an dari sisi berita
3. Firman Allah Ta’ala,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An Nisaa: 56)
Prof. Tajasat Tajasun ketua Ahli Anatomi dan Janin di Universitas Chiang Mai Tailand yang menjadi dekan di jurusan kedokteran pernah ditanya oleh Prof. Abdul Majid Az Zandani, “Di manakah tempat rasa di tubuh manusia?” Ia menjawab, “Ada di ujung urat syaraf kulit. Jika kulit habis terbakar, maka habislah syaraf perasa, sehingga seseorang tidak merasakan perih lagi setelahnya, maka harus ada kulit agar manusia merasakan perihnya.”
Prof. Abdul Majid berkata lagi, “Kapan diketahui pengetahuan seperti ini?”
Prof. Tajasun menjawab, “Belum lama, setelah dibuat alat-alat modern.”
Prof. Abdul Majid berkata, “Akan tetapi Al Qur’an telah lebih dulu memberitakan hal itu sejak 1400 tahun yang lalu. “
Prof. Tajasun balik berkata, “Tidak mungkin! Coba bawa Al Qur’an kepadaku dan tunjukkan pernyataan itu.”
Ia pun membawakan Al Qur’an dan membuka surat An Nisa ayat 56, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Qs. An Nisa’: 56)
Prof. Abdul Majid berkata, “Mungkinkah Muhammad menerima ini dari manusia?”
Prof. Tajasun berkata, “Tidak mungkin, karena manusia ketika itu tidak tahu apa-apa tentang itu, lalu dari mana ia peroleh pengetahuan ini?”
Prof. Abdul Majid menjawab, “Dari sisi Allah, karena dia adalah utusan Allah.”
Prof. Tajasun berkata, “Biarkan saya mempelajari Al Qur’an secara ilmiah berdasarkan pengetahuan modern.”
Setahun kemudian setelah Prof, Tajasun mempelajari Al Qur’an  berdasarkan pengetahuan modern, ia datang untuk menghadiri mukmatar kedokteran ke-8 di Arab Saudi, dan empat hari setelah menyimak pemaparan ilmiyah yang disampaikan para Ahli baik dari kalangan muslim maupun non muslim tentang kemukjizatan Al Qur’an dan As Sunnah secara ilmiyah, maka Prof, Tajasun berdiri sambil berkata,
“Saya seorang spesialis ilmu anatomi dan janin setelah mempelajari ayat Al Qur’an tentang perkembangan janin dan ilmu anatomi menyatakan, bahwa apa yang disebutkan Al Qur’an ternyata tidak diketahui kecuali setelah berkembangnya ilmu pengetahuan modern, padahal di zaman itu pengetahuan tidak sampai kepada hakikat ini. Oleh karena itu, pasti Muhammad telah mendapatkan wahyu dari Allah berupa Al Qur’an ini. Maka dari itu, aku yakin bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Allah, dan sekarang aku nyatakan bahwa diriku masuk Islam, Asyhadu allaailaahaillallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seorang yang ummi
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157) قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (158)
“(Yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi (tidak bisa baca-tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[i]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.-- Katakanlah, "Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (Qs. Al A’raaf: 157- 158)
Dalam ayat di atas, Allah menyebut nabi-Nya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai seorang yang ‘ummi’ atau tidak bisa baca-tulis. Jika keadaan Beliau demikian, tetapi Beliau membawakan ayat-ayat Al Qur’an dengan sastra yang tinggi, berita yang benar, perintah yang bijak, melarang semua keburukan, maka sudah pasti apa yang Beliau bawa benar-benar firman Allah Ta’ala dan bahwa Beliau adalah utusan-Nya, dan kami menjadi saksi terhadap hal itu.
Bukan hanya itu, nama Beliau juga tercantum dalam kitab Taurat dan Injil  
Dalam Al Qur’an disebutkan,
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata." (Qs. Ash Shaff: 6)
Dalam Perjanjian Lama, pada Nasyidul Insyad, pasal 5 paragraf 16 dalam bahasa Ibrani, yang artinya: “Ucapannya adalah ucapan yang paling manis, dialah Muhammad yang agung. Inilah kekasih dan kesayangan-Ku.”
Dalam Injil Yohanes pasal 16 paragraf 7 disebutkan, bahwa Al Masih berkata kepada kawan-kawannya, “Akan tetapi, aku katakan kepada kalian, bahwa lebih baik bagi kalian jika aku pergi, karena jika aku tidak pergi, maka penghibur itu yaitu Farqalith tidak kunjung datang.”
Farqalith dalam bahasa Yunani artinya Muhammad.
Lihat juga bukti bahwa nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tercantum dalam Bible (Injil) di sini: https://www.youtube.com/watch?v=OV3CK-zT7s0
Ibnu Jarir meriwayatkan dari 'Athaa' bin Yasar ia berkata: Aku bertemu dengan Abdullah bin 'Amr, lalu aku berkata, "Beritahukanlah kepadaku sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kitab Taurat." Abdullah bin 'Amr berkata, "Baiklah. Demi Allah, sesungguhnya Beliau disifati dalam kitab Taurat sama seperti yang disebutkan dalam Al Qur'an, yaitu, "Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan," (Terj. QS. Al Ahzab: 45), penjaga bagi orang-orang ummiy. Engkau adalah hamba-Ku dan Rasul-Ku. Aku beri nama engkau Al Mutawakkil (orang yang bertawakkal), tidak kasar dan keras, tidak berteriak-teriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi memaafkan dan membiarkan, dan Allah tidak akan mewafatkannya sampai dia berhasil meluruskan agama yang sebelumnya bengkok, yaitu dengan mengatakan Laailaahaillallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Melalui Beliau Dia membuka hati-hati manusia yang tertutup, telinga yang tuli, dan mata yang buta." (Imam Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dalam Shahihnya)
Khatimah (Penutup)
Michael Hart, penulis buku "100 orang yang paling berpengaruh di Dunia" menempatkan Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam pada peringkat 1 dalam bukunya, dan beliau membutuhkan waktu 28 tahun riset, penelitian dan sebagainya untuk menyelesaikan bukunya tersebut.
Pada saat beliau memberikan kuliah dan seminar di London, beliau dicemooh, diejek, dan diinterupsi (dipotong pembicaraannya), mereka mempertanyakan buku beliau yang menempatkan Nabi Besar Muhammad  shallahu alaihi wa sallam sebagai orang yg paling berpengaruh di Dunia di peringkat 1.
Beliau menjawab,
"Baginda Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, berdiri tegak sendirian di Mekkah pada tahun 611, dan menyatakan ke semua orang di sana saat itu, " Aku adalah nabi dan utusan Allah."
Hanya 4 orang yang percaya kepada Beliau saat itu, sahabatnya, istrinya dan dua orang anak kecil!
Saat ini, setelah lebih dari 1400 tahun, pengikut beliau, umat muslim sudah mencapai lebih dari 1 Milyar orang, dan masih terus bertambah.
Jadi, Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam, jelas bukan pembohong, karena kebohongan tidak akan pernah bertahan setelah lebih dari 1400 tahun! Dan anda tidak akan pernah mampu membohongi 1 Milyar manusia!
Tambahan lagi yang harus anda renungkan. Setelah semua yg terjadi selama ini, ratusan juta umat muslim ini tidak akan pernah ragu untuk mengorbankan jiwa raga mereka jika ada yang mencoba menodai nama baik Nabi mereka yang tercinta tersebut!
Apakah di antara anda pengikut Kristiani yang sanggup berbuat seperti itu terhadap Jesus?
Setelah itu yang ada hanya keheningan yg mencekam dan lama di auditorium tersebut.
Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa
Maraji’: Maktabah Syamilah versi 3.45, Hidayatul Insan bitafsiril Qur’an (Penulis), Risalah Ilal Qalb (Wahid Abdussalam Bali), https://ferkous.com/home/?q=rihab-4-13 ,


[i] Maksudnya: Dalam syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Misalnya: mensyariatkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan qisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis, dsb.

0 komentar:

 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger