Al Amtsal (3)

بسم الله الرحمن الرحيم
Hasil gambar untuk ‫وتلك الأمثال نضربها للناس وما يعقلها إلا العالمون‬‎
Al Amtsal (Perumpamaan-Perumpamaan)
(Bagian 3)
Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'du:
Berikut pembahasan tentang al amtsal (perumpamaan-perumpamaan), semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
CONTOH PERUMPAMAAN DALAM HADITS
Perumpamaan Orang Yang Mengerjakan Keburukan Lalu Diiringi Dengan Kebaikan
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مَثَلَ الَّذِي يَعْمَلُ السَّيِّئَاتِ، ثُمَّ يَعْمَلُ الْحَسَنَاتِ، كَمَثَلِ رَجُلٍ كَانَتْ عَلَيْهِ دِرْعٌ ضَيِّقَةٌ قَدْ خَنَقَتْهُ، ثُمَّ عَمِلَ حَسَنَةً، فَانْفَكَّتْ حَلْقَةٌ، ثُمَّ عَمِلَ حَسَنَةً أُخْرَى، فَانْفَكَّتْ حَلْقَةٌ أُخْرَى، حَتَّى يَخْرُجَ إِلَى الْأَرْضِ
“Sesungguhnya perumpamaan orang yang mengerjakan keburukan lalu mengerjakan kebaikan adalah seperti seorang yang mengenakan baju besi yang sempit yang menghimpit badannya. Ketika ia mengerjakan kebaikan, maka terlepaslah ikatan yang satu, dan ketika ia mengerjakan kebaikan lagi, maka terlepaslah ikatan kedua sehingga ia terasa bebas (lega) di muka bumi.”  (Hr. Ahmad dan Thabrani dengan dua isnad; dimana salah satu isnadnya adalah para perawi kitab shahih.  Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 3157)
Perumpamaan Seseorang di Dunia Ini
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditemui Umar dalam keadaan berbaring di atas tikar sehingga membekas di rusuk Beliau, maka Umar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku buatkan kasur yang lebih empuk dari ini?” Beliau bersabda,
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا؟ مَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا، إِلا كَرَاكِبٍ سَارَ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ فَاسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ، ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا "
“Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia ini melainkan seperti seorang pengendara yang berjalan di hari yang panas, lalu berteduh di bawah pohon hanya sesaat di siang hari, setelah itu pergi meninggalkannya.”
(Hr. Ahmad, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dan Baihaqi. Disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 3283)
Perumpamaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan Umatnya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Beliau bersabda,
«إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا، فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ، فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ»
“Sesungguhnya perumpamaan aku dengan umatku adalah seperti seorang yang menyalakan api, lalu serangga-serangga dan laron berjatuhan ke dalamnya, aku berusaha menarik kalian, namun kalian malah menjatuhkan diri ke dalamnya.”
(Hr. Bukhari dan Muslim. Dalam sebuah riwayat Muslim disebutkan,
«مَثَلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا، فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهَا جَعَلَ الْفَرَاشُ وَهَذِهِ الدَّوَابُّ الَّتِي فِي النَّارِ يَقَعْنَ فِيهَا، وَجَعَلَ يَحْجُزُهُنَّ وَيَغْلِبْنَهُ فَيَتَقَحَّمْنَ فِيهَا، قَالَ فَذَلِكُمْ مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ، أَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ عَنِ النَّارِ، هَلُمَّ عَنِ النَّارِ، هَلُمَّ عَنِ النَّارِ فَتَغْلِبُونِي تَقَحَّمُونَ فِيهَا»
“Perumpamaanku seperti perumpamaan seorang yang menyalakan api. Ketika api itu telah menerangi sekelilingnya, maka laron dan serangga ini menjatuhkan diri ke dalamnya. Aku mencegah mereka, namun mereka malah mendesakku sehingga mereka jatuh ke dalamnya. Demikianlah perumpamaan aku dengan kalian. Aku mencegah kalian agar jangan masuk neraka sambil mengatakan, “Hindarilah neraka! Hindarilah neraka!” Kalian malah mendesakku sehingga kalian jatuh ke dalamnya.”
Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 3660)
Perumpamaan Orang Yang Beramar Ma’ruf dan Nahi Munkar Dengan Orang Yang Meninggalkannya
Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wa salllam, Beliau bersabda,
مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا
“Perumpamaan orang yang menegakkan aturan Allah dengan orang yang melanggarnya seperti sebuah kaum yang mengambil tempat di sebuah kapal, sebagian menempati bagian atas, sedangkan sebagian lagi menempati bagian bawah. Mereka yang menempati bagian bawah ketika hendak mengambil air harus melewati orang-orang yang berada di atas, akhirnya mereka berkata, “Kalau sekiranya kita lubangi kapal agar kita memperoleh bagian kita (air) sehingga tidak mengganggu orang-orang yang menempati bagian atas kapal. Jika mereka membiarkannya, maka mereka binasa semua, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka akan selamat semuanya.” (Hr. Bukhari dan Tirmidzi. Disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 2309)
Perumpamaan Teman Yang Baik dan Teman Yang Buruk
Dari Abu Musa, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Beliau bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ، وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup besi (tukang pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, maka bisa saja ia memberikan minyak wangi kepadamu atau engkau bisa beli daripadanya atau engkau mendapatkan aroma yang wangi daripadanya, sedangkan tukang pandai besi, maka bisa saja membuat bajumu terbakar atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap daripadanya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
Perumpamaan Orang Yang Membantu Kaumnya di Atas Keburukan
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الَّذِي يُعِينُ قَوْمَهُ عَلَى غَيْرِ الْحَقِّ، كَمَثَلِ بَعِيرٍ رُدِّيَ فِي بِئْرٍ، فَهُوَ يَنْزِعُ مِنْهَا بِذَنَبِهِ
“Perumpamaan orang yang membantu kaumnya namun tidak di atas kebenaran seperti unta yang jatuh ke dalam sumur, lalu ia menarik unta itu dengan menarik ekornya (yakni dia akan ikut jatuh ke dalam sumur).” (Hr. Baihaqi, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Hakim, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami no. 5838)
Perumpamaan Sikap Manusia Dalam Menerima Ilmu Yang Disampaikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Dari Abu Musa Al Asy'ariy ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الهُدَى وَالعِلْمِ، كَمَثَلِ الغَيْثِ الكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ، قَبِلَتِ المَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الكَلَأَ وَالعُشْبَ الكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ، أَمْسَكَتِ المَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ، وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِه
"Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya seperti hujan deras yang menimpa sebuah tanah, di antara tanah itu ada yang subur siap menerima air dan menumbuhkan tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang banyak, ada pula tanah yang tandus, tetapi dapat menampung air, lalu Allah menjadikannya bermanfaat bagi manusia, kemudian mereka meminum airnya, mengambil airnya dan bercocok tanam. Hujan itu juga menimpa tanah yang lain yang seperti tanah datar yang licin yang keadaannya tidak menampung air dan tidak menumbuhkan tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang faham agama Allah dan bermanfaat baginya (petunjuk dan ilmu) yang Allah mengutusku dengannya, ia pun belajar dan mengajarkan dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepalanya (tidak peduli) dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya." (Hr. Bukhari dan Muslim)
Perumpamaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam Sebagai Penutup Para Nabi Dengan Nabi-Nabi sebelumnya alaihimush shalatu was salam
Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"مَثَلِي فِي النَّبِيِّينَ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَحْسَنَهَا وَأَكْمَلَهَا وَأَجْمَلَهَا وَتَرَكَ مِنْهَا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِالبِنَاءِ وَيَعْجَبُونَ مِنْهُ، وَيَقُولُونَ: لَوْ تَمَّ مَوْضِعُ تِلْكَ اللَّبِنَةِ، وَأَنَا فِي النَّبِيِّينَ مَوْضِعُ تِلْكَ اللَّبِنَةِ "
"Perumpamaanku di tengah-tengah para nabi adalah seperti seorang yang membangun rumah, lalu ia memperbagusnya, menyempurnakannya dan memperindahnya, lalu ia tinggalkan satu tempat batu bata (yang tidak ditutupnya). Kemudian orang-orang mengelilingi bangunan itu dan kagum terhadapnya sambil berkata, "Kalau sekiranya ditutup tempat batu bata itu (tentu lebih baik lagi)." Oleh karena itu, aku di tengah-tengah para nabi adalah (penutup) tempat batu bata itu." (Hr. Tirmidzi, ia berkata, "Hasan shahih," Hadits ini dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Ubay bin ka’ab. Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, dan Muslim dari Jabir. Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id).
CONTOH PERUMPAMAAN DARI ORANG YANG BIJAK
Perumpamaan Orang Yang Mengejar Dunia dan Orang Yang Mengejar Akhirat
Orang yang mengejar dunia seperti orang yang menanam rumput, sehingga tidak tumbuh padi. Sedangkan orang yang mengejar akhirat seperti orang yang menanam padi, maka rumput akan ikut pula tumbuh.
Perumpamaan Orang Yang Menutup Aurat Dengan Orang Yang Membuka Aurat
Orang yang menutup aurat seperti sebuah makanan yang tertutup rapi sehingga dibeli oleh orang-orang yang baik, sedangkan orang yang membuka aurat seperti makanan yang tidak ditutup sehingga didatangi oleh lalat-lalat.
Perumpamaan Orang Yang Ingin Masuk Surga Namun Tidak Mau Beramal Saleh
Orang yang ingin masuk surga namun tidak mau beramal saleh sama seperti orang yang ingin menjadi orang kaya namun tidak mau bekerja.
Perumpamaan Penuntut Ilmu Yang Belajar Namun Tidak Membawa Alat Tulis
Perumpamaan penuntut ilmu yang belajar namun tidak membawa alat tulis seperti petani yang pergi ke sawah tidak membawa cangkul.
Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa
Maraji’: Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an (Penulis), Shahih At Targhib wat Tarhib (Syaikh M. Nashiruddin Al Albani), Shahih Al Jami Ash Shaghir (M. Nashiruddin Al Albani), Maktabah Syamilah, dll.

0 komentar:

 

ENSIKLOPEDI ISLAM Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger